Membedah Arti Mimpi Jatuh dari Ketinggian dari Sisi Psikologi dan Medis

Selebriti
Rio DewantoRio Dewanto
Sumber: KapanLagi
Rio Dewanto
Rio Dewanto
Kritikus Film

Menyajikan ulasan tajam seputar film lokal, internasional, dan dunia perfilman.

Membedah Arti Mimpi Jatuh dari Ketinggian dari Sisi Psikologi dan Medis
BAGIKAN:

Pengalaman terbangun mendadak dengan jantung berdebar karena merasa terjun bebas dari tempat tinggi merupakan fenomena universal yang dialami banyak orang. Sensasi nyata tersebut kerap menyisakan rasa cemas begitu mata terbuka, memicu rasa penasaran apakah kejadian itu sekadar bunga tidur atau menyimpan pesan tertentu. Berdasarkan data Healthline, mimpi jatuh termasuk tema yang umum dan mencerminkan perasaan tidak berdaya, tertolak, atau kehilangan kendali. Fenomena tidur ini melibatkan pengalaman seolah jatuh dari gedung, tebing, tangga, hingga langit, sebelum akhirnya terbangun kaget.

Secara psikologis, arti mimpi jatuh dari ketinggian berkaitan erat dengan rasa tidak aman serta kecemasan yang menumpuk di dalam pikiran. Psikolog sekaligus pakar mimpi Athena Laz mengungkapkan kepada TODAY bahwa jenis mimpi ini sangat berkesan dan bermakna kuat terutama jika membentuk sebuah pola. Sigmund Freud dalam karyanya The Interpretation of Dreams menegaskan bahwa interpretasi mimpi adalah jalan utama menuju pengetahuan tentang aktivitas bawah sadar pikiran. Skenario spesifik seperti lokasi jatuh dan cara mendarat turut menentukan arah tafsir, sementara mimpi jatuh tapi selamat sering dibaca sebagai simbol ketahanan dan kemampuan bangkit kembali dari tekanan.

Di sisi lain, tidak semua sensasi jatuh saat tidur bermuatan simbolis karena sebagian besar berakar pada mekanisme biologis tubuh. Fenomena sentakan tiba-tiba menjelang tidur ini dikenal sebagai hypnic jerk atau sleep start yang persentasenya mencapai sekitar 70% dari populasi menurut laporan NBC News. Ahli saraf sekaligus spesialis tidur Dr. Chris Winter menjelaskan di Sleep.com bahwa sentakan tersebut memicu gambaran menyerupai mimpi buruk. Ketika aktivitas otak melambat dan otot mengendur saat hendak terlelap, otak kerap salah membaca relaksasi itu sebagai tanda tubuh benar-benar jatuh sehingga mengirim sinyal kejut.

Pendapat serupa disampaikan oleh James K. Walsh, direktur eksekutif sekaligus ilmuwan senior di St. Luke's Sleep Medicine and Research Center, yang menuturkan bahwa hypnic jerk merupakan kejadian normal dan nyaris dialami semua orang. Pakar tidur Lisa Artis dari Tom's Guide menambahkan bahwa gerakan itu merupakan kontraksi otot mendadak dan tak disengaja yang frekuensinya meningkat saat seseorang stres, kurang tidur, mengonsumsi terlalu banyak kafein, atau berolahraga berat. Sejumlah ahli evolusi menduga refleks ini merupakan warisan dari nenek moyang primata yang tidur di atas pohon agar tubuh tidak sungguh-sungguh terjatuh.

Upaya menekan frekuensi mimpi buruk maupun sentakan fisik tersebut dapat dilakukan dengan membenahi kondisi mental serta menjaga rutinitas malam yang menenangkan. Para ahli kesehatan tidur sepakat bahwa kunci utamanya terletak pada merelaksasi tubuh dan pikiran sebelum beristirahat, bukan berusaha mengendalikan alur mimpi secara paksa. Dengan memahami perbedaan antara mimpi naratif psikologis dan refleks biologis sleep start, masyarakat diharapkan mampu menyikapi fenomena ini secara rasional sebagai pengingat untuk menjaga keseimbangan emosi.

Analisis Redaksi

Mimpi jatuh dari ketinggian sering kali disikapi secara berlebihan oleh sebagian masyarakat yang masih mempercayai mitos atau ramalan masa depan. Padahal, tinjauan dari literatur psikologi modern dan dunia medis jelas menunjukkan bahwa fenomena ini murni merupakan representasi kondisi psikis bawah sadar atau sekadar respons fisiologis otot tubuh. Masyarakat perlu mewaspadai kecenderungan menelan mentah-mentah tafsir mistis yang justru berpotensi memicu kecemasan baru yang tidak berdasar dalam kehidupan sehari-hari.

Langkah logis selanjutnya yang perlu diambil adalah memperbaiki kualitas kebersihan tidur (sleep hygiene) dan mengelola tingkat stres secara konsisten. Apabila frekuensi hypnic jerk atau mimpi buruk terus meningkat dan mengganggu kualitas istirahat malam, berkonsultasi langsung dengan spesialis gangguan tidur menjadi opsi paling bijak guna mendeteksi potensi masalah kesehatan yang lebih mendalam.

Meow! Tanya Nesi!
😸