Ed Sheeran Ungkap Tekanan Promotor di Balik Pencoretan Macklemore dari Tur The Loop
Selalu update dengan kabar terbaru dari dunia artis dan infotainment tanah air.

- Pernyataan yang dirilis pada Selasa (15/9/2026) ini muncul setelah gelombang protes di media sosial memanas menyusul orasi politik Macklemore di atas panggung yang menyuarakan dukungan terhadap Palestina.
- Sheeran mengklaim dirinya berada dalam posisi sulit karena tempat-tempat pertunjukan mengancam akan membatalkan jadwal tur jika rapper berusia 43 tahun itu tetap dipertahankan sebagai penampil pembuka.
- Dalam klarifikasinya, pelantun “Perfect” ini menekankan bahwa hubungan pertemanannya dengan Macklemore telah terjalin selama 13 tahun dan ia menghormati prinsip sang rapper.
Penyanyi asal Inggris Ed Sheeran akhirnya buka suara terkait pencoretan rapper Macklemore dari rangkaian The Loop Tour, dengan menegaskan bahwa keputusan tersebut murni merupakan tekanan dari pihak promotor dan pemilik stadion. Pernyataan yang dirilis pada Selasa (15/9/2026) ini muncul setelah gelombang protes di media sosial memanas menyusul orasi politik Macklemore di atas panggung yang menyuarakan dukungan terhadap Palestina. Sheeran mengklaim dirinya berada dalam posisi sulit karena tempat-tempat pertunjukan mengancam akan membatalkan jadwal tur jika rapper berusia 43 tahun itu tetap dipertahankan sebagai penampil pembuka.
Dalam klarifikasinya, pelantun “Perfect” ini menekankan bahwa hubungan pertemanannya dengan Macklemore telah terjalin selama 13 tahun dan ia menghormati prinsip sang rapper. Namun, realitas industri berbicara lain ketika para pengelola venue memberikan ultimatum keras kepada manajemen tur. Sheeran mengaku sangat prihatin dengan konflik yang terjadi antara Israel dan Palestina, namun ia tak kuasa melawan keputusan kolektif para pemilik stadion yang menganggap kehadiran Macklemore sebagai risiko bisnis yang tidak bisa mereka toleransi.
Macklemore sendiri tidak tinggal diam dan mengungkap detail percakapan telepon antara Ed Sheeran dengan Robert Kraft, pemilik salah satu stadion besar yang masuk dalam jadwal tur. Menurut penuturan Macklemore, Kraft secara eksplisit melarangnya tampil dan bahkan berhasil mengonsolidasikan pemilik stadion lain untuk memberikan ancaman serupa. Jika Macklemore tetap berada di panggung, Ed Sheeran tidak akan diizinkan membawa konsernya ke tempat-tempat tersebut, sebuah langkah yang secara efektif memutus kontrak sang rapper di tengah jalan.
Meski didepak, Macklemore menegaskan tidak menyesali keberaniannya berbicara di depan 90 ribu penonton dalam dua penampilan awalnya. Baginya, kesempatan untuk menyuarakan sesuatu yang dianggap “berbahaya” jauh lebih berharga daripada menyelesaikan sepuluh jadwal pertunjukan yang tersisa. Sikap teguh ini justru memicu reaksi berantai yang tidak terduga di lingkungan internal musisi pendukung tur tersebut, menciptakan krisis baru bagi manajemen Ed Sheeran.
Dampak dari kebijakan promotor ini berbuntut panjang dengan mundurnya sejumlah musisi ternama dari jadwal tur AS secara serentak. Finneas, produser sekaligus saudara laki-laki Billie Eilish, memimpin aksi pengunduran diri ini bersama Aaron Rowe, Lukas Graham, dan Beoga. Finneas menegaskan bahwa seniman tidak boleh dibungkam saat membela kaum tertindas, sebuah sikap solidaritas yang kini menempatkan kelangsungan sisa jadwal tur Ed Sheeran dalam ketidakpastian besar.
Analisis Redaksi
Keputusan para pemilik stadion untuk memberikan ultimatum kepada Ed Sheeran menunjukkan betapa besarnya kendali infrastruktur komersial terhadap kebebasan berekspresi di panggung hiburan global. Robert Kraft dan kolega pemilik venue lainnya tidak hanya bertindak sebagai penyedia tempat, tetapi juga sebagai kurator konten yang memiliki kekuatan untuk memutus kontrak artis berdasarkan sikap politik. Fenomena ini menandai pergeseran di mana risiko reputasi korporasi kini jauh lebih diutamakan daripada visi artistik seorang bintang utama seperti Sheeran.
Eksodus massal penampil pembuka seperti Finneas dan Lukas Graham menunjukkan bahwa solidaritas di kalangan musisi generasi sekarang telah melampaui kepentingan finansial tur besar. Hal ini menempatkan Ed Sheeran dalam posisi yang semakin sulit; di satu sisi ia harus memenuhi kontrak dengan pemilik stadion, namun di sisi lain ia terancam kehilangan kredibilitas di mata rekan sejawat dan penggemarnya. Jika tren pengunduran diri ini berlanjut, promotor kemungkinan besar akan kesulitan mencari penampil pengganti yang bersedia mengambil risiko dicap sebagai pendukung pembungkaman suara seniman.
BERITA TERKAIT (Selebriti)

Reese Witherspoon Pangkas Separuh Staf Hello Sunshine, Fokus pada Proyek Film dan Buku

BTS Resmi Layangkan Konser 'Arirang' Jakarta ke 2.800 Bioskop Dunia

The Remarried Empress Tayang Lebih Awal, Rilis 4 Episode Sekaligus di Disney+
