Rabu, 4 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Musisi Papua Bawa Identitas Lokal ke Panggung Internasional via Dukungan Freeport di Asian Games

Ekonomi & PasarDian KusumaDian KusumaSumber: CNN Ekonomi
Dian Kusuma
Dian Kusuma
Pakar Keuangan

Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

Musisi Papua Bawa Identitas Lokal ke Panggung Internasional via Dukungan Freeport di Asian Games
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Empat musisi dari Papua, Nowela Mikhelia, Bona Pascal, Nobo Idol, dan Boii Soa Soa, tampil mengobarkan semangat nasionalisme saat menyambut kontingen Indonesia di Nagoya, Jepang.
  • Mereka menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya pada Jumat (18/9) sebagai bentuk dukungan moril bagi para atlet yang berlaga di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
  • Kehadiran para musisi ini tidak hanya sebatas upacara penyambutan, tetapi berlanjut ke acara peresmian Rumah Indonesia di Nagoya pada Sabtu (19/9).

Empat musisi dari Papua, Nowela Mikhelia, Bona Pascal, Nobo Idol, dan Boii Soa Soa, tampil mengobarkan semangat nasionalisme saat menyambut kontingen Indonesia di Nagoya, Jepang. Mereka menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya pada Jumat (18/9) sebagai bentuk dukungan moril bagi para atlet yang berlaga di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Kehadiran para musisi ini tidak hanya sebatas upacara penyambutan, tetapi berlanjut ke acara peresmian Rumah Indonesia di Nagoya pada Sabtu (19/9). Dalam acara tersebut yang dihadiri Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, Chef de Mission Todotua Pasaribu, dan Duta Besar RI untuk Jepang Nurmala Kartini P Sjahrir, mereka membawakan lagu-lagu nasional serta musik khas Papua. Momen ini menjadi panggung bagi talenta daerah untuk bersinergi dengan delegasi resmi negara.

Dibalik ketokohan para musisi ini, terdapat kiprah korporasi yang menjadi penopang utama kehadiran mereka. PT Freeport Indonesia (PTFI) memberikan dukungan penuh bagi para talenta Papua ini untuk merasakan atmosfer panggung internasional. Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, menegaskan bahwa langkah ini bagian dari semangat kebersamaan untuk mendukung Tim Indonesia yang sedang berjuang.

"Kami bangga mereka hadir membawa semangat Papua sekaligus memberikan dukungan kepada Tim Indonesia yang sedang berjuang di Asian Games," ujar Tony Wenas dalam keterangannya. Ia menambahkan, Papua memiliki banyak talenta yang berpotensi berkembang dan membutuhkan ruang yang lebih luas untuk menunjukkan karya mereka kepada dunia.

Bagi Nowela Mikhelia, pengalaman ini menjadi titik balik dalam perjalanan bermusiknya. Ia menyatakan apresiasi tinggi terhadap PTFI yang membuka pintu tersebut. "Terima kasih kepada Freeport Indonesia yang telah membuka kesempatan bagi kami untuk berada di sini. Saya bangga bisa membawa warna Papua ke Jepang sekaligus memberikan semangat kepada Tim Indonesia," kata Nowela.

Todotua Pasaribu menyambut positif inisiatif ini. Kehadiran musisi-musisi Papua dinilai memberikan warna tersendiri bagi delegasi Indonesia. "Kehadiran mereka memberikan warna tersendiri dan menambah semangat bagi Tim Indonesia yang sedang berjuang di Asian Games," tegas Todotua. Narasi "Dari Papua, kami datang membawa semangat untuk Indonesia" menjadi benang merah yang mengikat identitas lokal dengan semangat nasional dalam perhelatan olahraga akbar ini.

Analisis Redaksi

Langkah PTFI dalam memfasilitasi musisi daerah ke ajang internasional ini menandai pergeseran paradigma CSR dari sekadar filantropi sosial ke arah pengembangan ekosistem budaya. Dengan menempatkan talenta Papua di tengah diplomasi olahraga negara, korporasi ini tidak hanya membeli tayangan publik, tetapi juga menginvestasikan modal simbolik untuk memperkuat identitas kolektif.

Perlu diwaspadai aspek keberlanjutan dari inisiatif ini. Apakah dukungan ini merupakan satu kali (one-off) atau ada mekanisme jangka panjang untuk pembinaan seni di Papua? Jika hanya berhenti di panggung Asian Games, dampaknya akan bersifat permukaan. Keberhasilan sejati terukur pada kemampuan para musisi ini untuk tetap produktif dan mendapatkan pengakuan pasar seni yang lebih luas setelah kembali ke tanah air.

Secara strategis, sinergi antara atlet, musisi, dan korporasi di Nagoya membuktikan bahwa kebanggaan nasional tidak hanya lahir dari medali, tetapi juga dari kekayaan budaya yang bisa didendangkan di podium. Model kolaborasi ini dapat direplikasi di kota-kota lainnya untuk menghidupkan kembali peran seni dalam menyuarakan identitas Indonesia di kancah global. Publik menantikan kelanjutan dampak konkret dari "panggung internasional" yang dijanjikan Tony Wenas tersebut.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ