Saudi Janji Balas Serangan Rudal dan Drone Houthi, 13 Orang Terluka
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Arab Saudi berjanji akan membalas serangan milisi penguasa Yaman, Houthi, usai pangkalan udara King Khalid di Khamis Mushait, tenggara Saudi, digempur rudal balistik dan drone. Dalam rilis resmi Koalisi Saudi dan pemerintah Yaman, keduanya menyatakan akan membalas serangan dengan tegas. Imbas gempuran itu, 13 orang terluka, tujuh rumah dan dua kendaraan hancur.
Koalisi Saudi menyatakan, "[Koalisi] akan menangani serangan itu dengan tegas demi melindungi kedaulatan Kerajaan." Pernyataan itu dikutip AFP, Selasa (15/9). "[Kami juga] akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk mencegah tindakan bermusuhan dan ekstremis," lanjut pernyataan tersebut.
Serangan Houthi menyasar pangkalan udara King Khalid di Khamis Mushait tenggara Saudi menggunakan drone dan rudal balistik. Salah satu saksi menyampaikan telah mendengar ledakan dahsyat dan api berkobar cukup lama. Pada Selasa (15/9) dini hari, Saudi mengeluarkan peringatan serangan udara di enam wilayah. Koalisi juga mengonfirmasi ada serangan drone di Khamis Mushai, Abha, dan Taifi.
Menurut Houthi, Saudi membalas dengan meluncurkan 50 serangan. Belum ada pernyataan resmi dari Riyadh soal ini. Selain menyerang Saudi, Houthi juga menggempur pasukan pemerintah Yaman hingga menewaskan delapan personel.
Dalam beberapa waktu terakhir, Saudi dan Houthi saling gempur. Mereka menyerang infrastruktur seperti bandara hingga gudang senjata. Pertempuran itu terjadi di tengah perang Amerika Serikat dan Iran terutama di Selat Hormuz. Houthi disebut-sebut sebagai milisi yang didukung dan didanai Iran. Namun, Teheran membantah terlibat dalam serangan yang dilakukan Houthi ke Saudi. Saudi sementara itu merupakan sekutu AS. Di luar ini, Riyadh dan Houthi memang punya rekam jejak permusuhan sejak lama.
Analisis Redaksi
Pernyataan Koalisi Saudi dan pemerintah Yaman menunjukkan bahwa Riyadh tidak ingin memberi ruang bagi serangan berulang. Pilihan kata "tegas" dan "semua langkah yang diperlukan" adalah sinyal eskalasi terukur, bukan sekadar retorika. Namun, klaim Houthi soal 50 serangan balasan—yang belum dikonfirmasi Riyadh—membuka ruang ketidakpastian soal skala benturan yang sebenarnya terjadi.
Serangan ke Khamis Mushait, Abha, dan Taifi memperlihatkan bahwa perang tidak lagi terbatas di perbatasan. Jika serangan drone dan rudal balistik terus terjadi, risiko terbesar bukan hanya pada instalasi militer, tetapi juga pada warga sipil dan infrastruktur publik. Peringatan serangan udara di enam wilayah adalah tanda bahwa ruang aman semakin sempit.
Dimensi Iran membuat konflik ini tidak bisa dibaca sebagai perang lokal semata. Bantahan Teheran tidak menghapus fakta bahwa Houthi disebut didukung dan didanai Iran, sementara Saudi adalah sekutu AS. Langkah logis berikutnya adalah penguatan pertahanan udara dan koordinasi dengan sekutu, tetapi tanpa menutup peluang deeskalasi. Jika tidak, siklus balas-membalas akan terus berputar dan menyeret kawasan ke risiko yang lebih besar.


