Ella Langley Pecahkan Rekor Mariah Carey di Billboard Hot 100
Pengamat budaya pop dan tren media sosial yang tahu persis apa yang sedang viral.

Lagu country "Choosin' Texas" milik Ella Langley resmi menumbangkan rekor bersejarah "All I Want for Christmas Is You" karya Mariah Carey di tangga lagu populer Amerika Serikat, Billboard Hot 100. Dengan total 23 minggu berturut-turut di posisi puncak, Langley mengalahkan pencapaian Carey yang bertahan selama 22 minggu. Ini menjadikan "Choosin' Texas" sebagai lagu terlama yang menempati nomor satu dalam sejarah tangga lagu tersebut.
Pencapaian ini diraih setelah lagu tersebut dirilis pada Februari 2026 dan terus mendominasi pasar musik AS. Sementara itu, rekaman klasik tahun 1994 milik Carey mengumpulkan 22 minggunya dari berbagai musim liburan antara tahun 2019 hingga 2025. Data terbaru menunjukkan "Choosin' Texas" mencatatkan 21,8 juta streaming resmi pada pekan pemantauan terakhir, meskipun angka ini turun 9 persen dibandingkan pekan sebelumnya.
Di sisi lain, kekuatan radio masih menjadi penopang utama popularitas lagu ini. Jumlah pendengar radionya justru naik 2 persen menjadi 58,3 juta impresi. Secara akumulatif, menurut laporan Billboard, lagu ini telah bertahan selama total 48 minggu di tangga lagu yang menggabungkan data streaming, pemutaran radio, dan penjualan fisik maupun digital untuk semua genre musik.
Dalam unggahan media sosial pada Rabu (23/9), Langley mengungkapkan keterkejutannya. Perempuan berusia 27 tahun itu menyatakan bahwa lagu yang ia tulis bersama Luke Dick, Miranda Lambert, dan Joybeth Taylor tersebut telah mengubah hidupnya secara fundamental. "Saya sungguh berusaha mencari kata-kata untuk menjelaskan apa yang berkecamuk di pikiran saya hari ini," katanya melalui video singkat.
Langley menambahkan rasa terima kasihnya kepada para pendengar. "Terima kasih banyak. Terima kasih telah menyukai lagu ini. Telah mendengarkannya." Ia juga menyisipkan humor dengan meminta anjingnya di latar belakang video untuk menunjukkan kegembiraan karena dirinya kehabisan kata-kata hiperbolis. Bagi Langley, momen ini terasa tidak nyata, seolah akan segera berakhir dengan candaan seseorang.
Analisis Redaksi
Kemenangan Ella Langley bukan sekadar statistik kemenangan komersial biasa; ini adalah sinyal pergeseran selera pasar global terhadap musik country kontemporer yang lebih naratif dan otentik. Sebelumnya, dominasi tangga lagu Top 40 didominasi oleh pop dan hip-hop, namun keberhasilan "Choosin' Texas" membuktikan bahwa genre country memiliki daya tahan luar biasa jika dikemas dengan produksi modern dan cerita yang resonan. Fakta bahwa lagu ini debut di November 2025 dan baru mencapai No. 1 pada Februari 2026 menunjukkan strategi rilis yang sabar namun efektif, berbeda dengan tren viral instan di TikTok.
Namun, tantangan sesungguhnya bagi Langley belum selesai. Musim Natal selalu menjadi medan perang berat bagi seluruh artis di Billboard Hot 100. Sejarah mencatat bahwa "All I Want for Christmas Is You" milik Mariah Carey hampir mustahil digeser permanen saat Desember tiba, mengingat sifat musiman lagu tersebut yang kembali meledak setiap akhir tahun. Jika Carey berhasil merebut kembali takhta pada Desember nanti, rekor 23 minggu Langley mungkin hanya akan menjadi catatan sementara sebelum akhirnya disalip lagi oleh ratu Natal tersebut. Publik perlu memantau apakah momentum positif Langley mampu menahan gempuran nostalgia tahunan ataukah tahtanya hanyalah intermezo singkat sebelum kembalinya hegemoni Carey.
BERITA TERKAIT (Selebriti)

Bioskop Trans TV Perkenalan Civil War (2024) di Layar Kaca, Hadirkan Rangkaian Film Aksi dan Horor 2-8 November 2026

Angga Dwimas Sasongko Proyeksikan Krisis Industri Film: Produksi Melonjak, Penonton Anjlok

Lolox Ungkap Kesedihan Kehilangan Ayah di Gala Premiere Film GAK ADA MATINYA
