Mimpi Saat Demam Terasa Aneh, Ini Penjelasan Ilmiah di Balik Fenomena Itu

Kesehatan
Siti RahmawatiSiti Rahmawati
Sumber: Antara News
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Mimpi Saat Demam Terasa Aneh, Ini Penjelasan Ilmiah di Balik Fenomena Itu
BAGIKAN:

Suhu tubuh yang melonjak saat demam mengganggu aktivitas otak hingga memicu mimpi yang terasa lebih aneh, jernih, dan sering menakutkan dibandingkan tidur normal. Fenomena yang kerap dialami hampir semua orang ini kini mendapat penjelasan ilmiah dari para ahli saraf dan tidur.

Penelitian menunjukkan peningkatan suhu inti tubuh bahkan hanya satu derajat Celsius saja sudah cukup mengubah pola gelombang otak saat fase Rapid Eye Movement (REM), tahap di mana mimpi paling intens terjadi. Otak yang "terbakar" demam ini justru menjadi hiperaktif di bagian-bagian yang mengatur emosi dan visualisasi, sementara area logika dan kontrol diri justru melemah.

Dokter spesialis saraf dari sebuah rumah sakit rujukan nasional menjelaskan, saat demam, tubuh memproduksi sitokin sebagai respons imun. Zat kimia ini tidak hanya memicu peradangan, tapi juga menembus batik darah-otak dan mengganggu neurotransmitter seperti serotonin dan dopamin yang mengatur suasana hati dan persepsi realitas saat mimpi.

Pengalaman subjektif pasien bervariasi: ada yang melaporkan mimpi berulang dengan alur yang sama persis selama demam tinggi, ada yang merasa terjebak dalam narasi absurd tanpa logika, dan tidak sedikit yang bangun dalam kondisi bingung membedakan mimpi dan kenyataan selama beberapa menit. Gejala ini medicalnya disebut fever dream atau mimpi demam.

Para pakar menegaskan fenomena ini umumnya harmless dan akan hilang begitu suhu tubuh turun normal. Namun, mereka mengingatkan agar orang tua tidak panik jika anak-anak mengalami night terror atau bangun tersentak menangis saat demam, karena respons otak pada usia anak memang lebih sensitif terhadap fluktuasi suhu.

Analisis Redaksi

Penjelasan ilmiah ini menjawab rasa penasaran kolektif yang selama ini hanya dibicarakan di percakapan santai atau forum kesehatan daring. Fakta bahwa sitokin imun bisa menembus batik darah-otak dan mengubah kimia mimpi membuka pemahaman baru: demam bukan sekadar gejala fisik, tapi peristiwa neurologis sistemik.

Yang perlu diwaspadai bukan mimpi aneh itu sendiri, tapi ketidaktahuan publik yang sering mengaitkannya dengan hal mistis atau gangguan jiwa. Edukasi berbasis sains seperti ini krusial agar masyarakat tidak salah tanggap dan justru mengabaikan penanganan demam yang sebenarnya lebih mendesak: hidrasi, antipiretik, dan mencari penyebab infeksinya.

Langkah logis selanjutnya adalah perlunya studi lebih lanjut apakah pola mimpi demam bisa jadi indikator klinis tambahan untuk menilai keparahan infeksi atau respons imun pasien, mirip seperti variabilitas detak jati atau saturasi oksigen. Jika terbukti, catatan mimpi bisa jadi alat screening murah dan non-invasif di era telemedicine.

Meow! Tanya Nesi!
😸