Brigadir Polsek Sunda Kelapa Tewas Ditabrak Truk Saat Antar Berkas ke Kejari Jakut

Kriminal
Budi SantosoBudi Santoso
Sumber: CNN Nasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Brigadir Polsek Sunda Kelapa Tewas Ditabrak Truk Saat Antar Berkas ke Kejari Jakut
BAGIKAN:

Seorang anggota Polsek Kawasan Sunda Kelapa, Polres Pelabuhan Tanjung Priok, tewas setelah ditabrak truk di pertigaan Jalan Industri, Jalan RE. Martadinata, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (24/9). Korban merupakan personel Unit Reskrim berpangkat Brigadir Polisi yang sedang menjalankan tugas mengantar berkas perkara tahap satu ke kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Utara.

Kanit Reskrim Polsek Kawasan Sunda Kelapa, AKP Ery Suroto, membenarkan insiden tersebut. Ia menjelaskan bahwa korban bergerak seorang diri dari arah barat menuju timur menggunakan sepeda motor sekitar pukul 10.00 WIB. Di Simpang Industri, motor korban terperosok lalu menabrak sebuah truk yang melaju dari arah timur dan berbelok ke utara atau memutar balik.

Benturan keras itu membuat tubuh korban terpental dan kendaraan roda duanya ringsek masuk ke bawah kolong truk. Korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian sebelum sempat mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Jenazah kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk pemeriksaan visum et repertum.

Ery menambahkan bahwa berkas perkara yang dibawa korban telah berhasil diamankan oleh pihak kepolisian setempat pasca-kecelakaan. Tidak ada kerugian materiil lain selain kerusakan pada kendaraan dinas maupun pribadi korban yang terlibat dalam tabrakan maut tersebut. Proses evakuasi berlangsung cepat mengingat posisi truk yang menghalangi sebagian badan jalan.

Rencananya, almarhum akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Rawa Kucing, Tangerang. Pihak keluarga dan rekan sesama polisi dijadwalkan hadir dalam prosesi pemakaman sebagai bentuk penghormatan terakhir terhadap dedikasi korban selama bertugas menjaga keamanan wilayah pelabuhan.

Analisis Redaksi

Kecelakaan ini menyoroti risiko tinggi mobilitas personel lapangan saat menjalankan tugas administrasi yudisial. Meskipun rute Tanjung Priok padat dengan kendaraan berat, kelalaian teknis seperti terperosoknya motor bisa menjadi pemicu fatal jika tidak diantisipasi dengan kecepatan aman dan kewaspadaan ekstra di persimpangan sempit. Ini bukan sekadar musibah tunggal, melainkan cerminan kerentanan infrastruktur keselamatan kerja bagi aparat penegak hukum di zona industri.

Penting bagi institusi Polri untuk mengevaluasi prosedur pengiriman dokumen resmi di area rawan kecelakaan. Apakah penggunaan sepeda motor masih opsi paling efisien, atau perlu peninjauan ulang moda transportasi untuk tugas-tugas vital seperti penyerahan berkas P-18? Investigasi mendalam terhadap pengemudi truk juga krusial untuk memastikan apakah faktor manusia atau mekanis dominan dalam insiden ini, demi mencegah terulangnya tragedi serupa bagi petugas lainnya.

Meow! Tanya Nesi!
😸