Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Gendut Doni Yakin Timnas Tetap Kuat Tanpa Jay Idzes di FIFA ASEAN Cup 2026

OlahragaEka SaputraEka SaputraSumber: CNN Olahraga
Eka Saputra
Eka Saputra
Pakar MotoGP & Basket

Selalu terdepan dalam menyajikan berita balap motor dan olahraga bola basket.

Gendut Doni Yakin Timnas Tetap Kuat Tanpa Jay Idzes di FIFA ASEAN Cup 2026
BAGIKAN:

Mantan striker Timnas Indonesia, Gendut Doni Christiawan, meyakini tim Merah Putih tetap memiliki daya saing tinggi di FIFA ASEAN Cup 2026 meski terpaksa kehilangan kapten Jay Idzes akibat cedera parah. Kepercayaan itu didasarkan pada kedalaman skuad bek tengah yang tersedia serta faktor tuan rumah yang dijadikan motivasi tambahan bagi para pengganti.

Idzes hampir pasti absen setelah mengalami cedera saat Sassuolo menghadapi Juventus di laga Serie A musim 2026/2027. Cedera itu juga telah memaksa bek berpaspor Italia itu absen dalam dua laga uji coba terakhir Garuda melawan Oman dan Mozambik karena menjalani proses pemulihan.

"FIFA Asian Cup, Jakarta kebetulan tuan rumah. Saya rasa sebagai pengganti dari Jay Idzes akan lebih berupaya. Mereka akan siap selama diberi kepercayaan oleh pelatih," ucap Gendut Doni saat dihubungi Antara. Mantan top skor Piala Tiger 2000 itu menunjuk deretan nama seperti Rizky Ridho, Kevin Diks, Justin Hubner, hingga Elkan Baggott sebagai opsi andalan di lini belakang.

Turnamen gubahan FIFA ini digelar di Jakarta dan Bandung untuk zona Divisi 1 dengan Indonesia tergabung di Grup A bersama Singapura, Malaysia, dan Bangladesh. Babak grup berlangsung 25 September hingga 2 Oktober 2026, sementara final dijadwalkan 5 Oktober. Status turnamen yang masuk kalender FIFA membuka peluang maksimal bagi pelatih John Herdman untuk memanggil pemain keturunan.

Di luar aspek teknis, Gendut berharap tim asuhan Herdman mampu menghadirkan penghiburan bagi masyarakat di tengah "situasi yang ada". "Kami banyak berharap dengan pemain-pemain senior," tuturnya, menyoroti peran pemain berpengalaman menstabilkan tim di tengah tekanan tuan rumah.

Analisis Redaksi

Absenya Idzes memang menciptakan kekosongan kepemimpinan di lapangan, namun krisis justru menguji kedalaman *squad* yang dibangun Herdman sejak awal. Keempat nama pengganti yang disebut Gendut โ€” Ridho, Diks, Hubner, Baggott โ€” memiliki profil bermain beragam: Ridho dan Baggott kuat secara fisik dan udara, sedangkan Diks dan Hubner menawarkan kemampuan bermain bola dari belakang. Fleksibilitas taktis inilah yang harus dimanfaatkan pelatih untuk menutupi keberadaan Idzes yang sering kali jadi penyeimbang antara fisik dan *build-up*.

Faktor tuan rumah di Jakarta dan Bandung adalah pedang bermata dua. Tekanan penonton bisa membebani pemain muda, namun seperti yang disorot Gendut, itu juga bisa jadi katalisator *adrenaline* bagi pengganti Idzes untuk tampil maksimal. Kunci utama ada pada seberapa cepat Herdman menemukan *pairing* sentral pertahanan yang kompak dalam waktu singkat sebelum babak grup dimulai 25 September. Tanpa uji coba internasional resmi tersisa, latihan intensif dan *training match* internal jadi satu-satunya laboratorium.

Langkah logis selanjutnya adalah finalisasi daftar 23 pemain yang memprioritaskan kimia tim di lini belakang dibanding sekadar nama besar. Herdman harus memutuskan apakah akan memasangkan dua bek kiri alami (seperti Hubner-Baggott) atau mempertahankan struktur kanan-kiri konvensional dengan Diks di kanan. Keputusan ini akan menentukan apakah optimisme Gendut โ€” dan harapan seluruh negara โ€” terealisasi menjadi gelar juara, atau justru mengungkap kelemahan sistem pertahanan tanpa *anchor*-nya Idzes.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ