Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Bos BYD Dipertimbangkan Ikut Xi Jinping ke AS Meski Masuk Daftar Hitam Pentagon

OtomotifDoni SuryaDoni SuryaSumber: CNN Otomotif
Doni Surya
Doni Surya
Reviewer Mobil

Mengupas tuntas performa mobil terbaru dan memberikan tips otomotif terpercaya.

Bos BYD Dipertimbangkan Ikut Xi Jinping ke AS Meski Masuk Daftar Hitam Pentagon
BAGIKAN:

Eksekutif BYD, produsen kendaraan listrik (EV) terkemuka China, dipertimbangkan untuk bergabung dalam delegasi bisnis yang mendampingi Presiden China Xi Jinping dalam kunjungan ke Washington, Amerika Serikat. Rencana ini terungkap dari dua sumber dan lima orang lain yang mengetahui hal tersebut, sebagaimana dikutip Reuters pada Jumat (18/9). Kehadiran perwakilan dari perusahaan yang masuk daftar hitam Pentagon ini menandai dinamika diplomasi ekonomi yang kompleks di tengah ketegangan regulasi kedua negara.

Washington dan Beijing saat ini sedang memfinalisasi susunan kelompok pemimpin bisnis China untuk kunjungan bersejarah itu. Tiga sumber menyatakan bahwa undangan final akan dikirimkan dalam beberapa hari ke depan, meskipun anggota delegasi belum sepenuhnya ditetapkan. Departemen Luar Negeri AS diperkirakan akan menyetujui penerbitan visa bagi para eksekutif tersebut. Selain BYD, nama-nama besar lain yang dipertimbangkan meliputi Xiaomi, raksasa baterai CATL dan Gotion, Hisense, Wanxiang Group, Bank of China, serta konglomerat pertanian COFCO Group.

Situasi ini menjadi tidak biasa mengingat kewaspadaan Washington terhadap investasi China dan pengawasan ketat Beijing atas sektor swasta. Xi Jinping berencana membawa perusahaan-perusahaan yang menghadapi sanksi, masuk daftar hitam, atau tekanan regulasi lainnya dari AS. Langkah ini secara strategis menyerupai keputusan mantan Presiden Trump yang membawa eksekutif perusahaan AS yang diawasi China saat berkunjung ke Beijing pada Mei 2026 lalu. Delegasi bisnis China kemungkinan akan berukuran serupa dengan rombongan Trump demi prinsip timbal balik.

Kontroversi menyelimuti beberapa nama dalam daftar potensial tersebut. CATL dan BYD masing-masing masuk dalam daftar hitam Pentagon pada Januari 2025 dan Juni 2026 terkait dugaan hubungan dengan militer China. Sementara itu, Gotion tengah menggugat Green Charter Township di Michigan karena dituduh menghalangi rencana pabrik komponen EV senilai US$2,36 miliar atau sekitar Rp42 triliun. Wanxiang Group juga memiliki rekam jejak hukum di AS setelah sepakat membayar lebih dari US$53 juta pada Desember 2025 untuk menyelesaikan kasus bea masuk dan antidumping.

Di tengah ketegangan ini, aturan era Biden akan melarang produsen terkait China menjual kendaraan penumpang terhubung baru di AS mulai tahun model 2027, termasuk kendaraan yang dirakit di AS. Washington juga telah mengenakan tarif 100 persen pada EV China. Meskipun produsen mobil AS mendesak agar pasar tidak dibuka bagi kompetitor dari Negeri Tirai Bambu, Trump menyatakan pekan lalu bahwa ia akan mendukung perusahaan China yang membangun mobil di AS. Para eksekutif China diperkirakan hadir di jamuan kenegaraan Gedung Putih, namun tidak dijadwalkan bertemu dengan lembaga kajian atau kelompok bisnis.

Analisis Redaksi

Langkah mempertemukan eksekutif dari perusahaan yang bersengketa dengan regulator AS merupakan sinyal pragmatis dari kedua pemerintahan. Ini menunjukkan bahwa despite retorika keras mengenai keamanan nasional, kepentingan ekonomi tetap menjadi jangkar utama hubungan bilateral. Dengan membawa perusahaan seperti BYD dan CATL yang berada di bawah sorotan ketat, Beijing mengirimkan pesan bahwa isolasi ekonomi total tidak mungkin dilakukan tanpa biaya tinggi bagi industri teknologi global.

Namun, publik perlu mewaspadai bahwa kehadiran mereka di Washington tidak serta merta mencabut sanksi atau daftar hitam yang ada. Pertemuan ini lebih bersifat simbolis untuk menjaga jalur komunikasi terbuka menjelang negosiasi penting seperti kesepakatan Board of Trade dan perpanjangan gencatan dagang. Ketegangan struktural antara keamanan nasional AS dan ambisi industri China akan tetap berlanjut, terlepas dari jabat tangan di Gedung Putih.

Meow! Tanya Nesi!
😸