Rabu, 4 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Puncak Kebangkitan MU: Bruno Fernandes Jadi Pembeda di Laga Krusial Melawan AS Roma

OlahragaDimas PratamaDimas PratamaSumber: CNN Olahraga
Dimas Pratama
Dimas Pratama
Pengamat Olahraga

Mantan jurnalis olahraga yang kini berfokus pada analisis taktik sepak bola lokal maupun Eropa.

Puncak Kebangkitan MU: Bruno Fernandes Jadi Pembeda di Laga Krusial Melawan AS Roma
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Manchester United akhirnya berhasil memutus rantai kegagalan panjang mereka setelah merebut kemenangan krusial atas AS Roma dalam laga Liga Champions .
  • Kemenangan ini menandai akhir dari 54 hari yang membosankan bagi Setan Merah, di mana mereka gagal meraih tiga poin dalam sembilan pertandingan beruntun.
  • Di bawah kepemimpinan sementara Michael Carrick , tim ini menunjukkan daya saing yang kembali muncul di Old Trafford, mematahkan tren negatif yang sempat memukul moral skuad sepanjang 2026.

Manchester United akhirnya berhasil memutus rantai kegagalan panjang mereka setelah merebut kemenangan krusial atas AS Roma dalam laga Liga Champions. Kemenangan ini menandai akhir dari 54 hari yang membosankan bagi Setan Merah, di mana mereka gagal meraih tiga poin dalam sembilan pertandingan beruntun. Di bawah kepemimpinan sementara Michael Carrick, tim ini menunjukkan daya saing yang kembali muncul di Old Trafford, mematahkan tren negatif yang sempat memukul moral skuad sepanjang 2026.

Kemenangan langka ini terjadi setelah MU tertinggal lebih dulu pada babak pertama. Kedua gol Roma dicetak oleh Mattias Soule dan Donyell Malen, membuat para penonton di Old Trafford sementara membisu. Namun, memasuki babak kedua, momentum berubah drastis. Tekanan dari lini serang United berbuah hasil melalui Bruno Fernandes, yang mengonversi tendangan penalti dengan tenang. Belum puas, performa gemilang Matheus Cunha yang mencetak dua gol (brace) memastikan pesta kemenangan bagi tuan rumah, mengubah Stadion Old Trafford menjadi lautan merah yang bergemuruh.

Memutus Rantai Kekalahan: Kronologi Sembilan Pertandingan Terakhir

Jejak kegagalan Manchester United dalam 54 hari terakhir cukup detail dan berat. Kemenangan terakhir mereka tercatat pada 10 September 2026, saat mereka membekap tim fiksi Sabah dengan skor 4-0 di Liga Champions. Setelah euforia singkat itu, MU langsung tersandung dalam beberapa kompetisi domestik dan Eropa. Mereka kalah 0-1 dari Manchester City di Liga Inggris, lalu tersingkir dari Piala Liga setelah kalah 2-3 dari Brighton and Hove Albion. Rangkaian buruk berlanjut dengan dua hasil imbang 1-1 melawan Fulham dan Tottenham Hotspur, serta kekalahan 0-2 dari Atletico Madrid. Siklus negatif ditutup dengan tiga kekalahan beruntun dari Como, Bournemouth, dan Chelsea, menjadikan kemenangan atas AS Roma sebagai napas segar pertama dalam sebulan lebih.

Respons The Red Devils: Dampak Kemenangan di Jalur Eropa

Kemenangan atas AS Roma ini bukan sekadar tambahan tiga poin di klasemen Liga Champions, melainkan validasi bahwa skuad asuhan Michael Carrick masih memiliki potensi kompetitif tinggi di panggung Eropa. Kemampuan bangkit dari ketertinggalan 0-2 menunjukkan perkembangan mental bertanding yang signifikan dibandingkan sembilan pertandingan sebelumnya. Bagi The Red Devils, hasil ini menjadi batu loncatan krusial untuk memperbaiki posisi mereka di fase liga kompetisi, sekaligus mengembalikan kepercayaan diri para pemain menjelang laga-laga liga domestik yang tersisa. Keberhasilan membalikkan keadaan di Old Trafford kini menjadi modal berharga untuk memutus siklus kekalahan yang telah menghantui mereka sepanjang musim 2026.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ