Ombudsman Ditolak Masuk Lapas Cibinong, Temukan Vila Mewah dan Minuman Keras

Hukum
Siti RahmawatiSiti Rahmawati
Sumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Ombudsman Ditolak Masuk Lapas Cibinong, Temukan Vila Mewah dan Minuman Keras
BAGIKAN:

Tim Ombudsman RI menghadapi penolakan keras saat melakukan inspeksi mendadak di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cibinong, Pondok Rajeg, Kabupaten Bogor. Meski telah mengantongi surat tugas resmi, petugas keamanan melarang akses masuk selama dua kali percobaan. Anggota Ombudsman Syafrida Rachmawati menyatakan kejadian ini anomali dibandingkan sidak sebelumnya yang berjalan lancar tanpa hambatan berarti.

Kepala Lapas Kelas IIA tersebut tidak hadir sepanjang proses inspeksi berlangsung. Tim dipaksa menunggu setengah jam tanpa penjelasan jelas mengenai alasan penolakan. Ketidakhadiran pemimpin lapas memicu ketegangan hingga akhirnya tim memaksa masuk pada upaya kedua setelah terjadi aksi dorong dengan penjaga. Situasi ini menunjukkan celah pengawasan internal yang serius dalam manajemen pemasyarakatan setempat.

Setelah berhasil menembus barikade, temuan mengejutkan langsung menyapa mata tim. Di dekat rumah dinas kepala lapas berdiri bangunan mewah menyerupai vila mini dengan fasilitas lengkap. Warga binaan diduga kuat menghuni area eksklusif ini. Syafrida menegaskan hasil wawancara langsung mengonfirmasi status penghuni sebagai narapidana biasa yang menikmati privilese luar biasa di balik jeruji besi.

Fasilitas di kawasan ilegal itu semakin memperjelas praktik jual-beli kenyamanan penjara. Terdapat rencana pembangunan gym dan shelter untuk golf mini di lokasi tersebut. Penggeledahan lebih lanjut menemukan televisi layar lebar, pendingin ruangan, serta alat kebugaran modern. Ironisnya, botol minuman keras ditemukan terselip di unit AC, bukti nyata pelanggaran aturan narkotika dan alkohol yang dibiarkan berkembang biak.

Sumber dana hunian mewah ini berasal dari kantong pribadi warga binaan. Mereka mengakui membayar sejumlah uang tertentu untuk menempati kamar-kamar istimewa tersebut. Meskipun nominal pastinya masih ditelusuri, pola transaksi informal ini mengindikasikan adanya jaringan korupsi atau pungutan liar sistematis. Batasan fisik antar zona juga minim; hanya semak belukar dan rumpun bambu memisahkan area mewah dari blok reguler, menciptakan risiko pelarian tanpa deteksi.

Analisis Redaksi

Penolakan akses terhadap lembaga pengawas negara seperti Ombudsman merupakan sinyal bahaya integritas institusi Lapas Cibinong. Ketika kepala lapas absen dan bawahannya menghalangi tugas konstitusional, hal ini bukan sekadar kelalaian administratif melainkan bentuk resistensi terorganisir terhadap transparansi. Fakta bahwa temuan berupa vila, gym, bahkan rencana lapangan golf muncul justru di masa kepemimpinan yang seharusnya ketat membuktikan kegagalan total fungsi kontrol internal Ditjenpas.

Tindakan korektif berupa perobohan bangunan dalam satu bulan terdengar ambisius namun rentan menjadi formalitas kosong jika akar masalahnya tidak digigit. Tanpa sanksi pidana bagi oknum sipir yang menerima suap atau melindungi penghuni VIP, pembongkaran fisik hanyalah teater birokrasi. Publik berhak curiga apakah 'satu bulan' adalah tenggat sungguhan atau strategi mengulur waktu agar bukti dimusnahkan perlahan sebelum audit lanjutan tiba.

Meow! Tanya Nesi!
😸