⚠️INFO GEMPA BUMI: Magnitudo 5.1 di 19 km WNW of Tomohon, Indonesia pada 2/11/2026, 15.13.14. Baca peringatan dan analisis selengkapnya.
Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Basarnas Turunkan Robot Selam ROV Telusuri Lorong KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa

Berita DaerahBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Nasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Basarnas Turunkan Robot Selam ROV Telusuri Lorong KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa
BAGIKAN:

Badan Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengerahkan kendaraan bawah air tanpa awak atau Remotely Operated Vehicle (ROV) untuk menyusuri bagian dalam badan KM Virgo Transport 8 yang hilang kontak di perairan Laut Jawa sejak Minggu (13/9) pukul 02.00 Wita. Pengerahan robot selam ini menjadi langkah krusial setelah upaya pencarian manual menghadapi keterbatasan akses di lorong-lorong sempit kapal yang membawa 243 orang tersebut.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana mengungkapkan rencana penggunaan ROV sebenarnya sudah disiapkan jauh hari. Cuaca buruk memaksa tim menunda operasi. "Di awal kami menurunkan ROV, namun karena arus lautnya yang sangat kencang sehingga peralatan yang canggih itu tidak bisa dimaksimalkan, akhirnya diputuskan untuk diangkat kembali," kata Putu dalam konferensi pers, Minggu (20/9) malam. Ia berharap kondisi cuaca pada hari berikutnya membaik agar robot selam itu bisa bekerja penuh dalam operasi SAR.

Fungsi utama ROV bukan sekadar mencari korban secara acak. Putu menerangkan teknologi ini bertugas memberikan gambaran utuh mengenai keadaan di dalam badan kapal sebelum penyelam manusia turun ke air. Tim penyelam membutuhkan peta visual yang akurat agar proses evakuasi berjalan aman dan tepat sasaran di kedalaman laut yang berisiko tinggi.

Rancang bangun kapal telah dikantongi oleh tim Basarnas. Data teknis itu menjadi panduan navigasi bagi operator robot. "ROV kita turunkan lebih awal, bisa menjangkau semua lorong-lorong kecil yang ada di kapal, karena rancang bangun kapal itu sudah kita dapatkan sehingga di mana akses-akses yang bisa dimasuki oleh ROV," tutur dia. Strategi pemetaan digital ini meminimalkan risiko bagi para penyelam yang akan masuk ke ruang-ruang tertutup di dalam lambung kapal.

Hasil pantauan robot selam akan langsung diterjemahkan menjadi arahan taktis di lapangan. "Nah itulah yang akan kita manfaatkan ya sebagai guiding awal sebelum nanti tim penyelam berdasarkan hasil pantauan ROV itulah nanti tim penyelam akan melaksanakan proses evakuasi di dalam kapal ya," sambungnya. Pendekatan berlapis ini menunjukkan tingkat kerumitan operasi yang harus dihadapi tim Basarnas di lokasi kejadian.

Beban psikologis dan fisik tim pencari terus bertambah seiring waktu. KM Virgo Transport 8 berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9) sebelum kehilangan kontak. Hingga Minggu (20/9), dari total 243 orang yang terdiri dari penumpang, awak kapal hingga kru, sebanyak 118 orang berhasil ditemukan. Rinciannya: 108 orang selamat dan 10 orang meninggal dunia. Angka ini menyisakan fakta kelam bahwa 125 orang lainnya masih dalam pencarian di tengah luasnya Laut Jawa.

Analisis Redaksi

Pengerahan ROV menandai pergeseran taktik signifikan dalam operasi pencarian KM Virgo Transport 8. Setelah tujuh hari berlalu sejak kapal hilang kontak pada 13 September, metode penyelaman konvensional terbukti memiliki batas jangkauan. Penggunaan teknologi bawah air tanpa awak bukan lagi pilihan mewah, melainkan kebutuhan mendesak untuk menembus lorong-lorong kapal yang terlalu berbahaya bagi penyelam manusia. Keputusan mengangkat ROV saat arus kencang pekan lalu justru menunjukkan kedisiplinan operasional yang patut diapresiasi ketimbang dipaksakan dengan risiko merusak peralatan vital.

Angka 125 orang yang masih hilang menuntut percepatan kerja seluruh elemen SAR. Waktu adalah musuh paling kejam dalam insiden maritim semacam ini. Pemetaan lorong kapal menggunakan data rancang bangun yang sudah dimiliki tim merupakan langkah cerdas. Hasil pemindaian ROV akan menentukan titik-titik prioritas evakuasi, sehingga tenaga penyelam tidak terbuang sia-sia untuk menyisir area kosong. Efisiensi ini mutlak diperlukan mengingat medan Laut Jawa yang tidak pernah bersahabat.

Ke depan, keberhasilan operasi ini sangat bergantung pada dua variabel: stabilitas cuaca dan kecepatan penerjemahan data visual ROV menjadi instruksi eksekusi bagi penyelam. Jika robot selam mampu mengidentifikasi posisi korban atau hambatan struktural di dalam kapal, fase evakuasi bisa dipercepat secara drastis. Publik berhak mendapat pembaruan data secara transparan setiap hari, terutama terkait nasib 125 jiwa yang hingga kini statusnya masih menggantung di antara harapan dan realitas pahit di dasar laut.

Meow! Tanya Nesi!
😸