Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Makassar Sabet Dua Penghargaan Kemendagri untuk Program Rumah dan Layanan Pendidikan

Berita DaerahSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Makassar Sabet Dua Penghargaan Kemendagri untuk Program Rumah dan Layanan Pendidikan
BAGIKAN:

Pemerintah Kota Makassar memborong dua penghargaan sekaligus pada ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Sulawesi yang digelar Kementerian Dalam Negeri di Makassar, Jumat (18/9) malam. Capaian ini diraih atas keberhasilan kota tersebut menjalankan Implementasi Program 3 Juta Rumah serta memperkuat Akses Terhadap Layanan Pendidikan bagi warganya.

Dua kategori berbeda menempatkan Makassar di posisi puncak regional. Untuk kategori Implementasi Program 3 Juta Rumah, Makassar keluar sebagai kota terbaik pertama dan langsung mendapatkan bantuan untuk 300 unit rumah. Sementara pada kategori Akses terhadap Layanan Pendidikan, kota ini meraih posisi terbaik kedua dan menerima apresiasi berupa dana sebesar Rp1,5 miliar.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifudiin (Appi), menilai penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas kinerja jajarannya dalam memenuhi layanan dasar masyarakat. Ia menegaskan bahwa fokus utama pemerintah adalah memastikan pelayanan berjalan tepat sasaran. "Pelayanan yang dilakukan pemerintah untuk memastikan layanan-layanan dasar itu bisa sampai dengan baik ke masyarakat," kata Munafri usai menerima penghargaan.

Capaian ini tidak lantas membuat Pemkot Makassar berpuas diri. Appi menyebut dana dan bantuan fisik yang diterima akan langsung diarahkan pada titik-titik rawan pelayanan. Pada sektor pendidikan, perhatian khusus akan diberikan kepada wilayah kepulauan yang selama ini memiliki tantangan akses tinggi. "Bagaimana mengelola pendidikan yang ada di pulau terpencil, memperhatikan tenaga-tenaga pendidik, infrastruktur pendidikan. Ini yang harus kita genjot untuk memastikan layanan ini benar-benar bisa diterima manfaatnya oleh masyarakat yang ada di Kota Makassar," tuturnya.

Bantuan 300 unit rumah juga bukan sekadar angka seremonial. Appi menjelaskan secara gamblang bahwa seluruh unit tersebut diperuntukkan bagi program bedah rumah. "Itu 300 unit adalah bedah rumah," kata Appi. Langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan antara pemerintah pusat dan daerah dalam menyediakan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah melalui perluasan cakupan Program 3 Juta Rumah.

Di luar dua sektor yang baru saja diganjar penghargaan, Appi membuka peta jalan pelayanan dasar lainnya yang akan segera digenjot. Ia menyoroti pengelolaan sampah dan lingkungan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) serta peningkatan kualitas layanan kesehatan. "Pemerintah Kota Makassar terus akan meningkatkan pola-pola pelayanan yang ada. Tadi ada tentang gerakan ASRI. Ya kita akan mencoba bagaimana kita mengelola lingkungan yang ada di Kota Makassar. Yang lain juga harus ditingkatkan," ujar Appi.

Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, yang hadir memberikan penghargaan menjelaskan bahwa ajang ini merupakan bagian dari program pemberian insentif fiskal kepada pemerintah daerah. Tito melihat ajang ini sebagai tolok ukur kompetensi kepemimpinan kepala daerah di seluruh Indonesia. "Dan juga ini menjadi bukti malam ini bahwa cukup banyak kepala-kepala daerah yang bagus-bagus," katanya. Ia meminta para penerima agar memanfaatkan anggaran tersebut sebaik mungkin. "Bagi yang sudah dapat, manfaatkan anggaran tersebut, pertahankan prestasinya," pungkas Mendagri.

Analisis Redaksi

Penghargaan ganda yang diraih Makassar menunjukkan pergeseran prioritas pembangunan daerah yang mulai menyentuh akar persoalan warga. Bantuan 300 unit bedah rumah dan dana Rp1,5 miliar untuk pendidikan bukan sekadar insentif fiskal biasa. Angka-angka ini merepresentasikan tanggung jawab konkret yang harus dieksekusi oleh birokrasi tanpa boleh tersandung masalah administrasi maupun kebocoran anggaran di lapangan.

Fokus Appi pada wilayah kepulauan terpencil patut dicermati lebih jauh. Selama ini, ketimpangan fasilitas pendidikan antara daratan utama dan pulau-pulau kecil di sekitar Makassar kerap luput dari radar kebijakan. Pernyataan sang wali kota soal penataan tenaga pendidik dan infrastruktur di area tersebut menjadi janji politik yang terukur. Keberhasilan mengeksekusi janji ini akan menentukan apakah penghargaan dari Kemendagri tersebut benar-benar berdampak pada kehidupan warga atau hanya berhenti sebagai piagam pajangan di kantor balai kota.

Komitmen memperluas layanan ke sektor pengelolaan sampah melalui gerakan ASRI dan perbaikan fasilitas kesehatan mengindikasikan bahwa Pemkot Makassar menyadari kelemahan mereka di luar dua kategori yang menang. Tantangan sesungguhnya ada pada konsistensi eksekusi lintas dinas. Insentif fiskal dari pusat hanya akan bermakna jika pemerintah daerah mampu menerjemahkannya menjadi perubahan fisik yang dirasakan langsung oleh masyarakat paling bawah sebelum tahun anggaran berakhir.

BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Meow! Tanya Nesi!
😸