Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Kabut Asap Selimuti Palangka Raya, Operasional Penerbangan Bandara Tjilik Riwut Dihentikan Sementara

Berita DaerahSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: Antara News
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Kabut Asap Selimuti Palangka Raya, Operasional Penerbangan Bandara Tjilik Riwut Dihentikan Sementara
BAGIKAN:

Operasional penerbangan di Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, resmi dihentikan sementara pada Kamis (24/9/2026). Keputusan ini diambil menyusul gangguan kabut asap tebal yang menurunkan visibilitas secara drastis, sehingga membahayakan keselamatan pesawat saat lepas landas maupun mendarat.

Pantauan visual menunjukkan sebuah pesawat udara terparkir diam di apron bandara. Aktivitas manuver darat dan pergerakan pesawat lainnya dibatasi ketat hingga kondisi cuaca memungkinkan untuk melanjutkan operasi normal. Para penumpang yang dijadwalkan terbang hari itu harus menunggu kepastian jadwal ulang dari maskapai terkait.

Kabut asap merupakan fenomena rutin namun berbahaya yang melanda wilayah Kalimantan Tengah setiap musim kemarau. Partikel halus yang terbawa angin tidak hanya mengganggu jarak pandang pilot tetapi juga berdampak buruk pada kesehatan pernapasan warga sekitar. Penurunan kualitas udara ekstrem menjadi indikator utama mengapa otoritas bandara memilih opsi penghentian sementara daripada memaksakan keberangkatan.

Dampak langsung dirasakan oleh jaringan transportasi udara regional. Konektivitas antar-kota di Pulau Kalimantan sempat terhenti total selama periode kritis tersebut. Maskapai penerbangan melakukan penyesuaian rute atau menunda keberangkatan demi menjaga standar keamanan internasional yang ketat terhadap faktor cuaca.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi pasti mengenai kapan operasional akan kembali dibuka sepenuhnya. Tim meteorologi terus memantau perkembangan arah angin dan ketebalan kabut. Publik diminta tetap waspada terhadap perubahan jadwal mendadak dan memastikan status penerbangan sebelum menuju bandara.

Analisis Redaksi

Penghentian operasional akibat kabut asap menegaskan kerentanan infrastruktur transportasi kita terhadap bencana lingkungan tahunan. Ini bukan sekadar masalah teknis penerbangan, melainkan cerminan kegagalan mitigasi kebakaran hutan dan lahan di tingkat hulu. Selama sumber asap tidak dikendalikan, ekonomi daerah akan terus terpukul oleh ketidakpastian logistik dan pariwisata.

Masyarakat perlu mewaspadai dampak lanjutan berupa lonjakan harga tiket karena permintaan tertumpuk pada waktu pemulihan. Otoritas bandara dan pemerintah daerah seharusnya memiliki protokol komunikasi krisis yang lebih cepat agar publik tidak terjebak dalam ketidakjelasan informasi berjam-jam. Solusi jangka panjang tetap terletak pada penegakan hukum tegas bagi pembakar lahan ilegal.

BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Meow! Tanya Nesi!
😸