Rabu, 4 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Haji Isam Caplok 10 Miliar Saham BYAN dari Low Tuck Kwong Lewat Perjanjian Bersyarat

Ekonomi & PasarHendra GunawanHendra GunawanSumber: CNN Ekonomi
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Haji Isam Caplok 10 Miliar Saham BYAN dari Low Tuck Kwong Lewat Perjanjian Bersyarat
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Penandatanganan dilakukan langsung oleh Dato' Dr.
  • Low Tuck Kwong dan Elaine Low, menurut surat pemberitahuan yang diterima manajemen Bayan.
  • "Setelah penyelesaian transaksi dan terpenuhinya seluruh syarat pendahuluan, Pembeli akan memiliki 10.000.000.500 saham biasa Perseroan," tulis manajemen dalam pernyataan resmi.

Andi Syamsuddin Arsyad, yang akrab disapa Haji Isam, resmi mengikat pembelian 10.000.000.500 saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) milik pendiri Low Tuck Kwong beserta putrinya Elaine Low melalui PT Jhonlin Baratama. Keterbukaan informasi di laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (17/9) malam, mengonfirmasi penandatanganan Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (Conditional Sale and Purchase of Shares Agreement) berlangsung sehari sebelumnya, Rabu (16/9).

Penandatanganan dilakukan langsung oleh Dato' Dr. Low Tuck Kwong dan Elaine Low, menurut surat pemberitahuan yang diterima manajemen Bayan. Dalam keterbukaan informasi itu, Manajemen Bayan menegaskan penyelesaian transaksi overall masih bergantung pada pemenuhan sejumlah syarat pendahuluan (conditions precedent) yang belum diuraikan detailnya ke publik. "Setelah penyelesaian transaksi dan terpenuhinya seluruh syarat pendahuluan, Pembeli akan memiliki 10.000.000.500 saham biasa Perseroan," tulis manajemen dalam pernyataan resmi.

Pihak perusahaan berusaha menenangkan pasar dengan menegaskan aksi korporasi ini tidak menimbulkan dampak negatif material terhadap operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha ke depan. Namun, struktur transaksi yang bersyarat itu sendiri menyimpan ketidakpastian: selama kondisi-kondisi pendahuluan belum terpenuhi, kendali saham tersebut secara hukum tetap berada di tangan Low Tuck Kwong dan putrinya.

Langkah ini mengonfirmasi kabar angin yang beredar seminggu lalu. Bloomberg News pada Rabu (9/9) melaporkan Haji Isam mengincar 62 persen kepemilikan Bayan dengan tawaran sekitar US$3 miliar, setara Rp52,53 triliun dengan asumsi kurs Rp17.510 per dolar AS. Sumber Bloomberg menyebut angka tawaran itu hanya sebagian kecil dari nilai pasar, menargetkan saham milik Low Tuck Kwong dan Elaine. Kantor berita Reuters pada saat itu menyatakan belum dapat memverifikasi laporan tersebut.

Haji Isam melalui Jhonlin Group memang sudah lama menjadi pemain dominan di industri batu bara Kalimantan Selatan, baik sebagai kontraktor tambang maupun produsen. Akuisisi potensial BYAN akan menciptakan entitas gabungan yang sangat besar di sektor upstream batu bara Indonesia, mengubah lanskap kepemilikan yang selama ini dikendalikan kuat oleh taipan Singapura Low Tuck Kwong.

Analisis Redaksi

Penandatanganan perjanjian bersyarat (CSPA) bukan berarti deal sudah selesai; ia hanyalah "kunci pintu" yang diserahkan kepada pembeli untuk memulai proses pemenuhan syarat-syarat mutlak. Syarat-syarat ini biasanya meliputi persetujuan pemegang saham minoritas, kliring regulatori seperti KPPU terkait praktik monopoli, hingga persetujuan pemegang obligasi jika ada klausul change of control. Investor harus membaca risiko: jika salah satu syarat gagal terpenuhi, transaksi bisa gugur dan saham kembali ke tangan Low Tuck Kwong penuh.

Langkah selanjutnya yang logis adalah pengumuman tambahan dari Bayan mengenai identitas dan jangka waktu pemenuhan conditions precedent tersebut. Perhatikan juga gerak harga saham BYAN di pekan depan; jika pasar yakin deal akan rampung, harga cenderung mendekati nilai tawaran. Sebaliknya, kebisingan soal evaluasi antimonopoli KPPU bisa jadi sentimen tekanan jangka pendek. Untuk Haji Isam, ini adalah taruhan besar: mengonsolidasikan kekuasaan upstream sekaligus mewarisi risiko transisi energi global yang mulai menyentuh aset batu bara.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ