Audi Marissa Terjebak Ombak Tinggi Saat Syuting POTE, Proses Rias Karakter Pote Habiskan Empat Jam
Menyajikan ulasan tajam seputar film lokal, internasional, dan dunia perfilman.

Aktor Audi Marissa menghadapi medan hutan miring dan ombak laut tinggi yang sempat menghalangi kepulangannya saat menjalani syuting serial horor orisinal POTE. Pengalaman produksi penuh tekanan itu ia beberkan secara terbuka dalam konferensi pers di CGV FX Sudirman, Jakarta, Sabtu (19/9/2026). Sebagai pemeran dokter muda bernama Sarah, ini menjadi proyek horor pertama yang menuntut stamina fisik sekaligus kedalaman emosi dari perempuan tersebut.
Serial delapan episode ini memaksa seluruh pemain dan kru bekerja ekstra keras. Lokasi pengambilan gambar tidak ada yang ramah bagi tim produksi. Audi sendiri mengakui bahwa mengeksplorasi sisi drama maupun tantangan fisik sama-sama menguras tenaga. Ia justru menaruh kekaguman besar pada kerja keras kru di balik layar yang harus menaklukkan kontur alam yang tidak bersahabat.
"Dari emosional sudah pasti karena kita kembangin dramanya. Dari fisik udah pasti, karena dari lokasi dan set gak ada yang gampang. Aku yang amaze dari timnya. Itu hutan medannya udah begini (miring) jadi kalo miring dikit jatuh," kata Audi Marissa. Kalimat itu menggambarkan betapa tipis batas antara keselamatan dan kecelakaan selama proses syuting berlangsung di tengah hutan.
Tantangan berpindah ke atas air. Audi menceritakan pengalamannya beradegan di atas perahu dengan kondisi laut yang tidak selalu bersahabat. Ia mengaku berpegangan erat karena rasa takut yang menyergap. Situasi memuncak ketika ombak tinggi membuat para pemain dilarang meninggalkan lokasi syuting demi alasan keamanan. Tekanan itu justru mereka jadikan bahan bakar untuk memberikan penampilan terbaik.
"Ada beberapa scene juga yang kita nggak boleh pulang karena ombaknya tinggi jadi kita berusaha banget masih yang terbaik, dan terimakasih banget sama semuanya jadi selama syuting walaupun menakutkan tapi kebawa fun," ucap Audi Marissa. Dedikasi semacam ini jarang terdengar dari mulut aktor yang terbiasa bekerja di studio nyaman dengan pendingin ruangan.
Keseriusan produksi juga terlihat pada sosok antagonis utama. Daniel Eka Putra, pemeran Pote, harus duduk di kursi rias hingga empat jam setiap kali pengambilan gambar. Detail bentuk karakter Pote, terutama saat kamera mengambil bidikan jarak dekat (close up), menjadikan tata rias sebagai elemen krusial. Deputy CEO VISION+ sekaligus CEO V+Short, Clarissa Tanoesoedibjo, melihat potensi naratif yang panjang dari entitas pendendam tersebut.
"Pote secara karakter juga unik, jadi bisa ditarik ulur selama 8 episode," ujar Clarissa. Pernyataan ini mengisyaratkan bahwa platform streaming lokal mulai berani membangun mitologi karakter horor yang kompleks alih-alih sekadar mengandalkan efek kejut murahan. Selebriti yang terlibat pun dituntut menyesuaikan diri dengan standar produksi yang lebih ketat.
Cerita POTE berpusat pada lima dokter muda yang datang ke Pulau Marunda untuk membantu warga terserang wabah misterius. Di pulau itu, arwah Cornelius bangkit sebagai Pote, membawa kutukan mematikan: siapa pun yang melihat kematian seseorang akan menjadi target berikutnya. Sarah bersama Keira, dokter berkemampuan indigo, berjuang memutus rantai kutukan. Serial ini tayang perdana di VISION+ sejak 19 September 2026 dengan merilis episode 1 dan 2, dilanjutkan setiap Sabtu hingga episode 8. Selain Audi, deretan nama seperti Dito Darmawan, Fandy Christian, Kiara Mckenna, Fergie Brittany, dan Meisya Amira turut memperkuat jajaran pemain. Produksi skala ini membuktikan industri serial orisinal digital Indonesia terus mematangkan kualitas teknis dan narasinya.
Analisis Redaksi
Keputusan tim produksi POTE memilih lokasi syuting ekstrem seperti hutan miring dan perairan berombak tinggi menunjukkan pergeseran paradigma dalam pembuatan konten horor digital di Indonesia. Platform streaming kini tidak lagi puas dengan latar belakang layar hijau yang terasa artifisial. Mereka mengejar otentisitas visual yang hanya bisa didapat dari interaksi langsung aktor dengan alam liar, meskipun risikonya adalah penundaan jadwal akibat faktor cuaca seperti larangan pulang karena ombak tinggi.
Durasi tata rias empat jam untuk karakter Daniel Eka Putra patut dicatat sebagai indikator keseriusan investasi produksi. Dalam genre horor, kekuatan monster sangat bergantung pada detail visual yang meyakinkan penonton tanpa membuatnya tertawa karena efek yang murahan. Jika VISION+ mampu mempertahankan konsistensi kualitas ini lewat pernyataan Clarissa Tanoesoedibjo tentang potensi karakter yang bisa "ditarik ulur", bukan tidak mungkin waralaba POTE akan diperpanjang melampaui delapan episode awal.
Satu hal yang perlu diwaspadai oleh rumah produksi ke depan adalah protokol keselamatan kerja. Pengakuan Audi Marissa tentang kru yang nyaris jatuh di hutan miring dan pemain yang tertahan di lokasi karena ombak tinggi seharusnya memicu evaluasi standar operasional prosedur. Langkah logis selanjutnya bagi platform seperti VISION+ adalah mewajibkan kehadiran tim mitigasi risiko khusus di setiap proyek syuting luar ruang, agar ambisi artistik tidak dibayar mahal dengan keselamatan nyawa pekerja seni.

