⚠️INFO GEMPA BUMI: Magnitudo 5.1 di 19 km WNW of Tomohon, Indonesia pada 2/11/2026, 15.13.14. Baca peringatan dan analisis selengkapnya.
Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Tiga Helikopter Chinook Jepang Operasikan di Kalimantan, Asap Tebal Sempat Grounding Penerbangan

Berita DaerahBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Nasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Tiga Helikopter Chinook Jepang Operasikan di Kalimantan, Asap Tebal Sempat Grounding Penerbangan
BAGIKAN:

Jepang mengerahkan tiga unit helikopter CH-47 Chinook untuk menunjang operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan, Rabu (16/9), setelah seharian penundaan akibat visibilitas nol. Ketiga helikopter heavy-lift itu mendarat di Bandara Supadio, Pontianak, sebelum diterjunkan ke titik-titik api terparah di wilayah Kapuas Hulu dan sekitarnya.

Penerbangan sempat tertunda sejak pagi karena asap tebal menyelimuti rute penerbangan dari basis sementara di Pontianak menuju lokasi kebakaran. Pilot Jepang menunggu jendela cuaca di tower bandara, sementara tim koordinasi BNPB dan KLHK memantau pergerakan angin yang mendorong kabut hitam menutupi langit Kalimantan Barat. Hanya setelah visibilitas membaik di siang hari, misi pengeboran air pun dimulai.

Data pemerintah mencatat, lahan terbakar meluas sekitar 600 ribu hektare hanya sepanjang Agustus lalu. Angka itu melampaui total luas terbakar sepanjang tahun 2023 dan menempatkan musim kemarau kali ini sebagai salah satu terparah dalam lima tahun terakhir. Sebagian besar titik api tersebar di lahan gambut yang sulit dipadamkan hanya dengan helikopter ringan, sehingga kehadiran Chinook dengan kapasitas 10.000 liter per sorotan menjadi penentu.

Di sisi kebijakan, Presiden Prabowo Subianto menyerukan pemberian sanksi tegas bagi pelaku pembakaran liar. Perintah itu disampaikan saat rapat koordinasi terbatas di Istana Merdeka, Senin lalu, menegaskan bahwa toleransi nol tidak hanya berlaku untuk korporasi besar tapi juga perorangan yang membuka lahan dengan cara termurah tapi merusak. Polri sudah menunjuk 23 tersangka sejak awal musim kemarau, namun proses hukum sering terkendala bukti lapangan yang terbakar habis.

Bagi warga Kalimantan, kehadiran aset tempur api internasional ini bukan sekadar headlines. Asap yang menyelimuti Pontianak dan Sintang dua pekan lalu memaksa sekolah ditutup dan ISPU menembus angka berbahaya 300 PSI. Rumah sakit rujukan melaporkan peningkatan 40 persen kasus ISPA dan mata merah. Bantuan Jepang lewat skema JICA memang rutin tiap tahun, tapi kali ini skala kerusakan memaksa Jakarta meminta bantuan maksimum sejak awal.

Analisis Redaksi

Ketergantungan pada aset udara asing — meskipun sudah jadi rutinitas — mengekspos kelemahan fundamental: Indonesia tidak punya armada heavy-lift sendiri yang cukup untuk skala bencana gambut modern. Tiga Chinook ini hanya bisa menutupi segelintir titik api per hari, sedangkan satelit mendeteksi ratusan hotspot baru setiap pagi. Tanpa peningkatan kapasitas TNI AU dan Basarnas secara struktural, musim kemarau depan akan mengulang skenario yang sama: menunggu bantuan datang saat lahan sudah hangus.

Seruan sanksi tegas dari Presiden Prabowo harus diikuti penyederhanaan bukti hukum di lapangan. Saat ini, penyidik kesulitan membuktikan "niat" pembakaran karena saksi takut dan bukti fisik lenyap terbakar. Perlu instrumen hukum yang menggeser beban pembuktian ke pelaku lahan — misalnya doktrin strict liability untuk pemilik HGU/HTI yang lahan terbakar di dalamnya — agar sanksi tidak hanya jadi jargon di rapat koordinasi.

Meow! Tanya Nesi!
😸