Janice Tjen Kalah dari Sloane Stephens di Babak Kedua Guadalajara Open 2026

Olahraga
Eka SaputraEka Saputra
Sumber: CNN Olahraga
Eka Saputra
Eka Saputra
Pakar MotoGP & Basket

Selalu terdepan dalam menyajikan berita balap motor dan olahraga bola basket.

Janice Tjen Kalah dari Sloane Stephens di Babak Kedua Guadalajara Open 2026
BAGIKAN:

Janice Tjen kalah dari Sloane Stephens pada babak kedua Guadalajara Open 2026 di Panamerican Tennis Center, Zapopan, Guadalajara, Rabu (16/9) pagi. Kekalahan ini membuat langkah Janice terhenti, meski ia sempat memberikan perlawanan ketat sepanjang dua set. Stephens, mantan juara US Open 2017 dan mantan penghuni papan atas ranking WTA, menjadi lawan yang terlalu berpengalaman bagi Janice.

Set pertama berjalan imbang. Tidak ada break point hingga skor 6-6. Janice selalu bisa unggul, tetapi Stephens selalu menyamakan kedudukan. Tie break pun terjadi. Di awal tie break, Stephens langsung merebut empat poin beruntun. Skor sempat 4-4, namun Stephens kemudian meraih tiga poin tanpa putus. Janice kalah 6-7 (6-4) pada set pertama.

Memasuki set kedua, Janice tertinggal 0-1. Petenis peringkat 51 dunia itu merespons dengan baik. Ia meraih tiga poin beruntun dan unggul 3-1. Janice kemudian bisa melakukan break point dan memimpin 5-2. Ia hanya butuh satu game lagi untuk menyudahi set kedua.

Namun harapan itu buyar. Saat butuh satu game, Janice selalu gagal membukukan poin. Stephens justru meraih tiga poin beruntun sehingga skor imbang 5-5. Janice bahkan kehilangan game ke-11 dan tertinggal 5-6. Pada game ke-12, Janice bisa meraih poin lagi dan skor menjadi 6-6.

Tie break lagi-lagi menentukan. Stephens unggul 1-0 dan mampu mempertahankan keunggulan kendati Janice bisa meraih poin. Janice kalah 6-7 (3-7) pada set kedua. Langkahnya terhenti pada babak kedua Guadalajara Open 2026.

Analisis Redaksi

Kekalahan Janice Tjen dari Sloane Stephens menyisakan catatan penting tentang ketenangan di poin-poin krusial. Fakta bahwa Janice unggul 5-2 di set kedua namun gagal menutup pertandingan menunjukkan mental bertanding masih perlu ditempa. Stephens, sebagai mantan juara US Open 2017, tahu persis cara menekan lawan yang sedang memimpin.

Dari sudut pandang teknis, Janice sebenarnya mampu bersaing. Ia beberapa kali melakukan break point dan memimpin permainan. Namun, konsistensi di akhir set menjadi pembeda. Stephens yang lebih berpengalaman memanfaatkan setiap celah, terutama saat tie break. Ini pelajaran berharga bagi Janice yang kini berada di peringkat 51 dunia.

Ke depan, Janice perlu memperbaiki cara mengelola tekanan saat hampir menang. Evaluasi bukan hanya soal teknik, tetapi juga mental dan pengambilan keputusan. Jika mampu mengatasi kelemahan ini, bukan tidak mungkin ia akan melangkah lebih jauh di turnamen-turnamen berikutnya. Guadalajara Open 2026 menjadi cermin bahwa jarak antara petenis peringkat 51 dunia dan mantan juara grand slam tidak terlalu lebar, asalkan mampu tampil konsisten hingga akhir.

Meow! Tanya Nesi!
😸