Pencarian Jurnalis Hilang di Anak Krakatau Diperluas hingga Bengkulu, Libatkan Ratusan Personel

Berita Daerah
Siti RahmawatiSiti Rahmawati
Sumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Pencarian Jurnalis Hilang di Anak Krakatau Diperluas hingga Bengkulu, Libatkan Ratusan Personel
BAGIKAN:

Tim penyelamat gabungan memperluas area pencarian rombongan jurnalis yang hilang kontak di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, hingga menjangkau wilayah perairan Bengkulu pada pencarian hari kedelapan, Selasa (15/9). Upaya penyisiran yang kian meluas ini didasarkan pada analisis pergerakan arus laut yang diperkirakan membawa para korban mengarah ke Pulau Sumatera.

Skala Operasi Masif di Tengah Cuaca Ekstrem

Operasi SAR yang kini memasuki fase krusial tersebut telah mencakup radius pencarian yang sangat luas, mencapai 3,9 ribu mil laut (nautical mile/NM). Guna memaksimalkan penyisiran, Basarnas Banten bersinergi erat dengan Kantor SAR Bengkulu untuk membagi sektor pencarian di wilayah perbatasan laut.

Kepala Seksi Operasi Basarnas Banten, Riski Dwiyanto, mengonfirmasi koordinasi lintas wilayah ini. Pihaknya memprediksikan arah hanyutnya korban memang menuju ke utara, sehingga pelibatan armada dari Bengkulu menjadi mutlak diperlukan. Kekuatan penuh dikerahkan dengan melibatkan sedikitnya 647 personel gabungan serta armada laut taktis, termasuk KRI Gilimanuk, KRI Leuser, KN SAR Antasena, hingga belasan kapal patroli polisi dan taktis lainnya.

Kendati demikian, tim di lapangan harus berhadapan dengan tantangan alam yang tidak ringan. Berdasarkan prakiraan cuaca, tinggi gelombang di area pencarian dilaporkan berkisar antara 1,5 hingga 2,5 meter dengan kecepatan angin mencapai 5 hingga 20 knot yang bertiup dari tenggara menuju selatan.

Temuan Jenazah di Enggano dan Titik Terang Identifikasi

Di tengah upaya pencarian yang berpacu dengan waktu, sebuah titik terang mulai muncul dari pesisir Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara. Kepolisian Daerah (Polda) Bengkulu dilaporkan telah melakukan proses autopsi dan pengambilan sampel DNA terhadap satu jenazah tanpa identitas yang ditemukan terdampar di kawasan tersebut.

Langkah identifikasi medis ini langsung dikoordinasikan dengan Polda Lampung untuk mencocokkan data primer maupun sekunder dari rombongan jurnalis foto yang dilaporkan hilang kontak sejak meliput aktivitas vulkanik pada 7 September lalu. Investigasi mendalam dan pencocokan DNA ini diharapkan dapat segera memberikan kepastian hukum serta jawaban bagi keluarga korban yang terus menanti kabar di tengah ketidakpastian.

Meow! Tanya Nesi!
😸