KONI Mimika Puji Pembinaan PFA dan PAC Berjalan Empat Tahun, Tanpa MoU Resmi
Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

KONI Mimika mengapresiasi program pembinaan Papua Football Academy (PFA) dan Papua Athletics Center (PAC) yang digelar PT Freeport Indonesia (PTFI) selama empat tahun terakhir, dinilai telah melahirkan atlet berbakat untuk kontingen nasional meski belum terikat memorandum of understanding (MoU) resmi.
Sekretaris Umum KONI Mimika, George Deda, menyampaikan apresiasi itu saat ditemui di Mimika Sport Complex (MSC), Papua Tengah, Rabu (16/9). "Ini kebanggaan kami di Mimika dan Papua ada pembinaan sebesar ini sebuah kebanggaan. Ini hal luar biasa yang dilakukan oleh teman-teman PT Freeport Indonesia," ujar George dengan nada tegas.
PFA menampung sekitar 60 anak Papua kelompok U-13 hingga U-15 per tahun untuk dibina teknik sepak bola sekaligus mendapat pendidikan formal. Dalam empat tahun berjalan sejak 2022, akademi itu sudah menyumbang pemain ke Timnas Indonesia kelompok umur dan meraup gelar juara di berbagai kejuaraan. Sementara PAC, yang lahir dari sinergi PTFI dengan PB PASI, memfokuskan pengembangan talenta muda cabang atletik dan baru-baru ini mengirimkan pellempar lembing Silfanus Ndiken ke kontingen Asian Games 2026.
Jangkauan dukungan PTFI tak berhenti di dua cabor itu. George mengakui dukungan untuk cabang rugby pun "luar biasa" meski tanpa kerangka hukum tertulis. "Sinergi secara tertulis atau MoU belum ada, tapi yang kami rasakan itu hampir semua kegiatan olahraga cabor rugby itu dukungannya luar biasa dari Freeport," tambahnya. Keberadaan MSC yang dibangun PTFI bersama Pemerintah Kabupaten Mimika dijadikan markas latihan atlet PFA dan PAC, diharapkan menjadi ikon olahraga Mimika yang melahirkan atlet tangguh.
Sebagai jantung pembinaan olahraga Provinsi Papua Tengah, KONI Mimika mengelola 28 cabang olahraga dengan 14 di antaranya dinilai berpotensi tinggi. Prestasi Papua Tengah di PON XXI Aceh-Sumut sendiri datang dari muaythai, atletik, rugby, taekwondo, jiu-jitsu, dan aero sport โ bukti nyata kedalaman talenta di wilayah yang selama ini identik dengan sepak bola saja.
Analisis Redaksi
Model pembinaan yang ditunjukkan PTFI melalui PFA dan PAC adalah contoh nyata bagaimana sektor swasta bisa mengisi kekosongan negara di ujung tombak, khususnya di Papua Tengah di mana infrastruktur dan sumber daya manusia pembina terbatas. Empat tahun konsistensi tanpa MoU resmi justru membuktikan komitmen jangka panjang yang jarang ditemukan di program CSR olahraga lain yang sering bersifat proyek-semesteran.
Namun, ketiadaan MoU resmi yang dikonfirmasi George Deda sendiri menyimpan risiko keberlanjutan. Perubahan manajemen di PTFI atau pergantian kepemimpinan di KONI Mimika berpotensi menghentikan sinergi yang sudah terbentuk organik ini. Langkah logis selanjutnya adalah mengikat komitmen moral itu ke dalam kerangka hukum yang mengatur hak, kewajiban, dan mekanisme evaluasi berkala โ bukan untuk membirokratisasi, tapi untuk memastikan ribuan anak Papua tidak kehilangan akses pembinaan hanya karena pergantian pejabat.
BERITA TERKAIT (Olahraga)

Pramono Anung Jamin Integritas JIS: 15 Konser Besar Mengalun, Hak Penama Ditawarkan, Kandang Persija Tetap Prioritas

Janice Tjen Diproyeksi Ulangi Kejayaan sebagai Unggulan Pertama Chennai Open 2026

Jokowi dan Shin Tae Yong Saksi Ijab Bahagia Pernikahan Asnawi & Yuriska
