Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

PSSI Tetapkan Harga Tiket ASEAN Cup 2026: Termurah Rp100 Ribu, Termahal Rp600 Ribu

OlahragaDimas PratamaDimas PratamaSumber: CNN Olahraga
Dimas Pratama
Dimas Pratama
Pengamat Olahraga

Mantan jurnalis olahraga yang kini berfokus pada analisis taktik sepak bola lokal maupun Eropa.

PSSI Tetapkan Harga Tiket ASEAN Cup 2026: Termurah Rp100 Ribu, Termahal Rp600 Ribu
BAGIKAN:

PSSI resmi menetapkan harga tiket pertandingan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta dan Stadion Si Jalak Harupat Bandung, dengan kategori termurah Upper Garuda dibanderol Rp100.000 dan termahal Premium West/East mencapai Rp600.000. Kebijakan harga diferensial ini diberlakukan mulai matchday pertama pada 25 September hingga keempat pada 2 Oktober, serta resmi dibuka untuk pembelian publik sejak Jumat (18/9).

Untuk laga-laga Timnas Indonesia di GBK pada matchday pertama (Indonesia vs Singapura, 25 September) dan matchday ketiga (Indonesia vs Bangladesh, 1 Oktober), PSSI menyiapkan empat kategori tiket. Upper Garuda dijual Rp100.000, Garuda South/North Rp200.000, Garuda West/East Rp300.000, dan Premium West/East Rp500.000. Skema harga identik ini menandakan posisi kedua laga tersebut sebagai partai fase grup standar bagi tim tuan rumah.

Harga melonjak signifikan untuk matchday kedua yang menghadirkan derby klasik Indonesia vs Malaysia pada 28 September. Kategori paling murah naik menjadi Rp150.000 untuk Upper Garuda, Garuda South/North Rp300.000, Garuda West/East Rp400.000, hingga Premium West/East menyentuh angka Rp600.000. Berbeda dengan tiga matchday lain, matchday keempat di GBK (Vietnam vs Pakistan, 2 Oktober) hanya membuka dua kategori โ€” Garuda West/East dan Premium West/East โ€” dengan harga seragam Rp200.000.

Di Stadion Si Jalak Harupat, dinamika harga lebih sederhana. Matchday pertama (26 September) dan kedua (29 September) menerapkan harga flat Rp100.000 untuk Garuda South/North dan Garuda West/East. Kenaikan terjadi pada matchday ketiga (Malaysia vs Singapura, 1 Oktober) dan keempat (Thailand vs Filipina, 2 Oktober) yang disamakan Rp200.000 untuk kedua kategori tribune yang tersedia.

Struktur harga ini mencerminkan strategi komersial PSSI yang memisahkan nilai pasar antara laga tuan rumah, derby bergengsi, dan partai non-Indonesia. Penentuan harga Premium West/East di GBK yang dibuka hingga Rp600.000 menargetkan segmen penonton premium, sementara ketersediaan tiket Rp100.000 di Upper Garuda GBK maupun tribune Si Jalak Harupat menjadi jaminan aksesibilitas bagi suporter umum.

Analisis Redaksi

Penerapan dynamic pricing untuk derby Indonesia vs Malaysia adalah langkah logis mengingat permintaan tiket yang historis selalu melebihi kapasitas stadion. Lonjakan 50 persen untuk kategori termurah dan 20 persen untuk kategori premium dibanding laga biasa menunjukkan PSSI berusaha memaksimalkan pendapatan dari aset paling berharga turnamen ini tanpa mengeliminasi suporter berpenghasilan terbatas yang tetap terakomodir di Upper Garuda. Namun, kenaikan ini juga memicu risiko pasar gelap yang harus diantisipasi sejak dini oleh panitia.

Pembagian venue dua kota dengan skema harga berbeda menciptakan dinamika pasar tersendiri. Si Jalak Harupat dengan harga flat Rp100.000โ€“Rp200.000 memposisikan diri sebagai alternatif terjangkau, namun laga-laga di sana tidak melibatkan Timnas Indonesia sehingga daya tarik komersialnya bergantung pada komunitas sepak bola lokal dan suporter tim tamu. Tantangan selanjutnya terletak pada sistem pembelian digital: kemampuan server menampung lonjakan akses saat pembelian dibuka 18 September akan menjadi uji nyata integritas distribusi tiket, mengingat riwayat antrean virtual dan scalper di turnamen sebelumnya.

BERITA TERKAIT (Olahraga)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ