A Prophet: Li Xian & Li Yitong Bentrok dengan Kelompok Penipu Misterius di Drama 24 Episode iQIYI
Menyajikan ulasan tajam seputar film lokal, internasional, dan dunia perfilman.

Drama thriller misteri A Prophet (2026) mengupas dendam seorang pewaris keluarga kaya terhadap kelompok kriminal misterius bernama Tianxiang yang memperkaya diri lewat manipulasi takhayul. Serial berjumlah 24 episode ini dijadwalkan tayang serentak di platform iQIYI dan WeTV mulai 24 September. Konflik utama berpusat pada upaya membongkar skema penipuan ramalan yang menargetkan elite sosial.
Alur cerita bermula dari tragedi pembantaian kejam yang menimpa keluarga Shangguan Chengming, karakter yang diperankan oleh Li Xian. Ia menjadi satu-satunya korban selamat, sebuah peristiwa yang mengubah totalitas hidupnya. Dugaan kuat mengarah pada kelompok berdarah dingin Tianxiang yang secara sistematis melakukan tipu daya ritual untuk menguras kekayaan para korban sebelum mengeliminasi mereka.
Didorong rasa duka dan amarah mendalam, Chengming memilih jalan penyamaran untuk menyusun strategi pembalasan. Dalam pergelutannya, ia bertemu Jiang Feiyan, diperankan Li Yitong, yang dikenal secara sosial sebagai pembawa sial dan selalu terjebak dalam situasi kelam. Feiyan sendiri tengah terdesak dan mencoba mengubah nasibnya yang terasa tak menguntungkan.
Melihat tekad kuat Feiyan untuk menolak menyerah, Chengming menginisiasi aliansi strategis. Keduanya bersekutu memanfaatkan tipu daya serupa musuh untuk menciptakan jebakan. Di tengah permainan intrik yang berbahaya, perlawanan ini bertransformasi menjadi adu taktik dan perang psikologis yang tajam untuk membongkar kekuatan gelap di balik organisasi Tianxiang.
A Prophet merupakan adaptasi dari karya sastra "Wo Shi Ge Suan Ming Xian Sheng" (我是个算命先生) tulisan Yi Zhi. Proyek ini digarap sutradara Yang Lei, yang sebelumnya dikenal lewat serial Three-Body dan Swords into Plowshares. Pembagian peran pendukung juga melibatkan Wu Gang dari Joy of Life, memperkuat reputasi akting para pemain di lingkaran drama China era Republik.
Analisis Redaksi
Dari kacamata redaksi, pemilihan genre pembalasan dendam dengan latar belakang mistis-kriminalitas seperti Tianxiang adalah taruhan strategis industri konten Asia. Tema "anti-takhayul" yang dibungkus narasi balas dendam personal resonan kuat dengan penonton yang kritis terhadap manipulasi psikologis dalam kehidupan nyata.
Pemilihan Yang Lei sebagai sutradara bukan kebetulan. Rekam jejaknya dalam Three-Body menjamin standar produksi visual dan ketegangan naratif yang tinggi. Ini sinyal bahwa A Prophet tidak hanya sekadar drama romansa biasa, melainkan thriller misteri yang menuntut presisi alur.
Pelanggang harus mewaspadai ekspektasi tinggi dari kemiripan dinamika karakter Li Xian dan Li Yitong dengan sukses komersial seri Go Go Squid dan A Dream Within a Dream. Kunci keberhasilan serial ini terletak pada kemampuan penulis skenario menyeimbangkan elemen supernatural dengan logika kriminal, agar tidak terjebak dalam klise drama melodramatis.
BERITA TERKAIT (Selebriti)

Bioskop Trans TV Perkenalan Civil War (2024) di Layar Kaca, Hadirkan Rangkaian Film Aksi dan Horor 2-8 November 2026

Angga Dwimas Sasongko Proyeksikan Krisis Industri Film: Produksi Melonjak, Penonton Anjlok

Lolox Ungkap Kesedihan Kehilangan Ayah di Gala Premiere Film GAK ADA MATINYA
