Selasa, 3 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Koalisi Saudi Gagal Cegah Puing Drone Houthi, Satu Orang Tewas di Mekkah

DuniaSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Internasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Koalisi Saudi Gagal Cegah Puing Drone Houthi, Satu Orang Tewas di Mekkah
BAGIKAN:

Koalisi pimpinan Arab Saudi melaporkan telah berhasil menembak jatuh dua drone yang diduga diluncurkan oleh milisi Houthi Yaman ke arah ibu kota Riyadh pada Sabtu (26/9) pagi. Jurubicara koalisi, Turki Al Maliki, menegaskan bahwa pertahanan udara berhasil mencegat dan menghancurkan kedua objek udara tersebut sebelum mencapai targetnya. Penembakan ini terjadi di tengah eskalasi ketegangan yang terus memanas di kawasan Yaman.

Di laporan terpisah, koalisi Saudi juga mencatat adanya serangan rudal balistik yang dilepas Houthi ke Khamis Mushait. Seluruh rudal tersebut dilaporkan berhasil dicegat dan dihancurkan oleh sistem pertahanan udara Riyadh. Koordinasi militer kedua negara dalam intercepting ancaman udara ini menunjukkan respons cepat, meski frekuensi serangan yang meningkat mengindikasikan bahwa postur pertahanan udara Saudi kini bekerja keras setiap harinya.

Ekspansi serangan Houthi dalam beberapa waktu terakhir telah merambat hingga kota suci. Pekan lalu, Saudi melaporkan insiden dramatis ketika sebuah drone menyerang Kota Mekkah. Meskipun drone tersebut berhasil dicegat, puing-puingnya jatuh di kawasan selatan Mekkah dan mengakibatkan satu orang tewas serta beberapa lainnya terluka. Insiden ini menjadi catatan kelam yang mengancam keselamatan ziarah dan penduduk lokal di area sensitif secara keagamaan tersebut.

Narasi dari kelompok Houthi memberikan dimensi berbeda terhadap klaim militer Saudi. Houthi secara tegas membantah telah meluncurkan drone ke kota suci umat Islam tersebut, sebuah posisi yang umum dilakukan oleh aktor non-negara dalam konflik asimetris. Ketidakjelasan asal-usil puing yang jatuh memicu keraguan publik mengenai apakah ancaman berasal dari lintas negara atau kelompok lain yang memanfaatkan kekacauan regional untuk aksi provokasi.

Sebagai respons atas ketegangan yang meluas, Saudi mengeluarkan peringatan keamanan khusus untuk Mekkah dan sejumlah wilayah pada Kamis (24/9). Langkah ini terjadi di tengah konflik yang meletus sejak Juli, dipicu oleh serangan di bandara Sanaa yang membuat pesawat pejabat Houthi gagal mendarat. Houthi menuduh Saudi sebagai dalang serangan tersebut dan sejak itu membalas dengan menargetkan infrastruktur energi serta jalur pelayaran Riyadh secara sistematis.

Analisis Redaksi

Akumulasi serangan dari drone dan rudal balistik menandakan pergeseran taksonomi ancaman bagi Kerajaan Arab Saudi. Pola serangan yang menyasar pusat pemerintahan di Riyadh dan kota suci di Mekkah mengindikasikan strategi Houthi yang bertujuan melemahkan sentimen internal warga Saudi, bukan sekadar merusak infrastruktur ekonomi seperti pelabuhan. Kegagalan pencegahan total, di mana puing-puing masih jatuh dan menewaskan warga, membuktikan bahwa celah dalam pertahanan udara multi-lapis masih dapat dieksploitasi oleh drone komersial modifikasi.

Peluang de-eskalasi dalam waktu dekat sangat tipis karena adanya tuduhan sepihak dari Houthi yang menolak mengakui serangan ke Mekkah. Penolakan ini dirancang untuk menciptakan jarak moral antara aksi militer dan citra pro-Yaman yang mereka bangun. Bagi publik, risiko meningkatnya pembatasan akses di area ziarah menjadi konsekuensi logis. Kita perlu menunggu apakah akan ada serangan lanjutan bertipe rudal balistik dengan jangkauan lebih jauh, yang akan mengubah dinamika respons aliansi militer Barat di kawasan tersebut.

BERITA TERKAIT (Dunia)

Meow! Tanya Nesi!
😸