Ed Sheeran Buka Suara soal Macklemore Didepak dari The Loop Tour
Pengamat budaya pop dan tren media sosial yang tahu persis apa yang sedang viral.

Ed Sheeran buka suara setelah Macklemore dikeluarkan dari The Loop Tour miliknya di Amerika Serikat akibat aksi bela Palestina yang dilakukan rapper itu di Stadion MetLife, New Jersey, pada 4 dan 5 September 2026.
Dalam unggahan di media sosial, Ed Sheeran mengatakan bahwa keputusan Macklemore dikeluarkan dari tur itu adalah karena permintaan pemilik stadion dan promotor. “Saya sangat prihatin dengan konflik antara Israel dan Palestina,” tulis Ed Sheeran dalam pernyataannya. “Penderitaan dan rasa sakit yang dialami kedua belah pihak merupakan tragedi kemanusiaan.” Ia menambahkan, “Terlalu banyak perang di seluruh dunia yang menyebabkan penderitaan tak terhingga, dan tak satu pun darinya patut ditoleransi.”
Ed Sheeran menjelaskan, Macklemore meminta untuk bergabung dalam tur tahun lalu dan ia menyetujuinya karena menghormati Macklemore sebagai seniman. Seperti semua penampil pendukung, ia membebaskan mereka untuk membawakan daftar lagu pilihan sendiri. Setelah penampilan Macklemore di konser Ed di New Jersey, pihak pengelola lokasi untuk jadwal tur mendatang menyatakan akan membatalkan pertunjukan jika Macklemore tetap menjadi penampil pendukung. Ed diberi tahu bahwa sikap tersebut didasarkan pada cara Macklemore menyampaikan sebagian pesannya saat tampil, bukan pada keseluruhan isi ucapannya.
Ed Sheeran mengatakan dirinya sudah berdiskusi panjang lebar dengan pihak pengelola lokasi sepanjang minggu untuk mencoba mencari jalan tengah. Salah satu orang yang terlibat dalam diskusi tersebut adalah Robert Kraft. Ia juga terlibat dalam pembicaraan langsung dengan promotor serta aktivis dari kedua belah pihak untuk mencoba menemukan solusi bersama bagi semua pihak, tapi keputusan pihak pengelola lokasi dan promotor sudah mutlak. “Keputusan untuk mengeluarkan Macklemore dari tur adalah keputusan promotor, bukan keputusan saya. Kontrak Macklemore untuk tur ini adalah dengan pihak promotor, bukan dengan saya,” kata Ed Sheeran.
Ed Sheeran menegaskan dirinya tidak berniat mengecewakan penggemar atau membuat rencana menelantarkan kru maupun penampil pendukung. Ia juga memastikan menggunakan platform dan musiknya untuk menyatukan orang-orang dari berbagai latar belakang dan budaya. “Saya tidak terlibat dalam hal ini. Saya memiliki pandangan pribadi mengenai konflik yang menghancurkan ini,” tulis Ed Sheeran menjawab tudingan dirinya tidak mendukung Palestina karena tidak bersuara. “Hanya karena saya memilih untuk tidak berbicara di depan umum, bukan berarti saya tidak memiliki pandangan tersebut, ataupun berarti saya tidak peduli. Hal ini juga tidak berarti saya tidak mendukung berbagai gerakan perjuangan dengan cara saya sendiri secara pribadi.” Ia menambahkan, “Sepanjang minggu ini, saya telah berupaya membangun jembatan komunikasi dan mencari solusi, tapi sayangnya, saya tidak berhasil melakukannya. Saya memahami jati diri saya, baik sebagai pribadi maupun sebagai seniman, dan mereka yang mengenal hati saya juga memahami nilai-nilai yang saya pegang. - Ed.”
Macklemore pada Senin (14/9) mengungkapkan dirinya dikeluarkan dari tur tersebut meski semestinya tampil di delapan dari 10 pertunjukan tersisa. Macklemore mengungkapkan dirinya dikeluarkan dari tur setelah Ed Sheeran ditekan para pemilik stadion yang dikompori pemilik New England Patriots dan Stadion Gillette Foxborough, Robert Kraft. “Senin lalu, di tengah sorotan media terhadap Pink dan apa yang saya katakan di MetLife, Ed memberi tahu saya bahwa Robert Kraft meneleponnya. Kami dijadwalkan tampil di Stadion Gillette akhir bulan ini, stadion yang dimiliki oleh Kraft Group,” kata Macklemore. “Ed mengatakan bahwa Kraft menyatakan saya tidak diizinkan tampil di stadion miliknya. Ed juga bercerita bahwa Kraft telah menggalang dukungan dari beberapa pemilik stadion lain dan mereka bersama-sama memberikan ultimatum: jika Macklemore tetap ikut dalam tur, kalian tidak akan diizinkan tampil di tempat kami.”
Aksi Macklemore yang memicu kontroversi itu terjadi saat tampil di panggung Loop Tour pada Jumat (4/9) malam. Ia mengingatkan publik agar tidak melupakan penderitaan warga di Gaza dan Tepi Barat. “Saya percaya bahwa setiap manusia yang hidup di muka bumi ini berhak mendapatkan kebebasan yang sama persis,” tuturnya kala itu.
Pernyataan itu menuai reaksi keras dari organisasi Israeli American Council (IAC) yang langsung meluncurkan petisi menuntut Macklemore dicoret dari sisa rangkaian tur Loop milik Ed Sheeran. IAC menilai panggung konser megah tidak sepatutnya disalahgunakan untuk mempromosikan agenda politik sepihak.
Analisis Redaksi
Fakta bahwa keputusan pengeluaran Macklemore berada di tangan promotor dan pemilik stadion memperlihatkan batas nyata kebebasan artistik ketika bersinggungan dengan kepentingan komersial dan politik venue. Ed Sheeran bisa menyatakan pandangan pribadi dan membebaskan penampil pendukung memilih lagu, tetapi kontrak Macklemore tidak berada di tangannya. Di sinilah rantai kendali tur menjadi kabur: artis utama punya panggung, tetapi pihak lain memegang kunci akses.
Yang perlu diwaspadai adalah preseden bagi penampil pendukung lain. Jika ultimatum pemilik stadion dapat membatalkan kehadiran seorang rapper karena isi dan cara penyampaian pesan di atas panggung, maka ruang ekspresi politik di konser berpotensi menyempit. Tekanan tidak hanya datang dari organisasi seperti IAC, tetapi juga dari jaringan pemilik stadion yang memiliki kepentingan bisnis dan politik sendiri. Dampaknya bagi publik adalah pertanyaan tentang siapa sebenarnya yang berhak menentukan batas bicara di ruang hiburan.
Langkah selanjutnya secara logis akan bergantung pada promotor. Mereka bisa tetap menjalankan sisa tur tanpa Macklemore, atau mencari formula yang memungkinkan semua pihak bertahan tanpa konfrontasi baru. Namun, selama kontrak dan akses venue dikuasai pihak lain, posisi Ed Sheeran maupun Macklemore akan tetap terbatas. Publik penggemar musik berada di tengah tarikan ini: menonton konser sebagai hiburan, tetapi juga menyaksikan bagaimana solidaritas dan kebebasan berbicara diuji di panggung komersial.


