Charles Spencer Ungkap Istana Biarkan Pangeran Harry Kehilangan Kendali Usai Diana Wafat
Menyajikan ulasan tajam seputar film lokal, internasional, dan dunia perfilman.

Charles Spencer, adik Putri Diana, secara terbuka menuding Istana Kerajaan Inggris membiarkan Pangeran Harry "kehilangan kendali" setelah kematian ibunya. Tuduhan tajam itu tertuang dalam memoar terbarunya berjudul Swan Song: Diana, My Sister, yang dijadwalkan rilis pada 22 September 2026. Earl Spencer ke-9 tersebut menilai tingkah bermasalah Harry selama ini berakar dari kurangnya perhatian nyata terhadap anak yang baru berusia 12 tahun kala tragedi itu terjadi.
Spencer merekam ingatan kelamnya tentang perjalanan kereta api pasca-kematian Diana. Ia menulis langsung tentang kekhawatirannya melihat keponakannya berusaha menenangkan diri setelah peristiwa mengerikan di pagi hari itu. Menurut Spencer, Harry tentu saja membutuhkan pelukan Diana. Namun hal itu tidak akan pernah bisa ia dapatkan lagi selamanya. Alih-alih mendapatkan ketenangan dan kasih sayang, bocah itu justru dibiarkan kehilangan kendali oleh lingkungan istana yang seharusnya melindunginya.
Dampak kematian mantan istri Raja Charles III tersebut menghantam keras kedua putranya. Pangeran William dan Pangeran Harry, yang saat itu masing-masing berusia 15 dan 12 tahun, harus berjalan di belakang peti jenazah Diana dalam prosesi pemakaman di Westminster Abbey, London, pada 6 September 1997. Spencer mengaku terus memikirkan betapa kecil, ringkih, dan hancur hatinya sosok Harry saat itu. Ia mempertanyakan bagaimana mungkin anak yang sedang hancur hatinya sanggup menanggung cobaan seberat itu, atau bagaimana ia diharapkan menghadapi penderitaan yang tak terelakkan di hari-hari berikutnya.
Buku ini tidak hanya membedah trauma masa kecil Harry. Spencer juga mengupas kehidupan pernikahan Diana yang bak dongeng pada 1981 di Katedral St. Paul, London, hingga akhirnya runtuh. Ia membahas perselingkuhan yang memicu perceraian penuh gejolak pada 1996, tepat setahun sebelum Diana meninggal dunia dalam usia 36 tahun. Narasi ini menempatkan kegagalan rumah tangga orang tua sebagai lapisan luka tambahan bagi seorang anak yang kemudian tumbuh tanpa figur ibu.
Fakta lain yang mencuat dari memoar ini melibatkan campur tangan pihak istana menjelang pemakaman. Spencer mengaku menerima telepon beberapa hari sebelumnya dari ajudan Ratu Elizabeth. Ajudan tersebut bersikeras bahwa William dan Harry tidak akan ikut serta dalam prosesi pemakaman. Pada kenyataannya, kedua pangeran itu tetap bergabung dengan Spencer, Charles, dan Pangeran Philip untuk mengantar jenazah ibu mereka. Perbedaan sikap antara rencana awal istana dan realitas di lapangan memperlihatkan tarik-menarik keputusan yang membebani anak-anak tersebut.
Laporan mengenai isi memoar ini pertama kali diberitakan oleh Daily Mail dan Page Six pada Sabtu (19/9). Publik kini dihadapkan pada kesaksian langsung dari keluarga inti Diana yang selama puluhan tahun memilih diam. Pernyataan Spencer memberikan konteks historis mengapa Pangeran Harry kerap menunjukkan sikap memberontak terhadap institusi monarki Inggris di masa dewasanya.
Analisis Redaksi
Tudingan Charles Spencer bukan sekadar curahan hati seorang paman. Ini adalah gugatan langsung terhadap cara kerja Istana Kerajaan Inggris dalam menangani krisis psikologis anggota keluarga termudanya. Ketika seorang anak berusia 12 tahun dibiarkan "kehilangan kendali" tanpa intervensi emosional yang memadai, kita melihat kegagalan sistemik sebuah institusi yang lebih mementingkan protokol daripada empati. Memoar ini membongkar narasi resmi istana yang selama ini cenderung menutupi kerentanan internal keluarga kerajaan.
Penerbitan buku jelang akhir September ini jelas memanfaatkan momentum peringatan tragedi Diana yang selalu menyedot perhatian publik global setiap tahunnya. Langkah Spencer perlu dibaca sebagai upaya merebut kembali narasi sejarah dari tangan istana. Dengan menegaskan bahwa Harry seharusnya mendapat "sentuhan yang lebih penuh perhatian", Spencer secara logis meletakkan fondasi alasan mengapa Harry dan Meghan Markle kelak memilih mundur dari tugas kerajaan. Luka lama yang tidak diobati pasti akan bernanah di kemudian hari.
Yang patut diwaspadai adalah respons balik dari pihak Istana Buckingham maupun kubu Pangeran William. Membuka borok masa lalu secara publik berpotensi memperlebar jurang pemisah antara Harry dan sisa keluarga kerajaan yang masih bertugas. Jika tidak ada upaya rekonsiliasi yang dilandasi pengakuan atas kesalahan penanganan di masa lalu, memoar ini hanya akan menjadi babak baru dalam siklus konflik keluarga Windsor yang tak berkesudahan.
BERITA TERKAIT (Selebriti)

My Chemical Romance Prioritaskan Riset Studio, Konser 2027 Ditinggalkan demi Album Baru

H-4 Konser BIGBANG di Bangkok: iMe Thailand Tetapkan Syarat Ketat & Ceklis Barang Wajib untuk Penggemar

Laporan TPKS Betrand Peto Resmi Naik Tahap Penyidikan, Kuasa Hukum: Ini Justru Memperjelas Positioning Hukum
