Pemkab Klaten Gelar Integrity Fun Day di CFD, Kampanyekan Antikorupsi ke Tingkat Pelajar

Berita Daerah
Siti RahmawatiSiti Rahmawati
Sumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Pemkab Klaten Gelar Integrity Fun Day di CFD, Kampanyekan Antikorupsi ke Tingkat Pelajar
BAGIKAN:

Inspektorat Kabupaten Klaten menggelar Integrity Fun Day di area Car Free Day, Minggu (13/09), sebagai rangkaian Pariwara Antikorupsi yang menargetkan terwujudnya tata kelola pemerintahan bersih di wilayah ini. Kegiatan yang berupa senam dan bersepeda bersama itu melibatkan perangkat daerah, TP PKK, DWP Klaten, hingga masyarakat umum yang berkumpul sejak pagi.

Inspektur Kabupaten Klaten Agus Suprapto menegaskan bahwa gerakan moral ini bukan sekadar upacara formalitas, melainkan upaya konkret menuju Klaten bebas dari korupsi. "Kegiatan pariwara antikorupsi ini adalah suatu kegiatan gerakan moral bagaimana di seluruh Indonesia termasuk Kabupaten Klaten, ini adalah menuju tata kelola pemerintahan yang baik yaitu mewujudkan Klaten bebas dari korupsi," kata Agus di tengah hiruk pikuk peserta CFD.

Lebih dari sekadar menjaga kebugaran jasmani, agenda ini dirancang untuk memperkokoh komitmen integritas di setiap lapisan perangkat dan masyarakat. Menurut Agus, integritas diuji pada kemampuan menolak praktik korupsi yang selama ini meresap di sela-sela birokrasi. "Integritas itu salah satunya adalah bagaimana kita bisa menolak praktik-praktik korupsi yang ada di Kabupaten Klaten, untuk menuju Kabupaten Klaten tata kelola yang baik dan bersih," tambahnya dengan nada tegas.

Komposisi peserta menunjukkan strategi regenerasi yang sengaja dirancang oleh Inspektorat. Barisan penyuluh antikorupsi, jajaran Inspektorat Daerah, dan Dinas Pendidikan berbaris bersama Duta Integritas yang diwakili ketua OSIS seluruh SMP negeri se-Klaten. Kehadiran perwakilan Mas dan Mbak Kabupaten Klaten serta warga yang berkomitmen melengkapi mozaik dukungan lintas generasi.

Involusi pelajar sebagai duta integritas menandakan kesadaran Pemkab bahwa pencegahan korupsi harus dimulai dari pendidikan karakter dini. Dinas Pendidikan tidak hanya jadi pelengkap, tapi jadi ujung tombak menanamkan nilai anti gratifikasi ke generasi penerus bangsa. Langkah ini cermat, mengingat budaya korupsi sering kali bermula dari normalisasi praktik kecurangan kecil di lingkungan sekolah.

Untuk masyarakat Klaten, kehadiran pejabat tinggi seperti Inspektur di tengah warga saat CFD membangun citra keterbukaan yang jarang terlihat di daerah lain. Interaksi langsung antara pengawas internal dan publik di ruang terbuka ini memecah ketakutan masyarakat untuk melapor. Sinyal positif ini butuh diikuti proteksi pelapor yang nyata, bukan hanya jargon di banner kampanye.

Analisis Redaksi

Makna Peristiwa: Integrity Fun Day ini cerdas memanfaatkan ruang publik CFD sebagai arena pendidikan anti-korupsi yang inklusif. Penempatan pelajar OSIS sebagai Duta Integritas bukan sekadar simbolis, tapi investasi jangka panjang untuk membangun "kekebalan moral" generasi muda sebelum mereka masuk ke birokrasi. Pemkab Klaten melalui Inspektorat tampak memahami bahwa pencegahan (prevention) lebih murah dan efektif dibanding penindakan (repression) yang hingga kini masih jadi andalan utama Inspektorat Kabupaten Klaten.

Apa yang Perlu Diwaspadai: Resiko terbesar adalah kegiatan ini berhenti sebagai "event tahunan" tanpa follow up sistematis. Komitmen integritas yang dikampanyekan Agus Suprapto harus diterjemahkan ke kebijakan konkret: transparansi pengadaan barang/jasa, proteksi whistleblower yang hukum, dan sanksi tegas bagi pelaku gratifikasi di lingkungan OPD. Jika Pariwara Antikorupsi hanya bersifat seremonial di CFD, kepercayaan publik justru akan erosi karena terasa dipersulap.

Langkah Selanjutnya: Secara logis, Inspektorat harus merangkai jejaring Duta Integritas OSIS ini ke dalam program pembinaan berkelanjutan, bukan sekali jumpa. Perlu ada mekanisme monitoring integritas di setiap unit kerja perangkat daerah yang melibatkan pengawasan masyarakat nyata. Langkah nyata berikutnya yang paling kritis adalah membuka akses informasi publik terkait hasil pengawasan internal, agar kampanye "Klaten bebas korupsi" memiliki bukti empiris, bukan hanya narasi di mikrofon CFD.

Meow! Tanya Nesi!
😸