Thailand Pimpin ASEAN, Lima Negara Sudah Raih Emas di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya
Selalu terdepan dalam menyajikan berita balap motor dan olahraga bola basket.

- Lima negara Asia Tenggara resmi mencatatkan nama di daftar peraih emas Asian Games 2026 yang berlangsung di Aichi-Nagoya, Jepang.
- Thailand memimpin perolehan dengan empat medali emas, sementara Vietnam, Singapura, dan Malaysia menyusul meraih emas perdana masing-masing pada Selasa (22/9).
- Myanmar menjadi negara ASEAN pertama yang langsung menembus papan emas sejak awal kompetisi.
Lima negara Asia Tenggara resmi mencatatkan nama di daftar peraih emas Asian Games 2026 yang berlangsung di Aichi-Nagoya, Jepang. Thailand memimpin perolehan dengan empat medali emas, sementara Vietnam, Singapura, dan Malaysia menyusul meraih emas perdana masing-masing pada Selasa (22/9). Myanmar menjadi negara ASEAN pertama yang langsung menembus papan emas sejak awal kompetisi.
Thailand tampil paling dominan di antara kontingen Asia Tenggara sejauh ini. Empat emas mereka kumpulkan dengan rincian tiga dari cabang teqball dan satu lagi dipersembahkan Kanjutha Phattaraboonsorn lewat nomor MMA. Angka tersebut menempatkan Thailand sebagai wakil ASEAN paling produktif di edisi ke-20 ini.
Myanmar tidak mau kalah cepat. Mereka mengamankan satu emas dari teqball dan kini mengantongi total satu emas, satu perak, serta satu perunggu. Langkah cepat Myanmar membuktikan bahwa dominasi olahraga regional tidak lagi hanya milik negara-negara besar secara demografis.
Gelombang emas baru pecah pada Selasa (22/9). Tim kata beregu putri Vietnam mengalahkan Iran 5-0 di final untuk merebut emas pertama mereka. Di arena MMA, Tiffany Teo membawa Singapura membuka rekening emas setelah menekuk Khilola Sobirova asal Uzbekistan pada final nomor traditional 60 kilogram putri. Atlet berusia 36 tahun itu menunjukkan kematangan bertanding yang sulit ditandingi lawan-lawannya.
Malaysia melengkapi daftar lima negara ASEAN pada hari yang sama. Karateka berusia 20 tahun, Adeola Fay Robert, menang 6-4 atas Fatemeh Zahra Saeidabadi dari Iran pada final kumite putri -55 kilogram. Kemenangan ini menjadi emas pertama bagi Malaysia di Aichi-Nagoya.
Sementara itu, Indonesia masih harus bersabar menunggu giliran. Kontingen Merah Putih sejauh ini belum mendapatkan emas meski sudah mengoleksi sejumlah medali perak dan perunggu. Waktu sebenarnya masih panjang karena ajang yang mempertandingkan 43 cabang olahraga dengan 469 nomor perebutan medali ini baru memasuki fase awal. Kompetisi dijadwalkan berlangsung hingga 4 Oktober mendatang.
Analisis Redaksi
Kebangkitan lima negara ASEAN di papan perolehan emas menandakan peta kekuatan olahraga kawasan sedang bergeser. Keberhasilan atlet seperti Tiffany Teo di usia 36 tahun dan Adeola Fay Robert yang baru berusia 20 tahun memperlihatkan rentang usia kompetitif yang sangat lebar. Cabang teqball dan MMA terbukti menjadi lumbung emas alternatif bagi negara-negara yang selama ini kesulitan bersaing di olahraga konvensional seperti renang atau atletik.
Absennya emas dari kubu Indonesia patut mendapat perhatian serius. Perolehan perak dan perunggu memang bukan hasil buruk, namun tertinggal dari tetangga terdekat dalam urusan puncak podium bisa memengaruhi moral atlet di sisa pertandingan. Dengan 469 nomor yang diperebutkan, peluang masih terbuka lebar jika strategi penempatan atlet di nomor-nomor unggulan dievaluasi ulang oleh tim pelatih.
Persaingan antar-negara ASEAN akan semakin ketat menjelang pekan kedua kompetisi. Thailand saat ini berada di posisi nyaman, tetapi jarak empat emas bukanlah tembok yang tak bisa diruntuhkan oleh Vietnam atau Malaysia yang momentumnya sedang naik. Kunci utama bagi seluruh kontingen Asia Tenggara adalah menjaga konsistensi performa hingga upacara penutupan pada 4 Oktober nanti.
BERITA TERKAIT (Olahraga)

Australia Rayu Mathew Baker, Piala Asia 2027 Diundur, Megawati Hangestri Debut di Liga Korea

Lepas dari BAM, Cheah Yee See Menikah dengan Teo Kok Siang di Bali

PSG Pesta Gol 6-0 di La Ceramica, Barcelona dan Inter Menang Meyakinkan di Liga Champions
