Pemkot Makassar Bangun Ranch Sapi dan Perbaiki Sistem Air Lindi di TPA Tamangapa

Pemerintah Kota Makassar resmi menata ratusan sapi ternak yang sebelumnya berkeliaran liar di kawasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa, Antang, dengan membangun area penangkaran sementara atau ranch sekaligus membenahi sistem pengelolaan air lindi.
Langkah strategis ini diambil Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin atau akrab disapa Appi, untuk memastikan ternak tidak lagi mengonsumsi sampah campuran yang berisiko bagi kesehatan hewan maupun lingkungan sekitar. Dalam keterangan persnya pada Kamis (17/9), Appi menegaskan bahwa lokasi kandang baru tersebut dirancang agar pakan sapi berasal dari hasil pemilahan sampah organik rumah tangga dan pasar, bukan dari tumpukan sampah sembarangan.
Penataan kawasan gunungan sampah ini tidak sekadar berfungsi sebagai tempat pemeliharaan, melainkan berpotensi dikembangkan menjadi ruang transaksi ternak terpusat. Appi menyoroti kedekatan lokasi TPA dengan Rumah Potong Hewan (RPH) sebagai nilai tambah efisiensi bagi para peternak. "Kalau mau beli sapi, transaksinya bisa di sini. Tinggal dilihat mana yang cocok," ujar Appi, mengisyaratkan berakhirnya praktik jual beli di pinggir jalan yang selama ini mengganggu ketertiban umum.
Demi mendukung operasional ranch tersebut, Appi memerintahkan PD Pasar dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk menghitung cermat kebutuhan pakan harian serta menggunakan material area yang mudah dibersihkan. Instruksi ini bertujuan agar seluruh ternak yang masih berkeliaran dapat ditarik secara bertahap ke dalam kawasan ranch tanpa ada kekurangan pasokan makanan, sehingga pola pengelolaan menjadi lebih terukur dan menguntungkan bagi pemilik sapi.
Di sisi lain, pembenahan fisik TPA Tamangapa juga merambah pada penerapan konsep sanitary landfill yang lebih ketat, termasuk penguatan pengolahan air lindi menggunakan teknologi EcoTru dan penambahan unit pengolahan baru. Pipa-pipa khusus telah dipasang di area timbunan untuk mengalirkan gas metana hasil pembusukan sampah, sebuah upaya preventif agar limbah cair dan gas berbahaya tidak meluap mencemari wilayah permukiman warga di sekitarnya.
Analisis Redaksi
Kebijakan mengintegrasikan peternakan sapi ke dalam ekosistem TPA merupakan terobosan logis yang mengubah paradigma pengelolaan sampah dari beban menjadi sumber daya. Dengan memanfaatkan sampah organik terpilah sebagai pakan, Pemkot Makassar secara langsung mengurangi volume timbunan akhir sekaligus menekan biaya operasional peternak, menciptakan simbiosis mutualisme antara urusan kebersihan kota dan ekonomi rakyat.
Namun, keberhasilan jangka panjang skema ini sangat bergantung pada kedisiplinan masyarakat dalam memilah sampah dari sumbernya, yakni rumah tangga. Tanpa partisipasi aktif warga dalam memisahkan organik dan anorganik, suplai pakan berkualitas untuk ranch akan terganggu, dan beban TPA akan kembali menumpuk melebihi kapasitas desain sistem sanitary landfill yang baru dibangun.
Langkah Appi ini juga mengirimkan sinyal kuat bahwa modernisasi infrastruktur pengolah limbah harus berjalan beriringan dengan pengaturan tata niaga sektor informal. Jika ruang transaksi ternak di dalam TPA benar-benar hidup, maka potensi konflik sosial akibat sapi liar dan pedagang aspal di pinggiran jalan dapat dihilangkan secara permanen, memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga Kecamatan Manggala.
BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Ditlantas Polda Metro Buka Dua Gerai SIM Keliling di Jakarta pada Minggu

Polda Metro Siagakan Lima Kantong Parkir Besar untuk Jaga Ketertiban Apel Akbar Palestina di Monas

Kapolda Metro Tekankan Penataan Lingkungan sebagai Kunci Akar Permasalahan Narkoba di Kampung Muara Bahari
