Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Modus Tangki Modifikasi Picu Antrean BBM di Sulsel, Menteri ESDM: Stok Nasional Aman 20 Hari

Ekonomi & PasarHendra GunawanHendra GunawanSumber: CNN Ekonomi
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Modus Tangki Modifikasi Picu Antrean BBM di Sulsel, Menteri ESDM: Stok Nasional Aman 20 Hari
BAGIKAN:

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkap praktik curang berupa modifikasi kapasitas tangki kendaraan menjadi biang keladi mengularnya antrean di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) wilayah Sulawesi Selatan. Meski stok nasional dipastikan aman untuk kebutuhan 18 hingga 20 hari ke depan, ulah oknum yang sengaja memperbesar daya tampung bahan bakar ini telah mengganggu ritme distribusi normal di lapangan secara signifikan.

Dalam keterangannya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/9), Bahlil menegaskan bahwa fenomena antrean panjang tersebut dipicu oleh berbagai faktor kompleks, bukan sekadar masalah pasokan. Ia mengendus adanya maksud tertentu dari pihak-pihak yang ikut mengantre di pompa bensin, di mana sejumlah alat bukti telah dikantongi pihak berwenang untuk menindaklanjuti penyimpangan tersebut. "Salah satu di antaranya adalah ada memang pihak-pihak antre di pompa bensin hanya untuk, ya ada maksud lain lah kira-kira begitu," ujar Bahlil.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, merinci lebih jauh mengenai teknis kecurangan yang disinggung Bahlil. Pihaknya menemukan kendaraan yang kapasitas tangkinya ditingkatkan secara drastis demi menyedot BBM subsidi melampaui batas kewajaran. Laode memberikan ilustrasi bahwa kapasitas tangki yang seharusnya hanya 'X', dimodifikasi secara ilegal menjadi 'X plus 50 persen' hingga 'X plus 75 persen' agar bisa menampung volume besar dalam sekali pengisian.

Merespons kondisi yang meresahkan masyarakat tersebut, PT Pertamina Patra Niaga mulai melakukan langkah mitigasi darurat untuk mengurai kepadatan, terutama di Kota Makassar. VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan 25 SPBU untuk beroperasi penuh selama 24 jam. Selain itu, armada mobil tangki juga dikerahkan sepanjang hari guna memperkuat distribusi yang sempat tersendat akibat lonjakan permintaan tidak wajar dari para spekulan tersebut.

Selain penambahan jam operasional, Pertamina berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk menerapkan sistem ganjil-genap pada pengisian BBM di titik-titik krusial guna membantu mengurai antrean kendaraan. Upaya ini dibarengi dengan penambahan jumlah nozzle BBM subsidi dan operator, serta pengoperasian tiga unit SPBU Modular di lokasi strategis. Kitty mengonfirmasi pada Minggu (13/9) bahwa antrean di Makassar secara bertahap mulai melandai seiring dengan berbagai langkah optimalisasi pelayanan yang dijalankan perusahaan.

Analisis Redaksi

Fenomena modifikasi tangki ini menunjukkan bahwa disparitas harga antara BBM subsidi dan nonsubsidi masih menjadi magnet kuat bagi praktik spekulasi di tingkat daerah. Meskipun Pertamina telah melakukan langkah taktis dengan menambah jam operasional dan menerapkan sistem ganjil-genap, tindakan tersebut hanyalah solusi jangka pendek. Akar masalahnya terletak pada pengawasan fisik di lapangan yang masih memiliki celah, sehingga memungkinkan oknum memperjualbelikan kuota subsidi milik masyarakat umum demi keuntungan pribadi.

Pemerintah dan aparat penegak hukum perlu memperketat pengawasan fisik di setiap SPBU secara konsisten, bukan sekadar mengandalkan laporan administratif. Jika penindakan terhadap pemilik kendaraan dengan tangki rakitan tidak dilakukan secara masif, beban fiskal negara melalui subsidi akan terus bocor ke tangan para spekulan. Langkah Pertamina menambah infrastruktur modular patut diapresiasi, namun efektivitasnya akan nihil jika integritas di level operator SPBU tidak diawasi ketat untuk mencegah potensi kerja sama dengan para penimbun.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ