Rabu, 4 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Telkomsel dan Unhas Kolaborasi Bangun Talenta Digital Indonesia Timur via Thrive Goes to Campus

TeknologiKelvin WijayaKelvin WijayaSumber: Antara News
Kelvin Wijaya
Kelvin Wijaya
Software Engineer

Membahas teknologi dari kacamata pengembang dan inovasi perangkat lunak.

Telkomsel dan Unhas Kolaborasi Bangun Talenta Digital Indonesia Timur via Thrive Goes to Campus
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Telkomsel menggandeng Universitas Hasanuddin (Unhas) untuk membangun talenta di wilayah Indonesia Timur melalui program Thrive Goes to Campus .
  • Kerja sama ini menyasar langsung mahasiswa sebagai ujung tombak transformasi digital yang selama ini timpang antara barat dan timur Nusantara.
  • Langkah dua institusi tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pengembangan sumber daya manusia berbasis teknologi tidak lagi boleh terpusat di Pulau Jawa.

Telkomsel menggandeng Universitas Hasanuddin (Unhas) untuk membangun talenta di wilayah Indonesia Timur melalui program Thrive Goes to Campus. Kerja sama ini menyasar langsung mahasiswa sebagai ujung tombak transformasi digital yang selama ini timpang antara barat dan timur Nusantara. Langkah dua institusi tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pengembangan sumber daya manusia berbasis teknologi tidak lagi boleh terpusat di Pulau Jawa.

Program Thrive Goes to Campus dirancang sebagai wadah pembekalan keterampilan praktis bagi generasi muda. Telkomsel membawa infrastruktur dan ekosistem industri mereka ke ruang-ruang kelas Unhas. Mahasiswa tidak sekadar menerima teori, melainkan diajak menyelami kebutuhan nyata pasar kerja sektor telekomunikasi dan ekonomi digital yang terus bergerak cepat setiap kuartalnya.

Kolaborasi ini lahir dari realitas geografis dan demografis yang menantang. Indonesia Timur menyimpan potensi besar, tetapi kerap tertinggal dalam hal akses terhadap pelatihan berkualitas tinggi dari pelaku industri nasional. Kehadiran Unhas sebagai perguruan tinggi terbesar di kawasan timur menjadikannya mitra strategis yang paling masuk akal bagi operator seluler milik negara tersebut.

Pelaksanaan program ini menuntut integrasi kurikulum kampus dengan standar kompetensi industri. Pihak universitas membuka pintu selebar-lebarnya agar praktisi dari Telkomsel bisa berinteraksi langsung dengan civitas akademika. Pertukaran pengetahuan semacam ini memotong rantai birokrasi yang biasanya menghambat inovasi di lingkungan pendidikan tinggi kita.

Dampak paling terasa akan jatuh kepada ribuan mahasiswa Unhas yang bersiap memasuki dunia kerja. Mereka kini memiliki peluang mengasah keahlian menggunakan platform dan studi kasus langsung dari industri telekomunikasi raksasa. Kesenjangan keterampilan yang selama ini membuat lulusan timur kalah saing dengan rekan-rekan mereka dari barat perlahan menemukan titik penyeimbang baru.

Inisiatif bersama ini juga memaksa pemerintah daerah setempat untuk mengevaluasi ulang kebijakan pendukungnya. Infrastruktur fisik tanpa dibarengi kesiapan manusia hanya akan menghasilkan menara-menara sinyal kosong tanpa nilai tambah ekonomi. Sinergi korporasi dan kampus membuktikan bahwa pembangunan talenta adalah tanggung jawab kolektif, bukan sekadar tugas kementerian terkait.

Analisis Redaksi

Kemitraan antara Telkomsel dan Unhas lewat Thrive Goes to Campus bukan sekadar seremonial tanda tangan nota kesepahaman. Ini adalah tafsir logis atas kegelisahan panjang mengenai ketimpangan kualitas SDM digital di luar Jawa. Ketika perusahaan telekomunikasi turun langsung mencetak talenta di basis pasarnya sendiri, mereka sedang mengamankan rantai pasok tenaga kerja masa depan sekaligus menjalankan fungsi sosial yang sering diabaikan korporasi lain.

Yang perlu diwaspadai dari model kolaborasi semacam ini adalah keberlanjutannya setelah sorotan media meredup. Program insidental tanpa kerangka evaluasi berkala hanya akan menjadi ajang pencitraan sesaat. Unhas dan Telkomsel harus memastikan ada metrik keberhasilan yang terukur, seperti berapa banyak peserta yang benar-benar terserap industri atau mampu menciptakan rintisan bisnis lokal pascapelatihan.

Secara logis, langkah selanjutnya yang bisa diharapkan adalah replikasi model ini ke perguruan tinggi lain di Sulawesi, Maluku, hingga Papua. Jika skema Universitas Hasanuddin ini terbukti efektif meningkatkan daya saing lulusannya, tidak ada alasan bagi pemangku kepentingan lain untuk menahan ekspansi program serupa. Pembangunan Indonesia Timur tidak bisa lagi ditunda dengan dalih keterbatasan anggaran pusat ketika inisiatif kolaboratif ternyata mampu membuka jalan pintas yang lebih realistis.

BERITA TERKAIT (Teknologi)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ