Peneliti Susu Kristal Kecoa Raih Ig Nobel Kimia 2024, Kandungan Energinya Tiga Kali Lipat Susu Sapi

Dunia
Siti RahmawatiSiti Rahmawati
Sumber: CNN Internasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Peneliti Susu Kristal Kecoa Raih Ig Nobel Kimia 2024, Kandungan Energinya Tiga Kali Lipat Susu Sapi
BAGIKAN:

Sejumlah ilmuwan internasional meraih Penghargaan Ig Nobel bidang Kimia edisi ke-36 atas penemuan struktur dan kandungan nutrisi susu kristal dari kecoa kumbang Pasifik (Diploptera punctata), yang terbukti memiliki kepadatan energi lebih dari tiga kali lipat susu sapi per unit volume yang setara.

Penghargaan yang menghargai penelitian "yang membuat orang tertawa, lalu memikirkan" tersebut diserahkan dalam upacara di Swiss pada Kamis, 12 September 2024. Tema utama ajang tahun ini adalah "jamur", dengan total sepuluh kategori penghargaan yang dibagikan.

Uniknya Biologi Reproduksi D. punctata

Berbeda dengan mamalia yang menyusui melalui kelenjar, D. punctata termasuk spesies kecoa vivipar (melahirkan) yang memproduksi cairan kaya nutrisi di dalam kantung induk (brood sac) untuk mengembangkan embrio. Cairan tersebut dikonsumsi embrio dan terkonsentrasi di usus tengah mereka, membentuk kristal-kristal protein yang stabil.

Tim peneliti berhasil mengisolasi kristal protein berukuran besar dari usus embrio dan menganalisis strukturnya. Hasilnya menunjukkan komposisi protein, karbohidrat, dan lipid yang memungkinkan penyimpanan nutrisi padat dan pelepasan terkontrol—sesuai kebutuhan pertumbuhan embrio yang cepat.

Potensi Sumber Protein Alternatif

Kepadatan energi kristal susu kecoa yang sangat tinggi menarik perhatian ilmuwan pangan sebagai calon protein alternatif berkelanjutan, meski skala produksi dan penerimaan konsumen tetap jadi tantangan besar. Penelitian ini juga memperkaya pemahaman evolusi laktasi konvergen di luar kelas Mamalia.

Ketua panitia Ig Nobel, Marc Abrahams, menegaskan bahwa penghargaan ini tidak merendahkan sains, melainkan menyoroti sisi tidak konvensional yang sering jadi cikal bakal penemuan fundamental. "Kecoa justru mengajarkan kita efisiensi pengemasan nutrisi," ujarnya saat pidato pembukaan.

Meow! Tanya Nesi!
😸