Rekor Buruk Fulham di Craven Cottage Jadi Peluang Man United Putus Tren Kalah Beruntun

Olahraga
Maya SariMaya Sari
Sumber: CNN Olahraga
Maya Sari
Maya Sari
Wartawan Olahraga

Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

Rekor Buruk Fulham di Craven Cottage Jadi Peluang Man United Putus Tren Kalah Beruntun
BAGIKAN:

Tekanan besar menghimpit Manchester United jelang lawatan ke markas Fulham pada matchday kelima Liga Inggris di Stadion Craven Cottage, Minggu (20/9). Tim asuhan Michael Carrick ini datang dengan membawa beban dua kekalahan beruntun, sekaligus memikul misi memutus rekor 14 tahun tanpa gelar juara Premier League.

Dua hasil minor terakhir benar-benar menguji mental skuad Setan Merah. Mereka takluk 0-1 dari 10 pemain Manchester City, lalu ditumbangkan Brighton and Hove Albion 2-3 secara dramatis dalam pertandingan pertama Piala Liga Inggris. Kekalahan beruntun itu menyalakan alarm keras bagi klub yang musim ini terang-terangan mengincar puncak klasemen.

Fulham sendiri bukan lawan yang sedang berada dalam kondisi prima. Tuan rumah mencatat awal musim terburuk tanpa kemenangan sejak musim 2020/2021, dengan rincian satu kali seri dan tiga kali kalah di liga. Kala itu, mereka bahkan menelan enam kekalahan pembuka secara beruntun. Satu-satunya angin segar bagi Fulham baru datang lewat kemenangan 3-2 atas West Ham United di ajang Carabao Cup, setelah sebelumnya hanya meraih satu imbang melawan Liverpool dan dua kekalahan lain di Liga Inggris.

Data historis justru sangat memihak kubu tamu. Dalam lima laga terakhir melawan Fulham di berbagai ajang, Man United meraih 3 kemenangan, 1 kali imbang, dan 1 kali kalah. Lebih tajam lagi, The Red Devils mendominasi 10 pertandingan terakhir Liga Inggris di Craven Cottage dengan 8 kali menang dan 2 kali imbang. Kali terakhir Fulham mampu mengalahkan MU di kandang sendiri terjadi pada Desember 2009. Secara keseluruhan, MU hanya satu kali kalah dari Fulham dalam 21 pertandingan Liga Inggris, yakni di Old Trafford pada Februari 2024.

Ketimpangan produktivitas kedua tim di stadion tersebut semakin mempertegas dominasi tamu. Fulham hanya mencetak 6 gol dalam 10 laga kandang melawan MU di Liga Inggris, sementara gawang mereka harus memungut bola sebanyak 21 kali. Angka ini menjadi bayang-bayang berat bagi tuan rumah yang kini berharap Bruno Fernandes dan kawan-kawan bisa dijadikan batu loncatan kebangkitan.

Analisis Redaksi

Rentetan dua kekalahan beruntun menempatkan posisi Michael Carrick dalam sorotan tajam. Menghadapi lawan yang belum pernah menang di liga musim ini seharusnya menjadi momentum psikologis paling ideal bagi Man United untuk kembali membangun kepercayaan diri. Rekor pertemuan yang begitu timpang di Craven Cottage memberikan landasan taktis yang kuat, namun sepak bola selalu menuntut eksekusi di lapangan, bukan sekadar deretan angka di atas kertas.

Sisi yang patut diwaspadai adalah potensi jebakan rasa percaya diri berlebihan dari kubu tamu. Fulham baru saja meraih kemenangan 3-2 atas West Ham United di Carabao Cup, sebuah sinyal bahwa moral pemain tuan rumah tidak sepenuhnya runtuh meski catatan liga mereka buruk. Jika lini pertahanan MU kembali menunjukkan kerapuhan seperti saat kebobolan tiga gol dari Brighton, dominasi historis tidak akan berarti apa-apa.

Langkah logis selanjutnya bagi Carrick adalah menyederhanakan pendekatan taktis. Fokus utama harus diarahkan pada penguasaan area tengah dan menekan lini belakang Fulham yang terbukti rapuh dengan hanya mencetak 6 gol dalam 10 laga kandang melawan MU. Kemenangan di laga ini bukan sekadar soal tiga poin, melainkan fondasi mutlak untuk menjaga ambisi mengakhiri puasa gelar 14 tahun di Premier League.

Meow! Tanya Nesi!
😸