Tim SAR Temukan Dua Jasad Diduga Korban KM Virgo di Pantai Seruyan, 120 Orang Masih Hilang

- Tim SAR gabungan menemukan dua jasad yang diduga kuat merupakan korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di Pantai Seruyan, Kalimantan Tengah (Kalteng), Minggu (20/9).
- Penemuan ini menambah daftar panjang korban tewas dalam tragedi laut yang menyisakan ratusan orang belum ditemukan.
- Korban pertama terdeteksi pada pukul 16.26 WIB di koordinat 03°26'0.36" S 112°02'13.62" E.
Tim SAR gabungan menemukan dua jasad yang diduga kuat merupakan korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di Pantai Seruyan, Kalimantan Tengah (Kalteng), Minggu (20/9). Penemuan ini menambah daftar panjang korban tewas dalam tragedi laut yang menyisakan ratusan orang belum ditemukan.
Korban pertama terdeteksi pada pukul 16.26 WIB di koordinat 03°26'0.36" S 112°02'13.62" E. Hanya berselang tiga menit, tepatnya pukul 16.29 WIB, tim pencari kembali menemukan korban kedua pada koordinat 03°31'14.1" S 111°55'52.98" E. Jarak antara kedua titik temuan menunjukkan betapa luasnya sebaran material dan tubuh korban akibat arus Laut Jawa.
Kepala Basarna Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menegaskan bahwa penemuan kedua korban menjadi bagian penting dari upaya pencarian yang terus dilakukan Tim SAR Gabungan. "Kami terus melakukan pencarian dan evakuasi secara maksimal. Setiap temuan menjadi bagian penting dalam upaya kami menjawab harapan keluarga dan memastikan seluruh korban dapat ditemukan serta ditangani sesuai prosedur," kata Syafii dalam keterangannya, Senin (21/9).
Proses evakuasi langsung bergerak cepat setelah penemuan. Korban pertama dibawa menggunakan Ambulans KPP Palangka Raya, sementara korban kedua dievakuasi dengan RBB Palangka Raya menuju Pos TNI AL Kuala Pembuang. Dari pos tersebut, Syafii menyebut kedua korban diperkirakan tiba di RS Bhayangkara Banjarmasin pada Selasa (22/9) untuk menjalani proses identifikasi forensik.
Angka duka kini bertambah berat. Total ada 123 korban yang telah ditemukan, terdiri dari 108 orang selamat dan 15 orang meninggal dunia. Namun, masih ada 120 orang yang belum ditemukan dari total 243 orang dalam manifes kapal. Angka itu bukan sekadar statistik. Di baliknya terdapat puluhan keluarga yang masih menanti kepulangan kerabat mereka tanpa kepastian.
Tragedi bermula saat KM Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9), pukul 02.00 Wita. Kapal yang berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9) itu diduga kehilangan komunikasi akibat cuaca buruk. Pada hari yang sama, lambung kapal ditemukan dalam kondisi terbalik di tengah lautan.
Analisis Redaksi
Penemuan dua jasad dalam rentang waktu hanya tiga menit mengindikasikan adanya pola pergerakan arus laut yang membawa korban ke area pesisir Seruyan secara bersamaan. Ini memberi petunjuk krusial bagi tim pencari untuk mempersempit zona operasi berikutnya. Fokus penyisiran kemungkinan besar akan digeser mengikuti arah arus dari titik koordinat terakhir penemuan.
Masih hilangnya 120 orang dari total 243 penumpang manifes adalah beban operasional yang luar biasa besar. Setelah delapan hari berlalu sejak kapal terbalik, probabilitas menemukan korban dalam keadaan hidup semakin mengecil. Proses identifikasi di RS Bhayangkara Banjarmasin nanti harus berjalan presisi agar tidak menambah luka keluarga korban yang sudah menunggu nyaris sepekan lebih.
Pemerintah perlu membuka akses data manifes secara transparan kepada publik. Ketidakjelasan jumlah pasti penumpang kerap menjadi masalah klasik dalam kecelakaan transportasi laut kita. Selain itu, evaluasi menyeluruh terhadap standar keselamatan pelayaran rute Surabaya-Banjarmasin mutlak dilakukan sebelum musim cuaca ekstrem benar-benar memuncak.
BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Angelalign Luncurkan Bahan Aligner SuperElastic, Dorong Terobosan Ortodonti Global

TNI Pastikan Pengamanan Jakarta Humanis, Menko Polkam Anggap Perdamaian Aceh Aset Strategis

Instruksi Mendesak Menteri PU untuk Inventarisasi Dampak Banjir Lahar Semeru di Lumajang
