Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Indonesia Desak Deeskalasi Saudi-Houthi, Kawal WNI Lewat Tiga Perwakilan Diplomatik

DuniaSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Internasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Indonesia Desak Deeskalasi Saudi-Houthi, Kawal WNI Lewat Tiga Perwakilan Diplomatik
BAGIKAN:

Indonesia mendorong penyelesaian damai serta deeskalasi konflik yang memanas antara Arab Saudi dan milisi Houthi Yaman, sembari mengaktifkan jaringan perlindungan warga negara melalui tiga titik perwakilan diplomatik di wilayah terdekat.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Vahd Nabyl menyampaikan sikap resmi itu dalam konferensi pers di Gedung Kemlu, Kamis (17/9). "Yang terkait dengan kondisi di Yaman. Memang ini isu yang kita lihat bahwa pada dasarnya kita mengharapkan situasi di Timur Tengah ini bisa diselesaikan secara damai," ujarnya. "Kita mendorong adanya deeskalasi konflik," imbuh Nabyl tegas.

Soal keamanan WNI, Nabyl menjelaskan pemantauan berlangsung terus melalui KBRI Muscat yang mencakup wilayah Yaman, KBRI Riyadh, serta KJRI Jeddah. "Mungkin perkembangan yang terus berlangsung di sana, itu terus kita imbau para WNI agar terus melakukan, memperhatikan imbauan-imbauan yang dilakukan oleh pemerintah," kata dia. Kemlu juga telah menyiapkan saluran hotline khusus untuk WNI yang menghadapi kondisi darurat.

Di jalur terpisah, KBRI Riyadh menggemakan peringatan darurat otoritas Arab Saudi melalui Instagram Story @indonesiainriyadh, Selasa (15/9). Kedutaan meminta WNI tetap tenang, mengikuti instruksi resmi, dan segera menuju tempat aman di dalam bangunan sambil menjauh dari jendela. Larangan ketat diberlakukan untuk area terbuka, balkon, atap, hingga kerumunan serta aktivitas mendokumentasi lokasi berbahaya. Bagi yang berkendara, imbauan jelas: segera menepi, hindari berhenti di dekat jembatan atau bangunan tinggi.

Pemanasan terbaru tercatat saat milisi Houthi menyerang pangkalan udara serta jaringan pipa minyak utama Riyadh. Arab Saudi menjawab dengan sumpah respons tegas. Awal pekan ini, otoritas Saudi sempat mengeluarkan peringatan darurat untuk Kota Mekkah, Jeddah, dan Taif, sebelum akhirnya mencabutnya tidak lama kemudian.

Analisis Redaksi

Pernyataan Kemlu menegaskan kembali prinsip politik luar negeri bebas aktif: Indonesia tidak memihak pada blok mana pun, namun menolak eskalasi kekerasan yang mengancam stabilitas regional dan keamanan warganya. Fokus utama kini bukan hanya retorika diplomatik, melainkan operasionalisasi perlindungan konsuler yang nyata di lapangan, mengingat sebaran WNI yang tersebar di Riyadh, Jeddah, hingga wilayah Yaman yang dika-wali KBRI Muscat.

Yang perlu diwaspadai adalah potensi perluasan konflik ke jalur strategis Selat Bab el-Mandeb dan Laut Merah, yang akan mengganggu aliran pasokan energi global serta rute mudik haji. Langkah logis selanjutnya kemungkinan besar melibatkan koordinasi multilateraal melalui OIC dan PBB untuk menekan kedua belah pihak ke meja negosiasi, sekaligus penyusunan rencana kontingensi evakuasi massal jika ancaman rudal dan drone meluas ke area sipil padat penghuni.

Meow! Tanya Nesi!
😸