Maarten Paes Ingatkan Timnas Indonesia Jangan Remehkan Lawan di FIFA ASEAN Cup 2026
Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

Kiper Timnas Indonesia Maarten Paes meminta seluruh rekan setimnya menanggalkan sikap jemawa dan tidak memandang remeh lawan demi mewujudkan target juara di FIFA ASEAN Cup 2026. Peringatan keras itu dilontarkan kiper Ajax Amsterdam tersebut menyusul kegagalan skuad Garuda menembus fase grup Piala AFF 2026 yang menjadi pukulan telak bagi sepak bola nasional.
Persaingan di Grup A dinilai Paes harus dihadapi dengan keseriusan penuh. Ia menegaskan bahwa dukungan suporter sangat dibutuhkan untuk memuluskan target juara kali ini. "Memang tidak mudah, terutama melawan lawan-lawan yang kuat. Karena itu kami butuh dukungan para fans sejak menit pertama hingga 90," kata Paes dalam rilis media PSSI yang diterima CNNIndonesia, Senin (21/9).
Pesan Paes punya dasar pijakan yang solid. Kegagalan di Piala AFF 2026 masih membekas. Ia berharap seluruh pemain tampil fokus menghadapi tim-tim lawan yang dipastikan berniat tampil habis-habisan di turnamen regional ini. Sikap meremehkan lawan terbukti pernah merugikan Indonesia secara langsung.
Hingga Senin (21/9) malam WIB, tim media PSSI baru mengonfirmasi 21 pemain yang sudah bergabung di Jakarta. Tiga nama diaspora utama yakni Maarten Paes, Ole Romeny, dan Kevin Diks tercatat sudah mendarat di Ibu Kota. Mereka bergabung bersama Luke Vickery, Mitchell Baker, Thom Haye, Ragnar Oratmangoen, Jordi Amat, Egy Maulana Vikri, Rayhan Hannan, dan Dion Markx.
Skuad Garuda juga diperkuat Shayne Pattynama, Rizky Ridho, Nadeo Argawinata, Dony Tri Pamungkas, Ivar Jenner, Elkan Baggott, Emil Audero, Justin Hubner, Nathan Tjoe-A-On, serta Joey Pelupessy. Sementara tiga pemain lain yakni Calvin Verdonk, Dean James, dan Yakob Sayuri belum kumpul bareng rombongan karena sedang dalam perjalanan menuju Jakarta.
Kehadiran mayoritas pemain memperkuat persiapan menjelang turnamen yang berlangsung pada 25 September hingga 5 Oktober 2026. Seluruh pertandingan fase grup Timnas Indonesia dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Indonesia akan mengawali perjuangan menghadapi Singapura pada 25 September, dilanjutkan melawan Malaysia pada 28 September, dan Bangladesh pada 1 Oktober 2026.
Analisis Redaksi
Peringatan Maarten Paes bukan sekadar basa-basi ruang ganti. Trauma gagal lolos fase grup Piala AFF 2026 menjadi alarm nyata bahwa kualitas individu tidak otomatis menjamin hasil kolektif. Ketika seorang kiper yang bermain di level Eropa secara terbuka meminta rekan-rekannya berhenti jemawa, itu menandakan ada masalah mentalitas yang harus segera dibenahi sebelum peluit pertama berbunyi.
Jadwal padat di fase grup menuntut rotasi dan konsentrasi tinggi dari seluruh elemen tim. Menghadapi Singapura, Malaysia, lalu Bangladesh dalam rentang tujuh hari di Stadion Utama Gelora Bung Karno berarti tekanan publik akan bertumpuk setiap laga. Tanpa dukungan penuh tribun seperti yang diminta Paes, beban psikologis pemain bisa berlipat ganda.
Keterlambatan tiga pemain yakni Calvin Verdonk, Dean James, dan Yakob Sayuri menyisakan waktu adaptasi taktis yang sangat sempit bagi pelatih. Turnamen dimulai 25 September. Sinkronisasi antara pemain diaspora yang sudah mendarat dan tiga nama yang masih dalam perjalanan akan menentukan seberapa solid lini belakang dan transisi serangan Indonesia saat menghadapi rival-rival FIFA ASEAN Cup yang datang tanpa beban apa pun.
BERITA TERKAIT (Olahraga)

Pramono Anung Jamin Integritas JIS: 15 Konser Besar Mengalun, Hak Penama Ditawarkan, Kandang Persija Tetap Prioritas

Janice Tjen Diproyeksi Ulangi Kejayaan sebagai Unggulan Pertama Chennai Open 2026

Jokowi dan Shin Tae Yong Saksi Ijab Bahagia Pernikahan Asnawi & Yuriska
