Aldila Sutjiadi Fokus Latihan Ganda Campuran Bareng Christopher Rungkat untuk Asian Games 2026

Olahraga
Eka SaputraEka Saputra
Sumber: Antara News
Eka Saputra
Eka Saputra
Pakar MotoGP & Basket

Selalu terdepan dalam menyajikan berita balap motor dan olahraga bola basket.

Aldila Sutjiadi Fokus Latihan Ganda Campuran Bareng Christopher Rungkat untuk Asian Games 2026
BAGIKAN:

Aldila Sutjiadi memasuki fase persiapan intensif menuju Asian Games 2026 dengan menargetkan emas di nomor ganda campuran bersama Christopher Rungkat. Petenis nomor satu Indonesia ini memulai rangkaian latihan khusus sejak awal pekan ini guna membangun kimia kembali bersama senior yang pernah meraih perunggu di edisi Hangzhou 2022.

Fokus utama sesi latihan di lapangan keras Senayan berpusat pada sinkronisasi gerak di net dan variasi servis-return. Aldila, yang rutina berkompetisi di sirkuit WTA ganda putri, mengakui butuh penyesuaian tempo saat berpasangan dengan Rungkat. "Kita sedang mengejar presisi poin-poin pendek," ucap Aldila sesudah latihan pagi, Senin (20/5), tanpa mengungkap detail taktis lebih lanjut.

Pemilihan Rungkat sebagai pasangan bukan keputusan instan. Keduanya pernah mengantongi perak SEA Games 2023 di Phnom Penh serta perunggu Asian Games 2018 di Palembang. Pengurus Besar PBSI memutuskan mereaktivkan duo ini setelah evaluasi performa ganda campuran Indonesia di turnamen bergengsi terakhir yang belum optimal.

Tantangan terbesar bukan hanya lawan dari China atau Jepang. Jadwal padat Aldila di sirkuit profesional wanita menuntut manajemen fisik yang presisi. Rungkat, berusia 36 tahun, harus memastikan kondisi prima di usia yang mulai menguji daya tahan tubuh. Tim medis PBSI sudah menyusun program periodisasi terpisah untuk keduanya agar puncak performa tepat di bulan September 2026.

Persiapan ini juga menjadi uji coba sistem bimbingan baru di bawah pelatih ganda campuran yang baru ditunjuk PBSI. Hasil latihan minggu depan akan jadi patokan apakah duo ini dikunci sebagai pasangan utama atau masih dibuka peluang bagi kombinasi lain seperti Aldila dengan Muhammad Rifqi Fitriadi. Keputusan final diharapkan keluar sebelum jendela pendaftaran berlangsung.

Analisis Redaksi

Strategi PBSI memasangkan Aldila dengan Rungkat mengandung logika pragmatis: memanfaatkan pengalaman besar Rungkat menutupi kekurangan jam terbang Aldila di ganda campuran level Asia. Namun, risiko ketergantungan pada satu duo veteran tetap mengintai. Jika Rungkat cedera atau penurunan drastis terjadi dekat kompetisi, Indonesia kehilangan opsi cadangan yang sudah teruji. Sinyal positif datang dari komitmen Aldila yang bersedia mengorbankan minggu turnamen WTA demi latihan tim nasional, langkah jarang dilakukan petenis profesional era modern.

Langkah logis selanjutnya adalah penetapan jadwal turnamen pendahuluan yang 'dipaksa' untuk keduanya agar kimia lapangan terbangun alami, bukan hanya di latihan. PBSI harus berani menarik Aldila dari satu atau dua turnamen WTA 250/500 demi memastikan sinkronisasi dengan Rungkat matang sebelum berangkat ke Nagoya. Kemenangan di Asian Games bukan soal nama besar di kertas, tapi soal poin-poin kritis yang hanya lahir dari ribuan bola yang dihantam bersama di bulan-bulan tersisa.

Meow! Tanya Nesi!
😸