Rabu, 4 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Evakuasi KM Virgo 8: Penyelam Basarnas Temukan Korban ke-10, 125 Orang Masih Hilang di Laut Jawa

Berita DaerahBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Nasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Evakuasi KM Virgo 8: Penyelam Basarnas Temukan Korban ke-10, 125 Orang Masih Hilang di Laut Jawa
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Tim penyelam Basarnas Special Group (BSG) menarik satu jenazah lagi dari dalam badan KM Virgo Transport 8 yang terbalik di perairan Laut Jawa, Kalimantan Selatan, pada Minggu (20/9) pukul 14.14 WITA.
  • Penemuan ini menggenapkan jumlah korban meninggal dunia menjadi 10 orang, sementara 125 penumpang lain masih hilang ditelan laut setelah delapan hari kapal karam.
  • Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii memastikan korban ditemukan saat tim menyisir bagian dalam kapal.

Tim penyelam Basarnas Special Group (BSG) menarik satu jenazah lagi dari dalam badan KM Virgo Transport 8 yang terbalik di perairan Laut Jawa, Kalimantan Selatan, pada Minggu (20/9) pukul 14.14 WITA. Penemuan ini menggenapkan jumlah korban meninggal dunia menjadi 10 orang, sementara 125 penumpang lain masih hilang ditelan laut setelah delapan hari kapal karam.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii memastikan korban ditemukan saat tim menyisir bagian dalam kapal. Jenazah langsung dievakuasi Tim SAR Gabungan menuju KN SAR Kamajaya untuk penanganan awal. Proses pengangkatan ke udara menggunakan Helikopter HR 3601 Basarnas dengan teknik hoisting rescue net agar perpindahan korban berjalan aman dan terukur.

"Penemuan satu korban hari ini merupakan hasil kerja keras seluruh Tim SAR Gabungan. Kami akan terus melakukan pencarian secara maksimal dan mengutamakan keselamatan seluruh personel di lapangan. Setiap korban yang ditemukan menjadi amanah yang harus kami evakuasi dan serahkan kepada pihak keluarga," kata Syafii dalam keterangannya, Minggu.

Total korban yang berhasil ditarik dari lokasi kecelakaan kini mencapai 118 orang. Rinciannya, 108 orang selamat dan 10 orang meninggal dunia. Berdasarkan manifes yang mencatat 243 orang, masih terdapat 125 orang yang belum ditemukan. Angka ini membebani setiap personel yang bekerja di lapangan memasuki hari kedelapan operasi.

Kejanggalan muncul pada data penumpang. Kepala KSOP Kelas I Banjarmasin Heri Purwanto mengungkapkan 22 penumpang yang selamat tidak tercatat dalam manifes kapal yang diterima dari Surabaya. "Data yang ada, sama data yang di manifes, itu ternyata ada 22 orang tidak ada di data manifes kapal yang ada itu. Jadi kita lagi coba mencocokkan," ujar Heri dalam konferensi pers di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Minggu malam. Petugas kini mendalami apakah terjadi kesalahan pencatatan atau memang ada penambahan penumpang gelap sebelum kapal berangkat pada Sabtu (12/9).

Upaya penyisiran bawah air menghadapi rintangan alam yang keras. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana menjelaskan pengerahan ROV (Remotely Operated Vehicle) terpaksa dihentikan sementara karena arus laut sangat kencang. "Di awal kami menurunkan ROV, namun karena arus lautnya yang sangat kencang sehingga peralatan yang canggih itu tidak bisa dimaksimalkan, akhirnya diputuskan untuk diangkat kembali," kata Putu.

Pengerahan kendaraan bawah air tanpa awak ini sejatinya krusial. Tim sudah mengantongi rancang bangun kapal untuk memetakan lorong-lorong kecil yang bisa dimasuki ROV. Hasil pantauan robot tersebut akan menjadi panduan bagi para penyelam BSG sebelum masuk ke ruang sempit yang berisiko tinggi. Seluruh unsur SAR gabungan tetap mengoptimalkan armada laut dan dukungan udara sembari menunggu cuaca membaik.

KM Virgo Transport 8 sendiri hilang kontak pada Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 WITA saat menempuh pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin. Kapal dilaporkan menghadapi cuaca buruk sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada hari yang sama.

Analisis Redaksi

Terungkapnya 22 penumpang selamat yang absen dari manifes kapal menyingkap masalah klasik pelayaran antar-pulau kita. Celah pendataan ini bukan sekadar urusan administratif. Ketika 125 orang masih dinyatakan hilang, ketidakakuratan manifes membuat tim pencari bekerja tanpa pijakan angka yang pasti. Keluarga korban yang menunggu kabar di darat juga berpotensi dirugikan jika nama kerabat mereka tak pernah masuk daftar resmi pelayaran.

Ketergantungan pada teknologi seperti ROV membuktikan betapa rumitnya medan pencarian di perairan Masalembo. Arus laut yang ganas memaksa tim penyelam mengambil risiko lebih besar tanpa pemetaan visual awal dari robot bawah air. Keselamatan personel SAR kini bertaruh dengan waktu yang terus berjalan. Semakin lama jenazah terjebak di dalam lambung kapal yang terbalik, semakin berat proses evakuasi yang harus dihadapi oleh tim BSG.

Langkah pencocokan data yang dijanjikan Heri Purwanto harus segera tuntas. Publik berhak tahu apakah ada praktik kelebihan muatan penumpang yang luput dari pengawasan otoritas pelabuhan keberangkatan di Surabaya. Insiden kecelakaan laut ini mestinya menjadi cermin bagi penegakan aturan manifes kapal secara ketat, bukan sekadar formalitas di atas kertas sebelum layar dikembangkan.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ