Senayan City Tanggapi Viral Tendang Wanita, Polisi Cek CCTV Sambil Tunggu Korban Pulih dari Trauma

Ekonomi & Pasar
Hendra GunawanHendra Gunawan
Sumber: CNN Ekonomi
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Senayan City Tanggapi Viral Tendang Wanita, Polisi Cek CCTV Sambil Tunggu Korban Pulih dari Trauma
BAGIKAN:

Manajemen Senayan City resmi mengakui insiden penendangan wanita di area food court miliknya dan menegaskan kasus kini berada di tangan aparat penegak hukum, sementara korban belum sempat melapor karena masih dalam kondisi syok dan trauma.

"Informasi tersebut telah menjadi perhatian kami dalam upaya memberikan pelayanan yang semakin baik. Untuk saat ini kasus tersebut sedang dalam penanganan dari pihak yang berwajib," ujar pihak Senayan City kepada CNNIndonesia.com, Kamis (17/9). Pernyataan singkat itu keluar setelah rekaman/video kejadian beredar luas di media sosial sepanjang hari.

Dalam video yang viral, terlihat seorang wanita berpakaian putih berdiri mengantre di depan gerai makanan. Di belakangnya, seorang pria berkaus hitam duduk santai menyantap makanan sebelum tiba-tiba mengayunkan kakinya ke arah punggung wanita, membuat korban terjatuh ke lantai. Kejutan tergambar di wajah pengunjung lain yang menyaksikan aksi kekerasan tiba-tiba itu.

Sisi hukum pun bergerak cepat. Kapolsek Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo mengonfirmasi pihaknya sedang menyelidiki perkara dengan melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP) serta menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) untuk mengungkap kronologi lengkap. "Tindakan yang dilakukan melakukan pengecekan TKP, cek CCTV," tegas Dhimas kepada wartawan, Kamis (17/9) lalu.

Langkah investigasi tidak berhenti di bukti digital. Polisi telah menghubungi teman korban dan mengimbau agar korban segera membuat laporan polis (LP). Namun, menurut Dhimas, langkah hukum formal itu terhambat karena kondisi psikologis korban. "Teman korban sudah dihubungi dan dihimbau oleh anggota kepolisian Polsek Metro Tanah Abang untuk segera membuat laporan polisi atas kejadian tersebut. Namun korban belum bisa membuat laporan polisi karena masih syok/trauma," tuturnya.

Hingga berita ini diturunkan, penyidik masih mendalami kasus ini melalui pengumpulan bukti fisik dan digital. Identitas pelaku dan motif di balik tendangan sadis itu menjadi fokus utama, sementara keamanan mal publis kembali diuji setelah insiden yang mengejutkan pengunjung malam itu.

Analisis Redaksi

Kasus ini memperlihatkan celah keamanan fundamental di ruang publik berskala besar: responsifnya aparat hanya muncul setelah video viral, bukan saat insiden berlangsung. Faktanya, pelaku sempat duduk santai makan sebelum menyerang, menandakan tidak adanya deteksi dini dari petugas keamanan terhadap perilaku aneh orang asing di area penuh sesak. Bagi manajemen mal, pernyataan "menjadi perhatian" terdengar reaktif, bukan proaktif.

Kuncinya kini ada pada kecepatan identifikasi pelaku lewat CCTV dan kemampuan korban untuk pulih berproses hukum. Tanpa laporan polis (LP) dari korban, kasus ini berisiko macet di tingkat penyidikan awal meski bukti video sudah kuat. Polisi harus memaksimalkan bukti elektronik dan keterangan saksi mata pengunjung yang terlihat terkejut di rekaman untuk membangun kasus yang watik bahkan sebelum korban siap hadap penyidik.

Meow! Tanya Nesi!
😸