FC Seoul Rotasi Pemain Lawan Persib di ACL 2, Kim Ki Dong: Mereka Bukan Lawan Mudah
Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

Pelatih FC Seoul, Kim Ki Dong, menegaskan timnya akan tetap merotasi pemain saat menjamu Persib pada matchday pertama AFC Champions League (ACL) 2 di Stadion Piala Dunia Seoul, Rabu (16/9). Keputusan itu diambil meski ia menyadari Persib bukan lawan yang bisa diremehkan.
Ki Dong berencana mengistirahatkan pemain-pemain yang sudah sering mendapat menit bermain di K League 1. Berbeda dengan Super League, K League 1 sudah dimulai pada awal tahun. FC Seoul pun sudah bermain 29 kali. "Saya pikir perlu memberi istirahat kepada pemain yang telah memainkan banyak pertandingan di K League. Ini adalah pertandingan kandang dan pertandingan pertama. Saya juga tidak mau kalah. Mereka bukan lawan mudah. Saya pikir para pemain muda perlu berintegrasi dengan baik dengan pemain yang sudah ada," jelas Ki Dong dalam konferensi pers jelang laga melawan Persib dikutip dari Sports Chosun.
Selain soal istirahat pemain, Ki Dong menyatakan saat ini lebih memusatkan fokus ke kompetisi domestik ketimbang ajang kontinental. "Saya telah berdiskusi dengan klub dan mempertimbangkan keadaan bahwa kami harus fokus ke liga, tetapi sekarang setelah saya benar-benar duduk di sini, saya merasa ambisius sebagai seorang pelatih."
Ia menambahkan, "Kita harus terus bermain di liga. Soal ACL, saya mau mencapai babak 16 besar dengan memastikan keharmonisan yang baik di antara para pemain muda, mereka belum banyak bermain, dan pemain-pemain berpengalaman. Saya akan menggunakan pendekatan dengan tujuan mengatasi tantangan," ucap Ki Dong.
Pelatih yang pernah memperkuat timnas Korea Selatan itu menyatakan sudah mengetahui kekuatan Persib yang menjadi juara berturut-turut di liga sepak bola Indonesia. "Setelah pengundian, saya tertarik melihat lawan dan mempersiapkan tim dengan baik. Mereka tim yang bagus. Mereka juara tiga musim beruntun di Indonesia dan mencapai babak 16 besar di ACL 2 musim lalu," tutur Ki Dong soal Persib.
"Saya pikir mereka tim kuat. Ini juga kali pertama saya tampil di ACL 2. Ini adalah pertandingan kandang, jadi kami harus tampil dengan performa yang bagus. Saya akan mempersiapkan tim dengan baik dan menghadirkan kemenangan untuk fans," ujarnya.
Analisis Redaksi
Rotasi yang dilakukan Kim Ki Dong bukan tanpa alasan. Jadwal K League 1 yang sudah berjalan sejak awal tahun membuat FC Seoul memiliki beban pertandingan lebih padat dibanding Persib yang baru akan memulai kompetisi. Dengan 29 laga sudah dilakoni, istirahat bagi pemain inti menjadi kebutuhan logis. Namun, keputusan ini juga membuka peluang bagi pemain muda untuk menunjukkan kualitas di panggung kontinental. Ki Dong sendiri menekankan pentingnya integrasi antara pemain muda dan berpengalaman.
Meski begitu, Ki Dong tidak lantas mengesampingkan ambisi di ACL 2. Target babak 16 besar tetap dipasang. Pernyataan bahwa ia merasa ambisius sebagai pelatih setelah duduk di kursi konferensi pers menunjukkan ada tarik-menarik antara fokus domestik dan kontinental. Persib, yang disebut Ki Dong sebagai juara tiga musim beruntun dan mencapai babak 16 besar ACL 2 musim lalu, jelas bukan lawan sembarangan. Laga kandang pertama ini akan menjadi ujian bagi kedalaman skuad FC Seoul.
Yang perlu diwaspadai adalah bagaimana para pemain muda FC Seoul beradaptasi dengan tekanan pertandingan resmi. Jika integrasi berjalan mulus, rotasi bisa menjadi kekuatan. Sebaliknya, jika komunikasi di lapangan macet, Persib bisa memanfaatkan momentum. Ki Dong sudah menyatakan tidak ingin kalah. Publik tuan rumah tentu menuntut kemenangan. Pertandingan ini akan menjadi cermin apakah strategi rotasi FC Seoul berhasil atau justru menjadi bumerang.


