Prabowo Resmikan LRT Kelapa Gading-Manggarai, Tarif Promo Rp8 Berlaku 8 Hari
Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Presiden Prabowo Subianto meresmikan Light Rail Transit (LRT) Jakarta rute Kelapa Gading–Manggarai, Rabu (16/9/2026), menandai terhubungnya koridor timur laut hingga jantung ibu kota. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung langsung mengumumkan kebijakan tarif promosi Rp8 per perjalanan yang berlaku selama delapan hari pertama operasional, 16 hingga 23 September, untuk seluruh warga Jakarta.
"Selama 8 hari kami akan membebaskan bagi seluruh warga Jakarta yang akan menggunakan mulai sekarang. Setelah diresmikan Bapak Presiden, nanti akan beroperasi sepenuhnya selama 8 hari tarifnya Rp8 ya," ujar Pramono di Stasiun LRT Manggarai, usai peresmian. Ia berharap masyarakat memanfaatkan momentum ini untuk merasakan kenyamanan moda transportasi massal berbasis rel tersebut.
Berakhirnya masa promosi akan mengantarkan penumpang ke skema tarif normal Rp5.000 per perjalanan secara flat. Pola operasional pun mengalami penyesuaian: pada hari pertama, 16 September, layanan hanya dibuka pukul 15.00–20.00 WIB. Mulai 17 September ke depan, jam operasional diperluas menjadi pukul 05.30–20.00 WIB dengan interval keberangkatan 15 menit. Rute lama Kelapa Gading–Velodrome tetap melayani hingga pukul 23.00 WIB.
Rute baru ini mencakup 11 stasiun, melintas dari Kelapa Gading, Boulevard Utara Summarecon Mall, Boulevard Selatan, Pulomas, Equestrian, Velodrome, Rawamangun, Pramuka, Matraman, Proklamasi, hingga Manggarai. Pembayaran difasilitasi melalui ekosistem JakLingko yang mencakup kartu uang elektronik—Mandiri e-money, JakLingko, Jakcard, Flazz, Brizzi, TapCash, Multitrip—serta aplikasi digital seperti JakLingko Apps, LinkAja, dan QRIS Tap.
Di sisi lain, Pramono mengingatkan bahwa kebijakan transportasi gratis untuk 15 golongan masyarakat miskin dan rentan tetap berlaku di MRT, Transjakarta, Transjabodetabek, dan JakLingko. Integrasi tarif dan fasilitas ini menjadi indikasi komitmen Pemprov memperluas jangkau layanan publik inklusif di tengah tekanan biaya operasional.
Analisis Redaksi
Peresmian rute ini bukan sekadar penambahan kilometer rel, melainkan penyelesaian "missing link" vital yang menghubungkan kawasan padat hunian dan aktivitas ekonomi di Kelapa Gading hingga stasiun perpindahan utama Manggarai. Tarif promo Rp8—hampir simbolis—berfungsi sebagai "loss leader" agresif untuk membangun kebiasaan naik kereta (ridership habit) di segmen pasar yang selama ini bergantung pada kendaraan pribadi atau ojol. Namun, tantangan nyata muncul saat tarif normal Rp5.000 berlaku: apakah kualitas layanan, kedisiplinan jadwal 15 menit, dan integrasi fisik di Manggarai mampu mempertahankan penumpang?
Ke depannya, pengamat perlu memantau dua hal. Pertama, ketahanan anggaran subsidi operasional jika tarif flat Rp5.000 tidak menutupi biaya marginal, mengingat rute Kelapa Gading–Velodrome saja sudah memerlukan injeksi dana besar. Kedua, kesiapan ekosistem feeder di 11 stasiun baru; tanpa koneksi first-mile last-mile yang andal, LRT berisiko menjadi "cathedral in the desert"—megah namun sepi penumpang di luar jam sibuk.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

BEI Catat 23 UKM Siap IPO di 2027 Setelah Ikuti Program Pendampingan

Rapat Koordinasi Kemenko Perekonomian Bahas Percepatan Implementasi Kredit Perempuan Prasejahtera dan Penurunan Bunga Pinjaman

BEI Resmi Keluarkan Saham HSC dari IHSG, Pasar Diprediksi Stabil Tanpa Gejolak
