Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Ruteng NTT, BMKG Catat 12 Gempa Susulan Senin Pagi

Berita DaerahBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Nasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Ruteng NTT, BMKG Catat 12 Gempa Susulan Senin Pagi
BAGIKAN:

Gempa bumi bermagnitudo 5,3 mengguncang wilayah Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Senin (21/9) pagi pukul 08.41 WIT. Getaran kuat ini memaksa warga berhamburan keluar rumah saat aktivitas pagi baru saja dimulai.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat koordinat pusat gempa terletak pada 8.33 Lintang Selatan dan 120.59 Bujur Timur. Titik episentrum itu berada sekitar 34 kilometer Timur Laut Ruteng, Manggarai, NTT. Kedalaman gempa tercatat dangkal, yakni hanya 10 kilometer di bawah permukaan tanah.

Kedalaman yang minim ini membuat getaran menyebar cepat ke beberapa wilayah sekitarnya. Warga di wilayah Manggarai, Bajawa, dan Labuan Bajo merasakan guncangan dengan skala Modified Mercalli Intensity (MMI) III-IV. Pada skala IV MMI, getaran dirasakan oleh banyak orang baik di dalam maupun di luar rumah. Pintu dan jendela berderik keras. Gerabah bahkan bisa pecah akibat guncangan tersebut.

Meski guncangannya terasa kuat hingga merusak perabot ringan, BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi memicu gelombang tsunami. Ancaman nyata justru datang dari rangkaian getaran lanjutan. Lembaga tersebut langsung mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat agar tetap waspada. "Hati-hati terhadap gempabumi susulan yang mungkin terjadi," demikian keterangan resmi BMKG di laman resminya.

Kekhawatiran itu terbukti beralasan. Melalui akun resminya di platform X, BMKG mencatat telah terjadi sekitar 12 gempa susulan di wilayah Ruteng pasca-guncangan utama. Rentetan gempa ini mengindikasikan bahwa pelepasan energi di bawah permukaan belum sepenuhnya stabil.

Bagi warga Manggarai dan sekitarnya, pagi ini menjadi pengingat keras akan kerentanan geografis mereka. Aktivitas ekonomi dan pendidikan sempat terganggu karena warga memilih bertahan di ruang terbuka demi menghindari bangunan yang rawan runtuh saat gempa susulan terjadi.

Analisis Redaksi

Pusat gempa yang sangat dangkal—hanya 10 kilometer—menjadi faktor utama mengapa guncangan berskala MMI III-IV terasa begitu luas hingga ke Bajawa dan Labuan Bajo. Secara geologis, kedalaman segini biasanya berkaitan erat dengan aktivitas sesar aktif di daratan atau perairan dekat pantai, bukan sekadar tumbukan lempeng dalam. Fakta bahwa ada 12 gempa susulan dalam waktu singkat menunjukkan zona patahan di timur laut Ruteng sedang mengalami penyesuaian tegangan yang signifikan.

Peringatan BMKG soal potensi gempa susulan bukanlah rutinitas prosedural belaka. Angka 12 gempa susulan dalam hitungan jam pertama menuntut kewaspadaan ekstra dari warga. Struktur bangunan di Manggarai, Bajawa, dan Labuan Bajo—terutama rumah warga dan fasilitas publik yang dibangun tanpa standar tahan gempa—kini berada dalam posisi paling rentan. Retakan kecil akibat gempa utama bisa melebar drastis jika guncangan susulan bermagnitudo lebih besar muncul kemudian.

Langkah logis yang harus segera diambil pemerintah daerah adalah melakukan inspeksi cepat terhadap bangunan vital seperti sekolah, puskesmas, dan pasar tradisional. Evakuasi mandiri warga ke lapangan terbuka sudah tepat, namun mereka membutuhkan jaminan logistik dasar jika rangkaian gempa susulan ini memaksa mereka bertahan di luar rumah lebih dari satu malam. Mitigasi bencana tidak boleh berhenti pada peringatan dini; ia harus diterjemahkan menjadi aksi perlindungan sipil yang konkret di lapangan.

BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Meow! Tanya Nesi!
😸