Kelompok Blokade Akuisisi Gandai Paramount-WBD dengan Amicus Brief, Sidang Lanjut Besok
Selalu update dengan kabar terbaru dari dunia artis dan infotainment tanah air.

Upaya akuisisi Warner Bros. Discovery (WBD) oleh Paramount Skydance kembali terganjal saat kelompok 'Block the Merger' mengajukan amicus brief untuk memblokir kesepakatan senilai US$111 miliar. Permohonan hukum ini mendarat di Pengadilan Federal California pada Kamis pagi (24/9), tepat sebelum Hakim Araceli Martínez-Olguín dijadwalkan memutuskan apakah akan menyetujui merger tersebut. Kelompok koalisi ini secara resmi meminta hakim untuk memberi mereka kesempatan membantah keputusan yang dianggapnya bermasalah, sehingga proses legalisasi yang sempat dipermudah kini kembali suram.
Amicus brief adalah mekanisme di mana pihak-pihak berkepentingan yang bukan pelaku utama dalam kasus dapat menyampaikan argumen hukum tambahan. Dalam kasus ini, Block the Merger mendesak Hakim Martínez-Olguín untuk mempertimbangkan kembali persetujuan yang diberikan oleh jaksa agung dari 12 negara bagian terhadap Paramount. Mereka menyebut kesepakatan itu 'lemah dan tidak dapat ditegakkan', sebuah tuduhan berat yang mengisyaratkan celah hukum signifikan dalam penyelesaian sengketa antimonopoli sebelumnya.
Koalisi Block the Merger terdiri dari pemain utama industri media dan organisasi sipil, meliputi The Committee for the First Amendment, Free Press, Freedom of the Press Foundation, Future Film Coalition, dan International Documentary Association. Jessica J. González, Co-CEO Free Press sekaligus kuasa hukum dalam permohonan itu, menyatakan bahwa ratusan ribu orang mendesak penegakan hukum untuk melindungi konsumen, pekerja, dan kebebasan berpendapat. Menurutnya, kesepakatan yang dibuat jaksa agung dengan Paramount membuat suara komunitas ini terabaikan.
Keterlibatan berbagai organisasi ini menandakan bahwa penolakan terhadap merger bukan hanya soal struktur pasar, tetapi juga isu substansial mengenai keberagaman konten dan hak publik. Sebelumnya, pada Senin (21/9), Paramount Skydance berhasil mencapai kesepakatan dengan 12 negara bagian penggugat untuk menyingkirkan penghalang utama merger. Kesepakatan itu juga mengamankan posisi Paramount dari kewajiban membayar denda US$7 juta per hari kepada pemegang saham WBD jika merger belum terealisasi per 1 Oktober.
Meski Jaksa Agung California Rob Bonta, yang memimpin koalisi 12 negara bagian, menyebut ketentuan penyelesaian mereka 'sangat kuat', kemunculan amicus brief ini menunjukkan bahwa ketegangan hukum belum sepenuhnya mereda. Sidang di California akan menjadi penentu krusial; jika hakim menerima argumen 'Block the Merger', jalur menuju pengesahan akuisisi raksasa Hollywood ini bisa berlarut lagi atau bahkan mengalami perubahan substansial dalam syarat-syaratnya.
Analisis Redaksi
Kemunculan amicus brief ini adalah sinyal bahwa 'peace deal' antara jaksa agung 12 negara bagian dan Paramount tidak dianggap final oleh segmen tertentu di industri film. Koalisi Block the Merger, yang terdiri dari organisasi kebebasan pers dan aliansi sineas, secara strategis menggunakan celah hukum untuk memvalidasi kekhawatiran publik mengenai konsolidasi kepemilikan media. Klaim bahwa kesepakatan sebelumnya 'lemah dan tidak dapat ditegakkan' bukan hanya retorika; ini adalah landasan hukum yang meminta intervensi hakim untuk memperketat syarat regulasi merger agar dampak monopolinya bisa dikendalikan secara nyata.
Secara hukum, penerimaan amicus brief ini tidak otomatis membatalkan kesepakatan sebelumnya, tetapi memberikan alasan yang lebih berat bagi Hakim Martínez-Olguín untuk menunda atau memodifikasi persetujuan merger. Jika hakim melihat argumen 'lemahnya penegakan' dari koalisi ini, ia mungkin akan meminta revisi pada klausul perlindungan konsumen atau pekerja. Langkah selanjutnya secara logis adalah sidang lanjutan di mana hakim akan memutuskan apakah akan mendengar argumentasi penuh dari Block the Merger atau langsung memvonis berdasarkan kesepakatan yang sudah ada dengan 12 negara bagian.
BERITA TERKAIT (Selebriti)

Angga Dwimas Sasongko Proyeksikan Krisis Industri Film: Produksi Melonjak, Penonton Anjlok

Lolox Ungkap Kesedihan Kehilangan Ayah di Gala Premiere Film GAK ADA MATINYA

Ashanty Bangga Arsy Ikut MUN 2026, Warisi Bakat Diplomasi Mendiang Kakek
