Ed Sheeran Gelar Kompetisi Darurat usai Seluruh Opening Act Mundur Solidaritas Macklemore
Menyajikan ulasan tajam seputar film lokal, internasional, dan dunia perfilman.

Ed Sheeran terpaksa menggelar kompetisi darurat "Open for Legends" bermitra Guitar Center sejak Senin (14/9) untuk menjaring musisi independen sebagai opening act baru di rangkaian Loop Tour, usai seluruh deretan penampil pendukungnya โ Finneas, Lukas Graham, Aaron Rowe, hingga Beoga โ kompak mengundurkan diri solidaritas atas pencoretan Macklemore oleh promotor Messina Touring Group.
Musisi terpilih nantinya akan diboyong tampil pembuka di konser Sheeran di Mexico City pada 11 Desember, sebuah langkah darurat setelah pelantun "Shape of You" tersisir sendirian di atas panggung tanpa satu pun penampil pendukung.
Kekacauan justru meledak di ranah digital. Entertainment Weekly melaporkan Rabu (16/9) situs resmi pendaftaran kompetisi dibanjiri ribuan unggahan meme, konten lelucon, hingga pesan protes dukungan Palestina dan kecaman untuk Sheeran, menjadikan platform persaingan itu berantakan dan melenceng dari tujuan awal.
Banyak pengguna mengunggah video lelucon sembari menyentil pernyataan resmi Sheeran yang mengaku "netral" dan tidak terlibat keputusan pencoretan. Beberapa unggahan terang-terangan memuat klip "Thrift Shop", aksi mengacungkan jari tengah, hingga tautan donasi untuk Gaza Soup Kitchen dan UNRWA.
Buntut panjang krisis ini bermula dari pencoretan Macklemore akibat seruan "Free Palestine" dari atas panggung MetLife Stadium, New Jersey, awal September 2026. Langkah promotor itu menyulut amarah publik dan memicu aksi mundur massal seluruh opening act, menyisakan Sheeran dalam posisi terpuruk.
Sheeran sendiri sudah buka suara. Ia menegaskan keputusan pencoretan Macklemore datang dari permintaan pengelola stadion, bukan inisiatifnya. "Saya sudah berdiskusi panjang lebar dengan pihak pengelola lokasi sepanjang minggu untuk mencari jalan tengah," ujarnya. Ia menyebut Robert Kraft terlibat dalam diskusi tersebut, serta pembicaraan langsung dengan promotor dan aktivis dari kedua belah pihak, namun keputusan pihak pengelola lokasi dan promotor sudah mutlak. "Keputusan untuk mengeluarkan Macklemore dari tur adalah keputusan promotor, bukan keputusan saya. Kontrak Macklemore untuk tur ini adalah dengan pihak promotor, bukan dengan saya," tegas Sheeran.
Analisis Redaksi
Strategi Sheeran memisahkan diri dari keputusan promotor melalui pernyataan detail โ menunjuk nama Robert Kraft, menyebut diskusi mingguan, hingga mengklarifikasi status kontrak โ terlihat sebagai upaya damage control yang terlambat. Publik sudah menilai diamnya selama berminggu-minggu sebagai komplicitas, dan kompetisi "Open for Legends" justru jadi arena protes baru. Musisi independen yang terpilih nanti akan naik panggung di bawah bayang-bayang boikot digital, bukan momen karir.
Langkah selanjutnya yang logis: Sheeran harus memutuskan apakah melanjutkan tur tanpa opening act โ risiko mengurangi nilai tiket dan narasi "pesta" โ atau menerima realitas bahwa tidak ada musisi bermartabat yang mau menempati slot itu di bawah tekanan solidaritas industri. Promotor Messina Touring Group, yang memegang kontrak Macklemore, kini jadi kunci: apakah mereka akan menanggung konsekuensi komersial penuh, atau mencari jalan keluar hukum untuk mengakhiri kerjasama dengan Sheeran yang merusak brand keduanya.
BERITA TERKAIT (Selebriti)

Angga Dwimas Sasongko Proyeksikan Krisis Industri Film: Produksi Melonjak, Penonton Anjlok

Lolox Ungkap Kesedihan Kehilangan Ayah di Gala Premiere Film GAK ADA MATINYA

Ashanty Bangga Arsy Ikut MUN 2026, Warisi Bakat Diplomasi Mendiang Kakek
