Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

CEO Hyundai Peringatkan AS Kebanjiran Mobil China Jika Tarif Dihilangkan

OtomotifDoni SuryaDoni SuryaSumber: CNN Otomotif
Doni Surya
Doni Surya
Reviewer Mobil

Mengupas tuntas performa mobil terbaru dan memberikan tips otomotif terpercaya.

CEO Hyundai Peringatkan AS Kebanjiran Mobil China Jika Tarif Dihilangkan
BAGIKAN:

José Muñoz, CEO Hyundai Motor, memberikan peringatan keras bahwa Amerika Serikat berpotensi dibanjiri gelombang impor mobil dari Tiongkok apabila Washington mencabut tarif dan pengaman akses pasar yang saat ini berlaku. Pernyataan tersebut disampaikan Muñoz di San Jose, California, pada Kamis (17/9), sebagai respons terhadap dinamika perdagangan otomotif global yang kian memanas.

Muñoz secara eksplisit merujuk pada situasi yang telah terjadi di Eropa, di mana produsen mobil Tiongkok berhasil mengikis pangsa pasar serta profitabilitas pabrikan mapan seperti Hyundai dan Volkswagen. Strategi utama mereka adalah menawarkan harga jual yang jauh lebih rendah dibandingkan pesaing, sebuah taktik yang terbukti efektif mendominasi konsumen meskipun Uni Eropa telah menerapkan tarif atau komitmen harga minimum atas kendaraan listrik (EV) buatan Tiongkok.

Data menunjukkan ketajaman serangan harga tersebut. Muñoz mencatat bahwa kendaraan buatan Tiongkok dijual 30 persen hingga 40 persen lebih murah daripada model pesaing di sejumlah pasar kunci Eropa, termasuk Italia, Spanyol, dan Prancis. Diskon agresif ini tetap berlangsung meski Brussels menyimpulkan bahwa EV Tiongkok diuntungkan oleh subsidi negara yang tidak adil, membuktikan bahwa struktur biaya produksi mereka memiliki keunggulan kompetitif yang sulit ditandingi.

Dampaknya terlihat jelas dalam statistik penjualan. Menurut asosiasi produsen mobil Eropa (ACEA), pangsa mobil bermerek Tiongkok di UE naik menjadi lebih dari 9 persen pada semester I 2026. Situasi bahkan lebih parah di Inggris, yang belum memberlakukan tarif serupa. Asosiasi industri SMMT mencatat pangsa pasar merek Tiongkok di Inggris telah mencapai 15 persen dari registrasi mobil baru. Muñoz menggambarkan Inggris, yang dulu merupakan pasar sangat menguntungkan, kini kondisinya "telah menjadi seperti China".

Di sisi lain, Amerika Serikat saat ini secara efektif memblokir impor EV Tiongkok dengan mengenakan tarif sekitar 100 persen. Namun, ancaman tetap ada jika kebijakan ini berubah. Presiden Donald Trump baru-baru ini menyatakan kepada Fox News bahwa ia akan menyambut produsen mobil Tiongkok jika mereka membangun pabrik di AS. Peringatan Muñoz ini sejalan dengan kekhawatiran Ford, di mana CEO Jim Farley pada Juli 2026 telah memberi tahu karyawan bahwa perusahaan bersiap menghadapi masuknya produsen Tiongkok ke AS dalam 5 sampai 10 tahun ke depan.

Di tengah tekanan kompetisi global tersebut, Hyundai juga melakukan penyesuaian strategi teknologi internal. Perusahaan menunda peluncuran sistem bantuan pengemudi canggih (ADAS) Level 2++ buatan sendiri dari target akhir 2027 menjadi akhir 2029. Muñoz menjelaskan bahwa penundaan ini diperlukan untuk mengumpulkan data dan memvalidasi kinerja keselamatan secara lebih ketat. Sebagai gantinya, Hyundai bermitra dengan Nvidia untuk meluncurkan kendaraan berperangkat Level 2+ dan Level 2++ pada 2028.

Analisis Redaksi

Peringatan Muñoz bukan sekadar keluhan bisnis, melainkan sinyal darurat bagi pembuat kebijakan di Washington. Ketahanan tarif 100 persen saat ini adalah satu-satunya bendungan yang menahan arus deras produk otomotif Tiongkok yang disubsidi besar-besaran. Jika bendungan ini jebol, atau jika insentif lokal diberikan terlalu longgar bagi pabrikan Tiongkok yang berproduksi di AS, struktur industri otomotif Amerika bisa mengalami disrupsi mirip apa yang dialami Eropa. Pangsa pasar 15 persen di Inggris adalah contoh nyata bagaimana harga murah dapat dengan cepat mengubah preferensi konsumen.

Strategi Hyundai yang menunda pengembangan ADAS mandiri dan beralih ke kemitraan dengan Nvidia menunjukkan realisme industri yang patut dicatat. Pengakuan Muñoz bahwa "teknologi Anda tidak bagus, mungkin Anda perlu mencoba kemitraan" adalah refleksi jujur tentang kompleksitas ekosistem perangkat lunak kendaraan modern. Ini menegaskan bahwa persaingan masa depan bukan hanya soal harga baterai atau baja, tetapi juga kecepatan adopsi teknologi digital. Kolaborasi menjadi jalan keluar pragmatis ketika inovasi internal membutuhkan waktu validasi yang terlalu lama untuk mengejar ketertinggalan.

BERITA TERKAIT (Otomotif)

Meow! Tanya Nesi!
😸