Ketajaman Romeny Berlanjut, Catatkan Treble Gol di Timnas Indonesia

Olahraga
Eka SaputraEka Saputra
Sumber: CNN Olahraga
Eka Saputra
Eka Saputra
Pakar MotoGP & Basket

Selalu terdepan dalam menyajikan berita balap motor dan olahraga bola basket.

Ketajaman Romeny Berlanjut, Catatkan Treble Gol di Timnas Indonesia
BAGIKAN:

Ole Romeny resmi mengemas tiga gol beruntun bersama Timnas Indonesia, rekor yang menegaskan perannya sebagai mesin gol utama Skuad Garuda. Penalti eksekutif Romeny pada menit ke-74 di laga lawan Singapura menjadi bukti betapa tajamnya striker ini saat dibutuhkan di momen krusial.

Eksekusi dari titik putih itu ternyata berhasil mengecoh kiper Singapura, Izwan Mahbud. Satu gol tersebut sekaligus menjadi gol kedua Indonesia di laga tersebut, sekaligus menggenapkan koleksi gol Romeny menjadi tujuh dari 11 penampilan. Angka itu cukup untuk masuk kategori striker tajam di level internasional.

Menurut data transfermarkt, ini bukan pertama kalinya Romeny mencetak gol di tiga laga beruntun. Rekor serupa ia capai saat debut di tiga laga awal bersama tim nasional, tepatnya saat melawan Australia, Bahrain, dan China. Dua gol terakhir sebelum gol penalti ini juga dicetak saat membobol gawang Oman dan Mozambik di FIFA Matchday Juni.

Di pertandingan lawan Singapura, Romeny sebenarnya diplot sebagai second striker. Ia lebih banyak menyusun serangan dan mengalirkan bola ke rekannya, Mitchell Baker. Meski begitu, ia tetap punya beberapa peluang lain di depan gawang Singapura, walau hanya satu yang berbuah hasil.

Berita baik dari performa tajam ini berlanjut ke laga berikutnya. Timnas Indonesia akan menjamu Malaysia di laga kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 pada Senin (28/9). Ketajaman Romeny akan benar-benar diuji di laga tersebut, sebab Malaysia punya catatan kuat di level Asia Tenggara dan tidak akan menyulitkan lawan mudahnya.

Analisis Redaksi

Dua hal menarik dari tren Romeny: pertama, ia mencetak gol dalam tiga laga beruntun, yang menurut data transfermarkt tidak terjadi di era modern Indonesia sejak beberapa tahun terakhir; kedua, satu dari tiga gol itu lahir dari eksekusi penalti, bukan dari aksi individual. Dua poin ini menunjukkan Romeny bukan sekadar pencetak gol, tetapi juga eksekutor dan penggerak serangan yang terukur dan bisa diandalkan saat skema taktik berjalan.

Ancaman dari sisi psikologis juga perlu diwaspadai. Romeny sudah membuktikan dirinya bisa mengemas gol di tiga laga beruntun, tetapi hanya 1 dari 2 golnya yang berasal dari eksekusi penalti. Artinya, ia masih harus banyak bergantung pada kreasi serangan untuk gol-gol berikutnya. Bagi timnas, menjaga Romeny dalam kondisi bugar dan fokus menjadi kunci agar tren ini tidak menjadi beban ekspektasi.

Langkah logis ke depan: pelatih perlu memberi tanggung jawab eksekusi penalti ke pemain yang paling konsisten, bukan yang paling banyak mencetak gol. Jika Romeny kembali jadi pilihan, ia harus siap untuk dua hal: mencetak gol, dan mengeksekusi penalti tanpa tekanan. Kombinasi keduanya akan menjadi senjata paling mematikan timnas di kualifikasi lanjutan.

Meow! Tanya Nesi!
😸