⚠️INFO GEMPA BUMI: Magnitudo 5.1 di 19 km WNW of Tomohon, Indonesia pada 2/11/2026, 15.13.14. Baca peringatan dan analisis selengkapnya.
Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Banjir Bandang Solok Hanyutkan Dua Mobil, Wagub Sumbar Vasko Terima Laporan Dugaan Korban Terseret

Berita DaerahBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Nasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Banjir Bandang Solok Hanyutkan Dua Mobil, Wagub Sumbar Vasko Terima Laporan Dugaan Korban Terseret
BAGIKAN:

Banjir bandang menerjang kawasan sekitar Kantor Bupati Solok di Nagari Batang Barus, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Senin (21/9), menyisakan kepanikan dan dugaan korban jiwa. Dua mobil dilaporkan hanyut terseret arus deras yang datang tiba-tiba pada malam hari. Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy langsung menerima laporan dari warga terkait keberadaan korban yang hingga kini masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.

Informasi soal dugaan korban itu terungkap melalui percakapan telepon antara Vasko dan seorang warga setempat. Momen tersebut diunggah lewat akun Instagram @Vasco_ruseimy, memperlihatkan sang wagub berusaha menggali informasi lapangan secara langsung. Warga melaporkan ada satu mobil Avanza yang terseret banjir. Sopirnya selamat karena sempat turun mencari bantuan. Tetapi anak sama bapaknya katanya terjebak dalam mobil itu dan mobil ini sedang kita cari, kata warga tersebut kepada Vasko, dikutip Selasa (22/9).

Kronologi hilangnya mobil Avanza itu berlangsung cepat dan mencekam. Kendaraan tersebut awalnya masih berjalan normal sebelum dihantam air bah. Pengemudi memilih turun untuk meminta pertolongan. Ternyata datang gelombang kedua air, dan mobil itu tak selamat, ungkap si pelapor. Ia memastikan posisi insiden berada di dekat Kantor Bupati. Selain mobil pribadi, warga juga melaporkan sebuah mobil boks ikut terseret arus. Beruntung pengemudi dan mobil boks tersebut masih bisa diselamatkan.

Vasko sempat menanyakan kondisi rumah-rumah warga yang terdampak bencana. Jawaban yang diterima belum memberikan gambaran utuh. Saksi mata menyebut situasi saat itu masih gelap gulita dan aliran air tetap deras sehingga pemantauan fisik mustahil dilakukan secara menyeluruh pada malam kejadian.

Dampak banjir bandang ini langsung melumpuhkan urat nadi transportasi wilayah. Akses jalan Padang-Solok tidak dapat dilalui kendaraan. Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Barat Kombes Reza Chairul Akbar Sidiq mengonfirmasi penutupan total jalur tersebut. Benar (jalan Padang Solok tidak bisa dilewati), tegasnya dilansir detikSumut, Senin (21/9). Penutupan rute menuju Solok maupun sebaliknya berlaku sejak pukul 20.45 WIB. Petugas kepolisian bersama tim SAR telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat.

Analisis Redaksi

Laporan langsung warga kepada wakil gubernur melalui sambungan telepon menunjukkan dua hal sekaligus. Pertama, adanya kepercayaan masyarakat terhadap pejabat daerah di tengah krisis. Kedua, ini mengindikasikan bahwa sistem peringatan dini dan rantai komando kebencanaan di tingkat tapak belum berjalan optimal sehingga warga harus mengambil inisiatif melapor ke pucuk pimpinan provinsi. Fakta bahwa gelombang kedua air datang menyusul gelombang pertama menandakan karakteristik banjir bandang yang sangat destruktif dan sulit diprediksi tanpa alat ukur debit sungai yang memadai.

Penutupan akses jalan Padang-Solok sejak pukul 20.45 WIB bukan sekadar gangguan lalu lintas biasa. Jalur ini merupakan salah satu nadi ekonomi utama yang menghubungkan ibu kota provinsi dengan wilayah pedalaman. Kelumpuhan rute ini akan berdampak langsung pada distribusi logistik, pergerakan barang dagangan, dan mobilitas warga yang membutuhkan layanan kesehatan darurat. Tanpa pembukaan akses alternatif yang cepat, isolasi wilayah terdampak hanya akan memperburuk kondisi korban yang rumahnya terendam.

Langkah krusial saat ini adalah memfokuskan seluruh sumber daya pencarian pada titik hilangnya mobil Avanza berisi dua penumpang tersebut. Gelapnya malam dan derasnya air saat kejadian membuat radius pencarian berpotensi melebar jauh dari titik awal penyapuan. Pemerintah daerah dan tim SAR harus segera memetakan kemungkinan titik sangkutan kendaraan berdasarkan topografi aliran sungai di Nagari Batang Barus. Keterlambatan dalam operasi pencarian ini berbanding lurus dengan menipisnya peluang keselamatan bagi mereka yang diduga terjebak di dalam kabin.

Meow! Tanya Nesi!
😸