Diperiksa Saksi Kasus Penganiayaan SCBD, Betrand Peto Anggap Ini Teguran Tuhan
Selalu update dengan kabar terbaru dari dunia artis dan infotainment tanah air.

Betrand Peto menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Polda Metro Jaya pada Senin (21/9) malam terkait dugaan penganiayaan yang masih berkaitan dengan kisruh di kelab malam kawasan SCBD Jakarta Selatan. Anak angkat Ruben Onsu itu mengaku peristiwa hukum ini terasa seperti teguran langsung dari Tuhan agar ia lebih berhati-hati ke depannya.
Pemeriksaan terhadap pria yang akrab disapa Onyo tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan Bebby Hatami terhadap perempuan berinisial DYP. Laporan itu teregister resmi dengan nomor LP/B/6852/IX/2026/SPKT/POLDAMETROJAYA atas dugaan penganiayaan yang terjadi pada 14 September 2026. "Mungkin ini teguran dari Tuhan agar aku berhati-hati lagi kedepannya," ungkap Betrand Peto usai diperiksa. Ia juga meminta doa publik. "Doain ya mudah-mudahan semuanya lancar dan berakhir baik."
Kasus ini sesungguhnya bermula dari saling lapor antara dua pihak yang terlibat perselisihan antarkelompok di lokasi hiburan malam tersebut. Dua perempuan berinisial ANW dan DYP sebelumnya melaporkan Betrand Peto beserta rekannya ke Polda Metro Jaya. ANW secara spesifik melaporkan Betrand atas dugaan tindak pidana kekerasan seksual. Sebaliknya, DYP melaporkan Bebby Hatami atas dugaan penganiayaan karena mengaku mengalami kekerasan fisik saat keributan pecah.
Tudingan pelecehan seksual itu langsung dibantah keras oleh Betrand. Didampingi kuasa hukumnya dalam konferensi pers pada Senin (14/9), ia menegaskan bahwa narasi yang beredar liar tidak mencerminkan fakta sebenarnya. "Saya ingin menyampaikan bahwa seperti yang sudah ada berita yang tersebar, bahwa aku tidak melakukan hal yang seperti apa yang dibilang," kata Betrand. Penyangkalan itu ia sampaikan secara terbuka. "Untuk permasalahan yang dia bilang aku tuh tindakan seksual, aku tidak melakukan itu sama sekali," sambungnya.
Saling lapor ini membuat posisi hukum Betrand Peto menjadi cukup rumit di mata penyidik. Ia harus menghadapi status pelapor sekaligus terlapor dalam rangkaian peristiwa yang sama. Meski demikian, Betrand berjanji akan kooperatif menghadapi seluruh proses gugatan hukum yang dilayangkan kepadanya. Ia memastikan diri tidak akan menutupi atau memanipulasi apa yang sebenarnya terjadi di lapangan saat insiden tersebut berlangsung.
Rentetan pemeriksaan ini tentu berdampak langsung pada citra publik seorang figur muda yang selama ini lekat dengan dunia hiburan keluarga. Bagi masyarakat yang mengikuti perkembangan kasus ini, saling lapor antara pihak-pihak yang bertikai memunculkan kebingungan mengenai siapa korban sesungguhnya. Publik kini hanya bisa menunggu hasil rekonstruksi dan gelar perkara dari kepolisian untuk mengetahui fakta utuh di balik keributan malam itu.
Analisis Redaksi
Saling lapor dalam satu peristiwa keributan bukanlah hal baru di ranah hukum kita. Strategi ini kerap dipakai untuk menekan pihak lawan agar bersedia berdamai di luar pengadilan. Ketika ANW melaporkan dugaan kekerasan seksual dan DYP melaporkan dugaan penganiayaan secara bersamaan, beban pembuktian bagi penyidik Polda Metro Jaya menjadi berlapis. Kepolisian harus mampu mengurai kronologi detik demi detik tanpa terjebak pada narasi emosional yang dibangun masing-masing kubu di ruang publik.
Pernyataan Betrand Peto yang menganggap pemeriksaan ini sebagai teguran Tuhan menunjukkan kesadaran bahwa posisinya sedang berada di titik rawan. Bantahan tegas melalui konferensi pers pada 14 September memang langkah standar manajemen krisis. Namun, sikap kooperatif yang ia janjikan akan benar-benar diuji ketika penyidik mulai menyandingkan keterangan para saksi dengan bukti visum maupun rekaman kamera pengawas di kelab malam tersebut.
Langkah selanjutnya yang paling logis adalah menunggu gelar perkara dari pihak kepolisian untuk menentukan apakah laporan-laporan ini akan naik ke tahap penyidikan penuh atau justru dihentikan karena kurang bukti. Jika kedua laporan tetap diproses, bukan tidak mungkin kasus ini bergulir ke meja hijau dan menyeret nama-nama lain yang hadir pada malam kejadian. Publik perlu menahan diri dari penghakiman jalanan sampai fakta hukum yang sah benar-benar terungkap.
BERITA TERKAIT (Selebriti)

Angga Dwimas Sasongko Proyeksikan Krisis Industri Film: Produksi Melonjak, Penonton Anjlok

Lolox Ungkap Kesedihan Kehilangan Ayah di Gala Premiere Film GAK ADA MATINYA

Ashanty Bangga Arsy Ikut MUN 2026, Warisi Bakat Diplomasi Mendiang Kakek
