⚠️INFO GEMPA BUMI: Magnitudo 5.1 di 19 km WNW of Tomohon, Indonesia pada 2/11/2026, 15.13.14. Baca peringatan dan analisis selengkapnya.
Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Air Cisadane Susut 1,5 Meter di Bendung Pasar Baru, Kualitas Air Baku Turun dan Warga Terima Pasokan Keruh

Berita DaerahBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Nasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Air Cisadane Susut 1,5 Meter di Bendung Pasar Baru, Kualitas Air Baku Turun dan Warga Terima Pasokan Keruh
BAGIKAN:

Permukaan Sungai Cisadane di kawasan Bendung Pasar Baru, Kota Tangerang, Banten, menyusut cukup signifikan akibat kemarau berkepanjangan hingga memaksa pengelola menutup seluruh pintu air. Penyusutan ini tidak hanya mengancam cadangan air baku, tetapi juga menurunkan kualitas air yang berubah menjadi hijau kehitaman serta mengeluarkan bau tidak sedap.

Pantauan CNNIndonesia.com pada Jumat (18/9) siang kemarin memperlihatkan kondisi sungai di belakang Pintu Air 10 yang mengalami penyusutan drastis. Bebatuan besar yang biasanya tersembunyi di dasar sungai kini terlihat jelas dari permukaan. Data resmi Bendung Pasar Baru mencatat tinggi muka air di depan Pintu Air 10 berada di level 10,95 meter. Angka tersebut merosot jauh dibandingkan elevasi normal yang seharusnya mencapai 12,45 meter. Sementara itu, tinggi muka air di belakang Pintu Air 10 tercatat hanya sekitar 5,50 meter.

Penutupan seluruh pintu air, termasuk Pintu Air 10, telah berlangsung selama sekitar satu bulan terakhir. Langkah ini diambil untuk menjaga ketinggian air agar tetap tersedia sebagai sumber air baku bagi kebutuhan pengolahan air bersih. Tanpa pasokan yang mengalir ke wilayah hilir, genangan air di belakang bendungan justru berubah warna menjadi hijau kehitaman dan menimbulkan bau menyengat.

Kondisi ini langsung dirasakan oleh masyarakat yang bergantung pada jaringan pipa pemerintah daerah. Salah seorang warga, Bambang, mengatakan kualitas air bersih yang dipasok belakangan dinilai kurang baik. Menurutnya, air yang diterima warga berwarna kuning dan keruh. Air sumur di sekitar lokasi pun dianggap kurang layak digunakan untuk kebutuhan mandi dan mencuci. "PDAM airnya kurang bagus, agak kuning, agak bau lagi. Keuntungannya orang-orang sekitar sini pada mancing, ngejaring. Itu berkahnya air Cisadane kering," ujar Bambang.

Ironisnya, penyusutan debit sungai justru dimanfaatkan sejumlah warga sekitar untuk memancing dan menjaring ikan di area bebatuan yang mengering. Proses penyusutan tinggi muka air Sungai Cisadane ini tidak terjadi dalam semalam, melainkan berlangsung secara bertahap dalam tiga bulan terakhir seiring minimnya curah hujan di wilayah tersebut.

Ancaman krisis air bersih masih membayangi jika cuaca tidak segera berubah. Kondisi penyusutan diperkirakan masih dapat berlanjut apabila tidak terjadi hujan atau tambahan pasokan air dari wilayah hulu, yakni Bendung Batu Belah, Bogor, Jawa Barat. Ketergantungan pada pasokan hulu ini menempatkan Tangerang dalam posisi rentan selama musim kemarau belum berakhir.

Analisis Redaksi

Penyusutan elevasi dari 12,45 meter menjadi 10,95 meter di depan Pintu Air 10 bukan sekadar angka teknis hidrologi. Selisih 1,5 meter itu merepresentasikan ancaman langsung terhadap ketahanan air bersih bagi ribuan warga Kota Tangerang. Ketika pengelola bendungan memilih menutup aliran ke hilir demi menyelamatkan cadangan air baku, mereka sebenarnya sedang membeli waktu. Namun, strategi menahan air ini terbukti membawa konsekuensi baru berupa stagnasi yang merusak kualitas air itu sendiri.

Keluhan Bambang tentang air PDAM yang menguning dan berbau merupakan indikator kuat bahwa instalasi pengolahan air minum milik pemerintah daerah mulai kewalahan menghadapi penurunan kualitas bahan baku. Air yang sudah berubah hijau kehitaman tentu membutuhkan proses filtrasi dan koagulasi yang lebih berat. Jika fasilitas pengolahan tidak ditingkatkan kapasitasnya untuk merespons anomali kualitas air ini, distribusi air keruh ke rumah-rumah warga akan terus berulang sepanjang kemarau.

Mata rantai pasokan air Cisadane sangat bergantung pada kiriman dari Bendung Batu Belah di Bogor. Tanpa intervensi pelepasan air dari hulu atau datangnya hujan, skenario terburuknya adalah habisnya cadangan di kolam retensi Bendung Pasar Baru. Pemerintah daerah perlu segera menyiapkan rencana kontinjensi distribusi air bersih menggunakan mobil tangki sebelum keluhan warga berubah menjadi krisis kesehatan publik yang lebih luas.

Meow! Tanya Nesi!
😸