Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Bahlil Lahadalia Imbau Pemilik Mobil Mewah Tak Pakai BBM Subsidi

OtomotifSiska AmeliaSiska AmeliaSumber: CNN Otomotif
Siska Amelia
Siska Amelia
Rider & Reviewer

Membawa perspektif segar dalam dunia otomotif roda dua dari kacamata perempuan.

Bahlil Lahadalia Imbau Pemilik Mobil Mewah Tak Pakai BBM Subsidi
BAGIKAN:

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyayangkan masih banyaknya pemilik kendaraan mewah yang menggunakan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Kondisi ini dinilai menyebabkan penyaluran subsidi energi menjadi tidak tepat sasaran dan merugikan masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Bahlil secara tegas meminta masyarakat, khususnya pengguna kendaraan premium, untuk berhenti mengonsumsi BBM jenis Solar dan Pertalite. Ia menekankan bahwa subsidi energi adalah hak khusus bagi kelompok masyarakat tertentu yang berhak menerimanya, bukan untuk dinikmati oleh mereka yang mampu secara ekonomi.

"Persoalan shifting, dari yang tadinya tidak memakai subsidi dan sekarang mereka memakai subsidi, saran saya sebagai warga negara Indonesia kepada saudara-saudara saya yang mampu, yang mohon maaf mobilnya pakai BMW, kemudian mobil-mobil yang kelas tinggi, mohonlah kita pakai hati juga," ujar Bahlil, melansir CNBC Indonesia, Jumat (18/9).

Ia menambahkan bahwa penggunaan BBM subsidi oleh kalangan mampu merupakan bentuk perampasan hak rakyat lain. "Janganlah kita pakai BBM subsidi. Itu kan untuk saudara-saudara kita yang berhak menerimanya. Dengan metode lain adalah subsidi harus tepat sasaran," ucapnya lagi.

Meski demikian, Bahlil mengaku masih akan menimang-nimang rencana penerbitan regulasi khusus untuk mengatur pembatasan peralihan konsumsi BBM tersebut. "Saya akan mempertimbangkan, nanti kita lihat. Tapi kan saya harus ngomong ini dulu, kalau regulasi itu kan butuh proses. Tapi imbauan ini penting," kata Bahlil.

Selain mengimbau publik, Bahlil juga mengklaim dirinya tidak pernah menggunakan BBM subsidi, kendati pemerintah tetap menjamin ketersediaan pasokan BBM secara merata bagi masyarakat luas. "Kalau contoh kayak saya, masa sih saya pakai BBM subsidi. BBM subsidi itu kan untuk saudara-saudara kita yang berhak menerimanya. Kalau yang punya gaji cukup, rumah bagus, mbok pakai hatilah," katanya.

"Jadi berikanlah hak rakyat yang punya hak itu punya mereka, jangan yang mampu yang mengambilnya," pungkasnya.

Analisis Redaksi

Imbauan Menteri ESDM ini menyoroti kebocoran besar dalam distribusi subsidi energi yang selama ini menjadi beban anggaran negara. Ketika pemilik mobil mewah seperti BMW masih memanfaatkan Pertalite atau Solar, terjadi distorsi pasar yang membuat fiskal pemerintah tertekan tanpa memberikan dampak kesejahteraan yang merata bagi rakyat miskin.

Namun, ketergantungan pada kesadaran moral atau 'pakai hati' semata memiliki risiko tinggi untuk gagal di lapangan. Tanpa mekanisme pengawasan yang ketat dan sanksi administratif, pola konsumsi cenderung tidak akan berubah signifikan karena insentif harga tetap menjadi daya tarik utama bagi semua lapisan masyarakat.

Oleh karena itu, wacana penerbitan regulasi khusus yang sedang ditimbang Bahlil menjadi langkah logis selanjutnya. Pemerintah perlu mempercepat transisi dari subsidi umum ke subsidi yang lebih tertarget, mungkin melalui integrasi data kepemilikan aset, agar jaminan ketersediaan pasokan benar-benar dinikmati oleh pihak yang berhak.

Meow! Tanya Nesi!
😸