Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Arus Ekstrem Picu Tabrakan Dua Kapal Wisata di Selat Padar, KSOP Peringatkan Nakhoda

Berita DaerahBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Nasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Arus Ekstrem Picu Tabrakan Dua Kapal Wisata di Selat Padar, KSOP Peringatkan Nakhoda
BAGIKAN:

Dua kapal wisata bertabrakan di perairan Selat Padar, Taman Nasional Komodo, Selasa (15/9) pukul 08.30 WITA, saat arus kencang mendorong KM Budi Utama meluncur menghantam KM AIMAR yang sedang memasuki Selat Padar Kecil menuju Long Beach. Insiden yang terekam video dan viral di media sosial itu tidak menewaskan jiwa; 17 penumpang dan 9 awak kapal KM AIMAR selamat tanpa sehelai cedera pun.

KM AIMAR, kapal penumpang berbendera Indonesia 139 GT, sempat dikurangi kecepatan dan diundurkan oleh nakhodanya saat melihat kapal lawan tak terkendali. Kekuatan arus tak bisa dilawan, benturan tak terhindarkan. Akibatnya haluan KM AIMAR terlepas dan bagian depan mengalami kerusakan ringan, namun badan kapal tetap stabil, layak operasi, dan tidak menimbulkan pencemaran laut.

Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo, Stefanus Risdiyanto, mengonfirmasi peristiwa itu Rabu (16/9) dan menegaskan arus ekstrem sebagai pemicu utama. "Nakhoda sudah berusaha mengantisipasi, namun arus terlalu kuat sehingga benturan tak terhindarkan. Semua penumpang dan awak kapal selamat," ujarnya. Ia mengingatkan seluruh nakhoda memantau prakiraan cuaca dan arus sebelum melintas, serta wajib menunda perjalanan jika kondisi tidak memungkinkan.

Peristiwa ini terjadi tak lama setelah KSOP Labuan Bajo menerbitkan larangan pelayaran sementara menuju Pulau Komodo dan Pulau Padar pada 13–15 September 2026. Keputusan tertuang dalam Surat Pemberitahuan kepada Pelaut Nomor 03/MP-IX/2026 tanggal 12 September 2026, menyusul peringatan BMKG soal gelombang hingga 1,9 meter dan angin kencang. "Kami tidak main-main dengan keselamatan. Kalau tidak ada peringatan cuaca ekstrem, berarti kondisi aman. Sebaliknya, begitu ada tanda bahaya, kami bertindak tegas sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan," tegas Stefanus.

Saat ini KSOP telah berkoordinasi dengan agen pelayaran terkait untuk menindaklanjuti pemeriksaan kelayakan kapal serta kepatuhan prosedur keselamatan pelayaran. Langkah ini diharapkan menutupi celah supervisi yang selama ini sering dimanfaatkan operator saat cuaca memburuk.

Analisis Redaksi

Tabrakan ini membuka mata bahwa larangan pelayaran berbasis peringatan BMKG saja tidak cukup jika eksekusi di lapangan longsor. Selat Padar memang dikenal arusnya berbahaya, namun kapal wisata terus beroperasi seolah peringatan hanyalah formalitas. Faktanya, KM AIMAR masih berlayar pagi hari setelah masa larangan berakhir, padahal arus ekstrem justru sering terjadi di masa transisi cuaca seperti ini.

Koordinasi KSOP dengan agen pelayaran harus berujung pada sanksi tegas bagi nakhoda dan operator yang mengabaikan prosedur keselamatan. Bukan hanya pemeriksaan kelayakan kapal fisik, tapi juga sertifikasi kompetensi nakhoda menghadapi arus ekstrem. Jika tidak, insiden serupa akan berulang dan berikutnya未必 selalu berakhir tanpa korban jiwa.

BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Meow! Tanya Nesi!
😸